Sabtu, 16 Oktober 2021 / 9 Rabiul Awwal 1443 H

Feature

Warga Jakarta pun Dibohongi Pakai Janji Palsu…

Fajar/INA
Panggung acara Parade Bhinneka Tunggal Ika di Patung Kuda dekat Monas, Jakarta, Sabtu (19/11/2016).
Bagikan:

PUTRA kecewa. Niatnya menonton konser Iwan Fals dan Slank tak tercapai. Ia malah menonton tari-tarian dan musik daerah. Kenapa? Rupanya konser tersebut itu hanyalah janji palsu yang diterimanya.

“Saya dijanjikan nonton OI dan Slank tapi adanya cuma begitu. Cuma muter-muter aja,” ujar pria 24 tahun ini di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Muter-muter yang dimaksud adalah kegiatan long march yang dilakukan sebagian peserta Parade Bhinneka Tunggal Ika. Parade ini berlangsung di kawasan Patung Kuda.

Mereka long march dari kawasan Patung Kuda ke kawasan Gambir dan sekitarnya, lalu balik ke titik semula. Sebagian peserta lainnya hanya bersantai di sekitar Patung Kuda dan pelataran Monas.

Putra merupakan salah satu dari ratusan massa yang hadir (tepatnya “dihadirkan”) dalam acara itu. Pria bertindik ini mengaku sama sekali tidak tahu menahu perihal acara tersebut. Ia datang hanya ingin menonton konser yang dijanjikan itu.

“Kita merasa kecewa, datang jauh-jauh, ditunggu-tunggu enggak ada,” ungkap pria yang mengaku dipanggil Batak ini.

Para Peserta Parade Bhinneka Tunggal Ika ini Kecewa hanya Dibayar Rp 100 Ribu

Ditipu Pakai Janji Istigasah

Putra tak sendirian, banyak peserta lain yang merasakan kekecewaan yang sama. Seorang ibu berbaju putih-putih tak sungkan untuk mengutarakan kekecewaannya. Nasib buruk dengan janji palsu oleh seorang yang disebut koordinator tak bisa dielaknya.

“Saya mendadak dapat informasinya, iming-imingnya istigasah dan harus memakai baju putih semua. Pagi-pagi itu menyiapkannya,” tutur wanita ini tanpa menyebutkan namanya.

Ia pun tak menyangka kalau ternyata acara yang didapatinya di kawasan Patung Kuda berbeda jauh dengan kegiatan istigasah yang dikenal di kalangan umat Islam selama ini.

“Pil pahit” serupa ditelan sekelompok wanita anggota pengajian dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka juga dikecewakan karena merasa dibohongi pakai janji-janji palsu.

Ita, 45 tahun, yang mewakili kelompok pengajian tersebut, mengaku, oleh seseorang diijanjikan untuk ikut istigasah di Gelora Bung Karno, Senayan.

Namun, janji sekadar janji. Kelompok pengajian itu diturunkan di Kawasan Patung Kuda, Sabtu (19/11/2016) itu.

“Tadi kita dibilanginnya istigasah, jadi kita pada mau ngikut. Ternyata nyampe sini, mana istigasahnya?” ujar Ita merasa tertipu.

Dijanjikan Istigasah, Para Wanita ini Malah Dihadirkan di Parade Bhinneka Tunggal Ika

Mau tak mau, ia bersama kelompok pengajiannya hanya berdiam diri di jalanan Monas. Bukan istigasah yang ia dapatkan, tapi lantunan lagu dan musik-musik yang menyasar ke telinganya.

Acara parade itu disebut-sebut oleh sejumlah kalangan sebagai kegiatan tandingan Aksi Bela Islam II (Aksi Damai 411). Namun, berdasarkan pengamatan wartawan, secara jumlah massa saja, parade itu sangat jauh berbeda dengan aksi 4 November.

Bahkan, seperti yang diungkapkan dalam kesaksian di atas, parade itu banyak diikuti oleh orang-orang yang justru tak paham akan muatan parade. Demikian dilansir kantor berita Islam asosiasi JITU, Islamic News Agency (INA).* M. Fajar/INA

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

My God Didn’t Help Me…!

My God Didn’t Help Me…!

Perjuangan Dakwah di Pedalaman Donggala

Perjuangan Dakwah di Pedalaman Donggala

Gempa Sulbar, Santri-santri ini Jalan Kaki 18 Jam Demi Mencari Kabar Orang Tuanya

Gempa Sulbar, Santri-santri ini Jalan Kaki 18 Jam Demi Mencari Kabar Orang Tuanya

Hijrahnya Benefiko: Dari Rocker ke Visualis Dakwah

Hijrahnya Benefiko: Dari Rocker ke Visualis Dakwah

Polisi Shaleh Itu Berpulang Setelah Menolong Warga Tenggelam

Polisi Shaleh Itu Berpulang Setelah Menolong Warga Tenggelam

Baca Juga

Berita Lainnya