Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Feature

Penjara Disewakan, Hubungi Pengadilan AS!

Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan asisten sherrif wilayah Orange County, yang menghabiskan waktunya setahun dalam bui, akan merasakan kenyamanan dalam sel pay-to-stay di penjara kota Fullerton. Pelaku dua kejahatan berat itu akan merasa seperti piknik.

Penjara yang ditempatinya bukanlah seperti penjara Mayberry, di mana keadilan ditempa dengan “keramahtamahan” ala Amerika bagian selatan.

Ia telah menyewa sebuah sel di penjara kota Fullerton untuk menjalani satu tahun vonis hukumannya, karena telah berbohong kepada juri pengadilan dan menggunakan helikopter milik pemerintah setempat tanpa izin. Demikian kata polisi dan jaksa wilayah setempat.

George Jaramillo, 46, sejak April mulai menjalani masa kurungannya di penjara kota pilihannya, setelah menyatakan tidak banding atas vonis 2 kejahatan yang telah dilakukannya. Sebagai balasannya jaksa wilayah menggugurkan 9 tuntutan lain dan setuju jika ia tidak harus menjalani masa hukumannya di penjara county (wilayah setingkat kabupaten).

Ia bisa mendapat vonis 13 tahun kurungan di penjara negara bagian jika terbukti bersalah atas semua tuntutan yang diajukan jaksa, serta harus meringkuk dalam sel yang menyedihkan, yang berjarak 3 kaki saja dari kran air minum yang sering dipakai penghuni penjara, dengan tugas rutin membersihkan kran air itu.

Dibandingkan dengan penjara negara bagian, sel pay-to-stay bisa dibilang seperti kemah musim panas. Seorang narapidana yang mampu membayar untuk sel penjara yang ditempatinya, akan menikmati berbagai keistimewaan, yang membuat masa hukumannya menjadi nyaman untuk dijalani. Sebagai fasilitas awal, Jaramillo boleh membawa ponsel dan komputer laptopnya ke dalam penjara.

Seorang pegawai penjara, Efren Ragay bercerita, ada seorang penulis naskah film yang membayar selnya selama masa hukuman singkat yang dijalaninya di penjara Fullerton. Ia bisa menyelesaikan naskah filmnya dengan menggunakan laptop selama dalam kurungan.

Petugas penjara mengatakan, Jaramillo akan mempunyai status “dipercaya,” sebagaimana para narapidana lain yang mengambil paket pay-to-stay. Ia diperbolehkan berkeliling keluar bangunan penjara, namun tidak melebihi batas pagar. Para penjaga tidak peduli mereka berjalan-jalan, sebab jika melanggar batas mereka akan segera dipindahkan ke sel biasa, sel yang mereka hindari. Semasa dalam tahanan, Jaramillo akan memakai seragam oranye bertuliskan huruf FPD.

Jaramillo juga akan diperbolehkan menerima kunjungan keluarga di teras depan pos penjagaan polisi. Di sana ia bisa menikmati makanan ala restoran yang dibawa keluarganya. Jika tidak, maka ia akan menikmati makanan beku yang dihangatkan di microwave sebagai menu makan malamnya.

Biaya yang harus dikeluarkan sebagai “tamu kota” bisa mencapai USD 75 per hari. Biasanya, total biaya sewa harus dibayar dimuka. Namun, karena masa kurungan Jaramillo yang cukup lama, kemungkinan ia bisa melunasinya dalam beberapa kali cicilan, demikian kata Letnan John Petropolus. “Jika Anda dipenjara, maka uang sewa sebesar USD 75 sehari, akan menjadi pengeluaran terbaik yang pernah Anda lakukan. Anda tidak perlu khawatir kalau-kalau akan dipukuli oleh seorang napi yang botak dan bertato,” katanya.

Berbagai kota mulai membuka penjaranya untuk disewakan kepada narapidana sekitar sepuluh tahun lalu. Kurang lebih ada 15 kota di wilayah Los Angeles dan Orange yang menyewakan sel penjara kepada para napi beresiko rendah. Di antaranya, kota Pasadena, Alhambra, Seal Beach, dan Huntington Beach. Tarifnya berbeda antara satu penjara dengan penjara lain. Tarif sel di Fullerton cukup bersaing dibandingkan dengan tarif sel di penjara Torrance, di mana narapidana harus membayar USD 171 per hari.

Tidak ada catatan jelas berapa banyak narapidana pria dan wanita yang telah memanfaatkan fasilitas pay-to-stay. Tapi pada umumnya, hanya narapidana yang beresiko rendah dengan vonis satu atau kurang dari satu tahun penjara, serta melakukan kejahatan tanpa kekerasan, yang biasanya diterima.

