Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Mereka Memilih Berani

Mengkader Dai dari Bawah Pohon dan Musholla

ahmad damanik
Bagikan:

Hidayatullah.com–Untuk menjadi sekolah yang melahirkan kader dai berkualitas diperlukan guru dan sistem kurikulum yang berkualitas. Diharapkan saat mereka lulus sudah memiliki kemampuan untuk berdakwah di tengah masyarakat dan dalam kondisi apapun dengan ilmu Islam yang memadai. Hal ini disampaikan Ustadz Syaefudin, pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Hidayatullah Pulau Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, hari Sabtu (01/02/2014).

Dua hal itulah yang terus diupayakan di pesantren yang berlokasi di Kelurahan Sememal Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun. Menurut Ustadz Syaefudin, pesantrennya mencoba menerapkan sistem Kulliyatul Mu’allimin Islamiyyah (KMI).

“Dengan sistem itu, para murid akan mendapatkan pelajaran agama lebih tinggi daripada tingkat Aliyah,” ujar Ustadz Syaefudin, lulusan Darul Huffadz, Bone, Sulawesi Selatan.

Hanya saja, katanya, untuk para pengajarnya pun setidaknya yang pernah mondok di pondok pesantren yang menerapkan sistem yang sama.

“Alhamdulillah, ada beberapa yang memenuhi kualifikasi, tapi masih belum memadai,” kata Syaefudin yang mulai merintis sekolah ini sejak tahun 2008.  Karena keterbatasan guru itu, aku Syaefudin, dirinya pun masih harus mengajar beberapa mata pelajaran.

Meski begitu Syaefudin masih bersyukur, karena murid-muridnya tetap bisa belajar. Bahkan, beberapa perlombaan seperti musabaqah tilawatir al-Qur’an, membaca kitab, dan beberapa cabang olahraga berhasil diraih oleh santri-santrinya.

“Alhamdulillah, melalui perlombaan ini, Pesantren Hidayatullah Karimun cukup diperhitungkan di tingkat kabupaten,” aku Syaefudin. Kemampuan membaca kitab bertuliskan arab ini, kata Syaefudin, sebab sejak kelas 2 SMP para santri sudah harus berbahasa Arab di kelas.

Hanya saja, kondisi ini membuat beberapa santri tidak bisa bertahan. “Sebenarnya tidak hanya itu, alasan lainnya juga karena mereka tidak terbiasa dengan kedisiplinan yang ditanamkan. Aktivitas sejak jam 4 pagi hingga malam,” ujar Syaefudin. Tapi, kata pria ramah ini, begitulah sekolah yang berupaya menghasilkan kader dai.

Sekolah yang termasuk non formal ini, terang Syaefudin juga memberikan keterampilan kepada para santrinya, seperti merangkai bunga, komputer, beladiri, peternakan, dan juga perikanan.

“Agar nantinya mereka bisa menyesuaikan dengan kondisi daerah dakwah,” harap Syaefudin yang ingin mendidik kader dai yang mandiri dan siap berkarya.

Menurut Ustadz Jamaluddin Nur, Ketua Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau, Pondok Pesantren Hidayatullah Karimun ini merupakan pengembangan kedua di provinsi Kepri.

“Alhamdulillah, Pesantren Hidayatullah Karimun berkembang cukup baik. Masyarakat juga banyak mendukung,” papar Ustadz Jamal. Namun begitu, harap Ustadz Jamal, para pengurus harus terus memacu dengan menambah sumber daya manusia dan kemampuan para dai.

“Juga bagaimana pondok bisa mengelola sumber daya alam, sumber daya insani, dan sumber daya finansial,” ulasnya.

Bawah Pohon dan Mushola Jadi Tempat Belajar

Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Balai Karimun berada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Untuk menuju daerah ini, jika ditempuh dari Pelabuhan Sekupang Batam harus menggunakan kapal Ferry dengan harga tiket Rp 85 ribu.

“Kapal sudah ada sejak jam 6 pagi, dan terakhir sekitar pukul 5 sore,” ujar salah seorang pekerja kapal Ferry.

Menurut Ustadz Syaefudin, pesantren kini tengah berusaha melakukan penambahan fasilitas bangunan lokal belajar. Pasalnya, saat ini hanya tersedia lokal belajar sebanyak 7 kelas.

“Idealnya, untuk menampung seluruh murid, pesantren harus memiliki 10 lokal belajar. Walhasil, santri yang tidak kebagian kelas masih belajar di bawah pohon dan musholla pesantren,” terang Ustadz Syaefudin.

Ia berharap, ada kaum Muslimin dan Muslimat yang dapat membantu pengembangan pesantrennya.*
Dukung dakwah para dai nusantara melalui rekening donasi  Bank Syariah Mandiri  7333-0333-07 a/n:Pos Dai Hidayatullah, BNI, no rek: 0254-5369-72, Bank Muamalat no rek: 0002-5176-07. Ikuti juga program dan kiprah dakwah dai lainnya serta laporan di portal www.posdai.com

Rep: Ahmad Damanik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Barusan Dapat Daging Qurban

Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Barusan Dapat Daging Qurban

Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Corona Mewabah, Inilah Dakwah Tak Biasa

Perjuangan Badru di Batu Putih

Perjuangan Badru di Batu Putih

Berdakwah di Atas Bis Kota

Berdakwah di Atas Bis Kota

Ustadz Ini Diusir dari Kontrakan Saat Merintis Pesantren

Ustadz Ini Diusir dari Kontrakan Saat Merintis Pesantren

Baca Juga

Berita Lainnya