Ahad, 24 Januari 2021 / 10 Jumadil Akhir 1442 H

Mereka Memilih Berani

Semangat Juang dan Teladan dari dr Saifuddin Hamid

Istimewa
dr. Saifuddin Hamid, dokter senior IMS
Bagikan:

Hidayatullah.com | ISLAM selalu memberikan dorongan agar umatnya membaca dengan sebaik-baiknya, bahkan pada tingkat membaca dengan nama Rabb, “Iqra’ Bismirabbik.”

Menariknya, ruang itu selalu terbuka, bahkan dari orang-orang yang tak jauh dari kebiasaan dan kehidupan kita. Satu di antaranya kita bisa lakukan itu atas kepergian sosok pejuang kesehatan, dr. Saifuddin Hamid.

Direktur IMS, Ustadz Imran Faizin mengabariku melalui pesan pendek di Whatsapp bahwa telah meninggal dunia, dokter senior dan sosok pendiri dari Islamic Medical Service, dr. Saifuddin Hamid pada hari ini Jumat, 24 Jumadil Awwal 1442 H (08/01/2021).

“IMS sedang berduka, tadi sebelum Jumat dokter pengawas IMS meninggal,” tulisnya yang langsung kubalas dengan doa semoga Allah muliakan beliau di alam barzakh.

Hobi yang Tidak Biasa

Menurut Ustadz Imran Faizin, sosok dr Saifuddin Hamid tak ubahnya manusia umumnya, termasuk dalam keseharian, memiliki hobi yang selalu dilakukan setiap ada kesempatan.

Namun, hobi bukan sembarang hobi. “Setiap libur beliau selalu mengadakan bakti sosial. Jadi, tak mau beliau ada waktu senggang, melainkan memberi manfaat bagi sesama,” katanya.

Berkat hobi itu, dr Saifuddin Hamid tak pernah mau ketinggalan dalam setiap aksi bakti sosial di pedalaman. Sebuah titik lokasi yang tak dekat tentunya dan butuh waktu dalam perjalanan.

“Kalau dalam perjalanan, kala malam dan lelah menerpa, beliau memilih tidur di masjid atau mushalla, bahkan SPBU untuk istirahat daripada menginap di hotel. Ini bukan soal uang, ya, tapi memang itulah hobinya,” imbuh Ustadz Imran.

Hobi kemanusiaannya memang sangat kental, pada 13 September 2017 bersama BNPB berangkat menemui pengungsi Rohingya di ke Bangladesh untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi di sana, yang kondisinya amat memprihatinkan.

“Keadaan pengungsi sangat memprihatinkan sekali,” ungkapnya seperti dirilis hidayatullah.com (30/09/2017) pukul 08.00 WIB.

Legacy

Hidup harus memberikan nilai warisan yang positif (legacy) tampaknya benar-benar dapat kita lihat dari sosok dokter senior ini.

“Beliau bersama IMS telah mengkhitan ribuan muallaf,” kata Ustadz Imran.

Lebih dari itu, upayanya untuk menjaga hubungan vertikal dengan Allah Ta’ala sangat intens beliau lakukan.

“Untuk urusan spiritual, beliau selalu umrah dalam beberapa bulan sekali. Tiap tahun juga mendampingi jamaah haji. Jadi padat aktivitas beliau serta sarat makna dan pengabdian kepada umat,” sambungnya.

Kini sosok yang tinggal di seberang Al-Jazera, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur itu telah tiada. Segenap keluarga besar IMS dan bahkan Hidayatullah berduka atas kepergian dokter yang gigih dan penuhi legacy ini.

Sekretaris Jenderal Pemuda Hidayatullah, Majelis bin Mustofa menuturkan bahwa dr Saifuddin Hamid juga sangat peduli terhadap generasi muda.

“Selama hidup beliau, sempat beberapa kali mendukung dan bekerja sama membantu BEM STIE Hidayatullah Depok, tepatnya saat seluruh mahasiswa mengadakan kegiatan bakti sosial di Sukabumi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Jakarta, M. Isnaini mengatakan, “Masya Allah… cukup dekat dengan beliau, beliau sangat baik dan tulus dalam usaha keummatan bersama IMS, beliau dokter senior yang kaya legacy,” ucapnya.

Tidak tertinggal, Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya menyampaikan, “dr Syaifuddin, pejuang media dan kemanusiaan. Semoga husnul khotimah dan Allah Subhanahu Wata’ala menerima semua amal baiknya.”

Pimpinan Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Ustadz Syakir Syafi’i juga memberikan kesaksiannya.

“Dokter Saifuddin Hamid adalah sosok yang cukup lekat di mata kader-kader Jogja, karena beliau bersama IMS sangat sering bolak-balik melakukan aksi kemanusiaan di Jogja dan sekitarnya, khususnya dalam tanggap bencana musibah letusan Merapi.”

Pada akhirnya, generasi muda Hidayatullah dalam hal ini adalah segenap kader dan pengurus serta anggota Pemuda Hidayatullah harus mengambil spirit hidup beliau yang sederhana, namun penuh dedikasi dalam kehidupan umat.

Selamat jalan dokter kebanggaan umat yang tak pernah lelah berjuang menebar manfaat dan maslahat. Semoga kami yang di belakang dapat mengambil semangat dan keteladanan yang telah engkau torehkan dalam berbakti kepada umat. Semoga engkau dalam ridha dan surga Allah Ta’ala. Aamiin.* Imam Nawawi (Ketua Umum Pemuda Hidayatullah)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Mendirikan Pesantren di Tengah Hutan: Tak Minggir karena Cibiran

Mendirikan Pesantren di Tengah Hutan: Tak Minggir karena Cibiran

Tetap Tegar Meski Tak Lagi Mendengar

Tetap Tegar Meski Tak Lagi Mendengar

Membela Akidah di Kampung Laut

Membela Akidah di Kampung Laut

Masjid Bersemi dari Kandang Sapi

Masjid Bersemi dari Kandang Sapi

Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Baca Juga

Berita Lainnya