Sabtu, 18 September 2021 / 10 Safar 1443 H

Feature

Wajah Chechnya di Mata Model Kanada

Bagikan:

Hidayatullah.com–Chrystal Callahan menyukai belanja, baju-baju rancangan desainer, dan hidangan lezat. Materi acara televisi mingguannya “Highlights of the Week with Chrystal Callahan,” dipenuhi dengan informasi tentang kecantikan dan fesyen, yang diselingi musik serta budaya setempat.

Menurut aktivis HAM, Chechnya masih dianggap sebagai tempat yang paling berbahaya untuk dikunjungi. Karena meskipun dua perang hebat yang mengoyak negeri itu sudah usai, kasus pembunuhan dan penculikan kerap terjadi.

Namun bagi mantan model kelahiran Toronto itu, Chechnya adalah tempat yang cukup menyenangkan.

Berbicara kepada RFE/RL melalui telepon di Grozny, kehidupan di Chechnya menurut Callahan bisa jadi memang berbahaya. Tapi resiko yang diambilnya sekarang ini, tidaklah lebih berbahaya dibanding menghadapi tindak kriminal yang juga banyak terjadi di kota-kota Barat, seperti Chicago dan Mexico City.

“Saya merasa benar-benar aman. Menurut saya mengapa orang-orang merasa ketakutan untuk datang ke Chechnya, adalah karena berita di media yang semuanya negatif,” ujar Callahan.

“Biasanya, tidak pernah ada berita bagus tentang Chechnya yang diliput media, jadi menurut saya di situlah masalahnya.”

Wajah Chechnya

Sejak bulan Juni 2009, Callahan memandu acara di televisi milik pemerintah Chechnya. Isinya mengenai informasi positif menyangkut kehidupan sehari-hari di negara yang terletak di kawasan Kaukasus Utara itu.

Ia muncul setiap Minggu malam, dalam program berbahasa Inggris dengan teks terjemah bahasa Rusia.
“Highlights of the Week” terdiri dari tiga sesi; ulasan berita, feature budaya dengan topik yang dipilihnya sendiri, dan sesi tanya jawab di mana ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikirimkan pemirsa.

Menurut Callahan, topik yang disajikan dalam program berdurasi 20 menit itu sengaja menghindari topik yang pelik dan negatif.

Acara yang diarahkan untuk orang-orang di Chechnya dan para perantau di luar negeri itu, mengudara di Rusia dan mancanegara lewat satelit. Dan ternyata cukup populer di kalangan penduduk setempat, sehingga membuatnya jadi ikut terkenal.

Callahan, yang mengaku berusia 20-an tahun, menganggap pekerjaannya sekarang sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Dan ia tidak pernah menyesal dengan keputusannya meninggalkan catwalk untuk sebuah karir di televisi Chechnya.

Tiba pertama kali di tahun 2007, Callahan datang bersama rombongan pembuat film dokumenter, yang merekam perjuangan sekelompok pegulat remaja Chechnya untuk tetap eksis di tengah kecamuk perang. Saat itulah ia mulai terobsesi dengan tari-tarian dan musik tradisional Chechnya, yang membawanya berkarier di stasiun televisi lokal.

Dengan mengenakan sehelai kain sekedar penutup kepala, ia kini menjadi jurubicara kampanye untuk meningkatkan citra Republik Chechnya, meyakinkan dunia bahwa gerakan separatis telah dilumpuhkan dan pergolakan perang sudah berlalu.

Bukan Propaganda

Banyak orang Chechnya yang berterima kasih kepada Callahan, karena telah memberi warna pada keseharian mereka yang dulu hanya berkutat dengan perang.

Namun sebagian orang menilai, pandangan Callahan tentang Chechnya tidak obyektif. Mereka menuduhnya telah menjadi salah satu mesin propaganda Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya yang dianggap bentukan Kremlin.

Ia dibandingkan dengan jurnalis terkenal Inggris, Walter Duranty, yang memimpin The New York Times biro Moskow tahun 1922-1936, dan kini dikritik khalayak luas atas gambaran subyektifnya tentang diktator Soviet Joseph Stalin.

Ia pun dianggap seperti anak muda Barat lain yang mencari penghidupan dengan membantu mencerahkan citra negara-negara pecahan Soviet. Seperti halnya para pemuda yang dibayar oleh stasiun televisi Russia Today, atau seperti agen humas asal AS, Ketchum, yang disewa Kremlin untuk membenahi citra mereka di mata publik pada tahun 2006.

Callahan–yang tidak ingin menyebutkan berapa bayaran yang diterimanya dari televisi Chechnya–menampik semua tuduhan itu. Ia mengatakan, program yang dipandunya adalah untuk menghormati kebudayaan Chechnya.

“Saya melihat sisi keindahan, betapa orang-orang berusaha untuk mempertahankan budaya dan tradisi mereka. Saya menyoroti orang-orang dan tempat-tempat yang membuat perubahan positif bagi Republik Chechnya,” papar Callahan.

“Terakhir kali saya mengecek kamus, kata positif tidaklah sama dengan propaganda,” tegasnya.

Kagumi Kadyrov

Cerita tentang aktivitas Kadyrov, cukup sering mengisi program acara Callahan, yang setiap pekannya menampilkan rekaman Kadirov sedang meresmikan rumah sakit, mengunjugi sekolah atau meresmikan monumen. Demikian pula di situs tentang program acara televisi yang diasuhnya.

Pengakuan Kadyrov secara terbuka bahwa ia pernah menghabisi nyawa beberapa lawan politiknya, dan kritikan tajam atas Kadyrov oleh Natalya Estemirova, tidak membuat kekaguman Callahan atas pemimpin Chechnya itu pudar.

“Kesan pertama saya, wow, sungguh ia seorang yang rendah hati. Ia lucu, dia sering bercanda. Pandai. Dan seorang lelaki sejati.”

“Tapi yang paling penting di atas segalanya adalah, ia sangat bangga sekali dengan tanah air dan kebudayaannya. Dia sangat mempesona. Jujur, saya belum pernah bertemu orang seperti itu.”

“Hal tersebut membuat saya ingin bekerja lebih giat, karena saya melihat orang ini menyerahkan seluruh jiwanya, membuat kemajuan yang pesat dalam melestarikan kebudayaannya, membuka kembali sekolah-sekolah dan rumah sakit,” paparnya.

Bagi Callahan, sepanjang pengetahuannya, tudingan atas pelanggaran HAM yang dilakukan Kadyrov, hanyalah spekulasi, rumor, dan gosip.

Mantan model itu rupanya masih betah berlama-lama di Chechnya. Ia telah memperpanjang kontraknya hingga satu tahun ke depan. Wanita itu juga akan menerbitkan sebuah buku, “Diary of a Fashion Model in Chechnya,” dan juga mungkin akan segera merilis sebuah lagu dalam bahasa Chechnya. [di/frerl/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Ya Allah, Ternyata Aku Belum Mampu Bersyukur

Ya Allah, Ternyata Aku Belum Mampu Bersyukur

Jihadnya Sang Muazin Tunanetra

Jihadnya Sang Muazin Tunanetra

IMS dan Baznas Gelar Khitanan Muallaf Pedalaman Mentawai

IMS dan Baznas Gelar Khitanan Muallaf Pedalaman Mentawai

Saat Pergi Truk Ditarik, Pulangnya Hampir Masuk Jurang

Saat Pergi Truk Ditarik, Pulangnya Hampir Masuk Jurang

Membela Akidah di Kampung Laut

Membela Akidah di Kampung Laut

Baca Juga

Berita Lainnya