Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Mereka Memilih Berani

Puluhan Warga Suku Toguti Masuk Islam, Butuh Sentuhan Dai

ISTIMEWA
Nurhadi (34), dai hidayatullah yang ditugaskan di Halmahera mengunjungi suku-suku pedalaman yang sebagian besar belum beragama
Bagikan:

Hidayatullah.com—Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah,  dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat), barangsiapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat),” demikan salah satu kutipan Surat al A’raf.

Kutipan ini nampaknya cocok dengan kabar yang terjadi pada 10 orang Suku Toguti yang enam bulan lalu telah menyatakan memeluk agama Islam.

Nurhadi bersama warga Suku Togutil di Halmahera Tengah yang sudah memeluk Islam (hidayatullah.com/Nurhadi)

Suku Togutil (artinya primitif) banyak tinggal di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Atau dalam bahasa Halmahera pongana mo nyawa, suku yang hidup di hutan dengan cara hidup berpindah-pindah di dalam hutan Wasile, di  timur Ternate.

Suku yang memiliki rumpun seperti Suku Tobelo ini  hidup dalam kondisi primitif,  suka hidup berkelompok dan tidak mengenal huruf. Mereka tidak mengenal kebersihan bahkan untuk buang air yang benar saja belum bisa.

Baca:  Ratusan Warga Suku Anak Dalam Jambi Masuk Islam atas Kesadaran Sendiri

Kisahnya berawal saat mereka bertemu dengan orang  kampung beragama Islam. Mereka mengaku sudah 3 hari tidak mendapatkan makanan di hutan. Bersyukur orang kampung tesebut bisa berbahasa suku dengan mereka dan akhirnya memberi makan dan pakaian.

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, setelah terjadi komunikasi, sekitar 10 orang Suku Togutil ingin keluar dari hutan dan kehidupan seperti di kampung/desa. Dari sinilah akhirnya mereka ingin memeluk Islam.

“Alhamdulillah mereka sekarang sudah masuk Islam dan dalam proses pembinaan. Mereka sedang diajari masyarakat berpakaian, memasak, kebersihan, menulis dan membaca. Dan yang lebih penting lagi adalah pembelajaran ibadah seperti shalat,”  demikian dikisahkan Nurhadi, seorang dari Hidayatullah di Halmahera.

Baca:  Setelah Bersyahadat, Ratusan Anak Suku Wana Dikhitan Massal Gratis

Ia berharap ada dari kelompok Muslim atau dermawan ikut berpartisipasi dalam proses pembinaan Suku Togutil ini.

“Kita masih butuh pakaian biasa/shalat, biaya logistik dapur dan pembuatan rumah papan sederhana,” tambah Nurhadi.

“Alhamdulillah baru kali ini orang Suku Togutil masuk Islam, biasanya orang suku ini yang turun ke kampung masuk Kristen. Mari kita sama-sama bina mereka,” ujar Habib, Imam Masjid Al Munawar, Ternate, Halmahera setelah prosesi syahadat mereka.

Butuh banyak dai

Di Halmahera sendiri masih banyak orang suku pedalaman yang belum punya agama. Hidup mereka nomaden, satu dua tahun kadang pindah tempat. Hidupnya tergantung hasil hutan alam sekitar. Sebagian kecil mereka sudah berpakaian sementara lainya belum banyak yang berpakaian.

Bulan  Januari 2017 bulan lalu da’i Hidayatullah sempat menelusuri dan masuk ke hutan. Perjalanan dilakukan menggunakan kapal kayu 8 jam dilajutkan jalan darat dengan naik motor darat sekitar 1/2 hari. Masih dilanjutkan jalan kaki menulusuri sungai sepanjang 10 KM.

“Kadang kita melewati sungai  yang penuh dengan pulahan buaya di dalamnya,” ujar Nurhadi kepada hidayatullah.com.

Anak-anak dari Suku Togutil sedang belajar shalat (hidayatullah.com/Nurhadi)

Di sana kita ia mengaku bertemu suku pedalaman yang belum punya agama sekitar 30 orang.

“Kata mereka di tengah hutan seperti ini masih ada ratusan lagi orang suku yang belum punya agama.”

Baca:  Berbekal Janji Allah, Feri Rela Hidup Bersama Masyarakat Kumbe

Di daerah ini, ujar Nurhadi, agama lain terus bergerak. Para misionaris,  terus bekerja di mendekati orang-orang suku pedalaman. Bahkan mereka punya lapangan terbang pesawat-pesawat kecil di sekitar daerah suku pedalaman.

Di tempat penuh tantangan ini, ujar Nurhadi, dibutuhkan dai-dai yang siap bertugas tanpa pujian kecuali pujian dari Allah Subhanahu Wata’ala.

“Kita ingin mendekati dan memberikan dakwah Islam kepada mereka. Semoga Allah memudahkan langkah ini,” ujar Nurhadi yang kini merintis pendidikan Islam dan pondok pesantren  di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kandang Sapi ‘Disulap’ Menjadi Kelas

Kandang Sapi ‘Disulap’ Menjadi Kelas

POSDAI latih Kader Dai Muda

POSDAI latih Kader Dai Muda

Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Barusan Dapat Daging Qurban

Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Barusan Dapat Daging Qurban

Jihadnya Sang Muazin Tunanetra

Jihadnya Sang Muazin Tunanetra

Dakwah Pak Jenggot di Tengah Malam

Dakwah Pak Jenggot di Tengah Malam

Baca Juga

Berita Lainnya