Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Feature

Merayakan Kontribusi Muslim Bagi Inggris

Bagikan:

Hidayatullah.com–Lebih dari 800 orang menghadiri upacara pemberian penghargaan ke-10 yang dihelat di gedung mewah Grosvenor House.

Tamu kehormatan Menteri Dalam Negeri Inggris, Alan Johnson, memuji konstribusi besar yang telah diberikan oleh muslim dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Inggris, termasuk dalam politik, pendidikan, hukum, olahraga, kesenian, kesehatan, kemanusiaan, militer, bisnis, dan kuliner.

Johnson mengingatkan para hadirin mengenai warisan dan sistem nilai yang telah dibagi oleh muslim Inggris, dengan merujuk pada penyebutan nilai-nilai Islam dalam Canterbury Tales yang melegenda karya Chaucer. Menurutnya, nilai-nilai muslim dan Inggris–tentang hak hidup, hak beribadah, kebebasan berekspresi, keadilan dan toleransi–harus dilindungi.

Meskipun demikian, dia menekankan bahwasanya penanggulangan ekstrimisme tidak menentukan bentuk hubungan antara pemerintah Inggris dengan komunitas Muslim.

“Dan bukan berarti pula bahwa tanggung jawab menanggulangi ekstrimisme hanya terletak pada komunitas muslim. Seperti halnya ancaman dari kelompok kanan jauh yang rasis, hal itu mempengaruhi kita semua, dan menuntut respon bersama,” tambahnya.

Editor Muslim News sebagai sponsor utama, Ahmed J Versi mengatakan, “Kami memulai acara ini sepuluh tahun lalu, karena kami ingin menghargai prestasi mulia, dan menunjukkan perbedaan dalam komunitas muslim Inggris serta menampilkan kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh muslim kepada Inggris. Kami juga ingin menyoroti para panutan muslim bagi generasi muda.”

Versi menggali hubungan antara komunitas muslim dengan partai-partai politik selama ini, dan meminta agar pemerintah meninjau kembali kebijakan-kebijakan yang ada guna memperbaiki dan menyegarkan hubungan yang telah terjalin.

Versi mengungkapkan harapannya, agar pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apakah Anda menonjolkan identitas muslim atau Inggris,” atau “Apakah Anda dari Pakistan,” dihapuskan dari wancana di masa mendatang.

Menurutnya, jika dilakukan perubahan konstitusional atas kebijakan yang ada dengan sungguh-sungguh, maka muslim tidak hanya merasa sebagai bagian dari Inggris Raya semata, tapi juga menyatu dengan etnis yang ada seperti Skotlandia, Welsh, dan Irlandia.

Tamu lainnya yang hadir adalah Menteri Masyarakat dan Pemerintahan Daerah, John Denham, Menteri Dalam Negeri bayangan Chris Grayling, dan Barones Emma Nicholson. Mereka bergabung dengan para tokoh agama, politisi, pengusaha, atlit olahraga, dan seniman.

Perdana Menteri Gordon Brown dalam pesan yang ditulisnya, menyatakan Muslim News Awards for Excellence sebagai suatu penyelenggaraan yang utama, untuk menandai prestasi muslim maupun non-muslim dalam perannya membangun masyarakat Inggris.

Sementara pemimpin oposisi, David Cameron mengakui reputasi Muslim News Awards selama satu dekade terakhir, karena tidak hanya memberikan penghargaan kepada orang-orang yang telah dikenal, tapi juga para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’.

Menurut pemimpn Partai Demokrat Liberal, Nick Clegg, penghargaan itu tidak hanya pengakuan kepada individu penerimanya, tapi juga sebagai refleksi dari kontribusi besar yang telah diberikan muslim dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi di Inggris.

Hadirin dihibur oleh penampilan Alia Alzougbi dan grup Silk Road, yang menampilkan cerita 1001 Malam, dengan pesan agar setiap orang tidak berputus asa dalam meraih cita-citanya.

Sebagai pemenang untuk kategori Sankore University Award for Excellence in Education adalah Nadia Durrani, pendiri dan editor majalah Current World Archeology. Dr Haifa Takruri-Rizk dari Universitas Salford untuk penghargaan Fazlur Rahman Khan untuk Excellence in Engineering, Science or Technology. Kapten Manchester City Kolo Touré untuk kategori olahraga, meraih Faezeh Hashemi Sport Award. Iman wa Amal Special Judges Award diberikan kepada Gill Hicks, pendiri Making a Difference for Peace.

Setiap pemenang mendapatkan astrolabe unik yang terbuat dari kuningan. Astrolabe adalah alat canggih yang dibuat oleh muslim zaman dulu untuk mengukur ketinggian bintang dan planet. Pada abad ke delapan, orang-orang Islam menggunakan astrolabe sebagai alat navigasi, penunjuk kiblat, menghitung kalender lunar, dan mengkaji kondisi metereologi.

Satu dekade setelah didirikan Muslim News Awards for Excellence sekali lagi memberikan penghargaan kepada muslim yang dianggap menunjukkan partisipasi terbagi bagi masyarakat Inggris. [di/in/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Mengungsi di Kutapalong untuk Kembali Pulang…

Mengungsi di Kutapalong untuk Kembali Pulang…

Tak Ingin Bepaling DariMu Hanya Karena Ingin Buah Hati

Tak Ingin Bepaling DariMu Hanya Karena Ingin Buah Hati

Tetap Tegar Meski Tak Lagi Mendengar

Tetap Tegar Meski Tak Lagi Mendengar

“Lawan” Artis dan Tokoh Kartun, Pyramid Buru Pedang Nabi 6 Tahun

“Lawan” Artis dan Tokoh Kartun, Pyramid Buru Pedang Nabi 6 Tahun

Aku Tinggalkan Anak-anakku Demi Islam

Aku Tinggalkan Anak-anakku Demi Islam

Baca Juga

Berita Lainnya