Program ini jarang diketahui orang banyak, namun seiring popularitasnya yang meningkat begitu cepat, sebaiknya Anda segera memesan tempat jika akan dipenjara. Dale Miller, pengurus penjara kota Huntington Beach mengatakan, fasilitas di tempatnya yang bisa menampung 8 napi pria dan 4 napi wanita, bulan Juni lalu sudah penuh dipesan. Ia mengatakan bahwa ia harus menolak sekitar separuh dari jumlah narapidana yang mengajukan permohonan sel pay-to-stay.

Selebriti yang pernah memanfaatkan fasilitas ini antara lain aktor Christian Slater yang divonis 59 hari kurungan di penjara kota Verne karena kasus pemukulan dan narkoba. Produser musik rap Dr Dre, yang divonis 5 bulan kurungan di penjara Pasadena karena melanggar masa percobaan.

Menuai kritik

Sel penjara pay-to-stay ini menuai kritik, yang mengatakan bahwa progam tersebut merupakan contoh nyata tidak meratanya keadilan di negeri Paman Sam.

“Hal itu melambangkan adanya sistem dua lapis di negeri ini, antara yang mampu dengan yang tidak mampu,” kata Paul Wright, editor majalah Prison Legal News, yang memberikan advokasi bagi narapidana.

“Yang miskin hanya berhak untuk memanfaatkan, tapi tidak mampu membayar untuk bisa menikmatinya. Ini menjadi semacam lelucon bagi asas persamaan dalam hukum.”

Meskipun Jaramillo boleh memilih penjara untuk dirinya, pilihannya itu harus mendapat persetujuan hakim. Jaksa wilayah Tony Rackauckas, yang juga punya hak suara untuk menetapkan dipenjara mana Jaramillo harus menjalani hukumannya, telah mengajukan keberatan.

“Saya tidak setuju atas perlakuan istimewa apapun untuk Jaramillo, termasuk penggunaan ponsel dan komputer pribadi,” katanya.

Pengacara Jaramillo, Robert Corrado mengatakan, ia dan kliennya telah memilih di antara beberapa penjara di California Selatan, dengan keselamatan Jaramillo sebagai pertimbangan utamanya. “Tempatnya harus layak, bersih. Tempat di mana keluarganya bisa mengunjungi,” katanya.

Bill Naber, seorang konsultan penjara dan mantan Kapten sheriff di Sonoma County mengatakan, meskipun Jaramillo diperintahkan untuk menjalani hukumannnya di penjara county, maka ia tidak akan menjalaninya di penjara Orange County, karena kemungkinan ada narapidana yang akan balas dendam terhadap dirinya.

Petropulos mengatakan, Jaramillo juga akan mendapatkan tugas yang harus dikerjakannya selama di penjara Fullerton. Tugasnya berupa memanaskan makanan beku untuk narapidana lainnya dan mengepel serta membersihkan penjara Fullerton yang tua namun kondisinya baik itu.

Jaramillo akan berbagi dengan seorang napi lain dalam sel seluas kamar mandi kecil. Mereka akan menggunakan sebuah toilet dalam sel yang ada di belakang tabir dari kanvas, yang hanya memberikan sedikit privasi. Di samping toilet ada pancuran air dengan lemari dinding, seperti yang ada di sekolah. Sebuah meja kecil dengan dua kursi memisahkan tempat tidur mereka.

Jaramillo bisa bersantai di dalam selnya dengan menonton televisi, atau film dengan menggunakan sebuah VCR. Sebuah pesawat telepon dinding di bawah televisi bisa dipergunakannya untuk menelepon secara collect call jika ia tidak diperbolehkan membawa ponsel. Di dalam selnya juga ada sebuah rak yang berisi bahan bacaan. Fasilitas rekreasi lain yang tersedia hanya ring untuk memasukkan bola yang ada di halaman penjara.

Penjara Fullerton dibangun pada masa Depresi Besar oleh Works Progress Administration, namun demikian semua fasilitas yang ada sudah menggunakan peralatan elektronik. Dan alat pengawasannya juga sama seperti penjara moderen lainnya.

“Mungkin seperti penjara Mayberry tapi dilengkapi dengan teknologi moderen,” kata Ragay yang telah bekerja di sana 20 tahun. [dija/lat/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Semoga Perniagaanku Bisa Menyelamatkan dari Azab

Semoga Perniagaanku Bisa Menyelamatkan dari Azab

Menjenguk Saksi Bisu Perang Dunia II

Menjenguk Saksi Bisu Perang Dunia II

Sampai Kedua Ustadz ‘Dilempari’ Uang Berjamaah…

Sampai Kedua Ustadz ‘Dilempari’ Uang Berjamaah…

Masjid Ar-Rabithah, Kudus: Dijuluki Masjid “Pelarian”

Masjid Ar-Rabithah, Kudus: Dijuluki Masjid “Pelarian”

“Bahasa Burung” Warga Kuşköy yang Terancam Punah [2]

“Bahasa Burung” Warga Kuşköy yang Terancam Punah [2]

Baca Juga

Berita Lainnya