Jum'at, 5 Maret 2021 / 21 Rajab 1442 H

Mereka Memilih Berani

Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Bagikan:

Hidayatullah.com | BERDAKWAH di masjid itu biasa. Berdakwah kepada pencandu narkoba, pemabuk, penjudi dan pencuri, nah ini yang tidak biasa. Itulah yang dilakukan Muhammad Ali atau akrab dipanggil Abah Ali.

Awalnya hanya beberapa orang. Lalu kini menjadi puluhan. Abah menyebut mereka sebagai orang-orang “istimewa.” Hampir semuanya bertato. Bahkan, tak hanya badannya, ada yang matanya pun  ditato.

Mereka tinggal di rumah Abah, yang disebutnya base camp. Rumah itu tak jauh dari Pesantren Ta’amirul Islam, Solo dimana Abah menjadi salah satu pimpinannya.

Mereka datang dari berbagai daerah. Ada dari Solo dan sekitarnya. Ada juga dari Madiun, Lampung dan  Surabaya. Ada pula dari Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat.

Gus Awud menilai, apa yang dilakukan Abah itu tidak mudah. “Tak semua lembaga Islam atau dai mampu melakkan,” katanya. Karena itu, kata sahabat Abah Ali  ini, kita perlu mengapresiasi.

Benar,  memang tidak mudah. Tapi Abah Ali yang lulusan Pondok Modern Gontor ini punya kiat sendiri sehingga mampu bertahan hingga belasan tahu.  Seperti apa kiatnya, saksinya vidionya di channel Suara Hidayadatullah di youtube.*

Rep: Mwr
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kisah Pengasuh Pesantren Di Tobelo

Kisah Pengasuh Pesantren Di Tobelo

Anak Muda, Sukses Bisnis Peternakan Berkat Rutin Ngaji

Anak Muda, Sukses Bisnis Peternakan Berkat Rutin Ngaji

Masjid Bersemi dari Kandang Sapi

Masjid Bersemi dari Kandang Sapi

Kepala Sekolah Ini Rela Antar-Jemput Siswanya dengan Motor

Kepala Sekolah Ini Rela Antar-Jemput Siswanya dengan Motor

Ustadz Amin Mahmud: Diuji di Usia Senja [1]

Ustadz Amin Mahmud: Diuji di Usia Senja [1]

Baca Juga

Berita Lainnya