Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Mereka Memilih Berani

Dai Gunung Kidul Butuh Perhatian

Bagikan:

SARNJONO mulai gelisah. Bulan sudah mau habis, tapi kantongnya masih ‘kering’. Padahal awal Juni, ia mesti menggaji para dai di Gunung Kidul, DIY.

Sejak beberapa bulan lalu, ia memang mengumpulkan orang-orang yang punya kepedulian kepada agamanya, Islam.  Ia mengajak mereka bergerak membina umat. ‘Karena keadaan Gunung Kidul sudah kritis,” kata Sarjono, yang sudah lama berdakwah di Gunung Kidul ini.

Gunung Kidul dikenal sebagai salah satu daerah miskin di DIY. Karena kemiskinan itulah daerah ini menjadi sasaran empuk Kristenisasi. “Sudah banyak umat Islam yang berhasil mereka murtadkan,” kata Sarjono.

Untuk membendung Kristenisasi itulah, ia mengajak rekan-rekannya bergerak. Salah satu program mereka adalah menghidupkan majelis taklim dan Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ). “Alhamdulillah, mereka sekarang sudah bergerak,” kata Sarjono.

Problemnya adalah dana. Untuk bergerak itu tentu mereka perlu ‘bensin’, sekalipun sejak awal mereka tidak pernah bicara soal honor. Tetapi Sarjono kasihan, karena mereka hampir semuanya hidup dengan ekonomi pas-pasan.

Salah satu contohnya Suhardi. “Dia tiap hari bekerja mencari barang bekas,” kata Sarjono. Barang itu kemudian dia jual dan hasilnya untuk menghidupi dirinya dan neneknya yang sudah renta.

Sekalipun hidupnya pas-pasan,  Suhardi rela menyisihkan sebagian waktunya untuk mengajar di TPQ tanpa digaji. “Tiap hari waktu sore ia mengajar di TPQ dari dusun ke dusun,” jelas Sarjono.

Untuk membantu gerak para dai itu, Sarjono berusaha memberi uang transpot tiap bulan. “Besarnya beda-beda, ada yang 100 ribu dan ada pula yang 150 ribu, tergantung uang yang ada,” jelas Sarjono.

Karena Sarjono sendiri hidupnya juga pas-pasan, tiap bulan ia mesti pontang-pontang mencari uang transpot para dai itu. Barangkali ada pembaca yang berkenan membantu dakwah di Gunung Kidul, silakan hubungi Sarjono 085741152955. Jazakumullah khaira katsira.*

Rep: Bambang S
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Membela Akidah di Kampung Laut

Membela Akidah di Kampung Laut

Setelah Berbagi Kurban, Kembali Mengantar Syadahat Warga Pedalaman Halmahera

Setelah Berbagi Kurban, Kembali Mengantar Syadahat Warga Pedalaman Halmahera

Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Barusan Dapat Daging Qurban

Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Barusan Dapat Daging Qurban

Tak Kendur Mencetak Dai, Meski Dicap Stres

Tak Kendur Mencetak Dai, Meski Dicap Stres

Dakwah Mantan Preman di Bumi Cendrawasih

Dakwah Mantan Preman di Bumi Cendrawasih

Baca Juga

Berita Lainnya