Senin, 25 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Kisah & Perjalanan

Mengintip Dakwah di Pulau Aru: TNI Pun Ikut Bantu Bangun Pesantren Dobo

Bagikan:

Hidayatullah.com — Hari itu, 28 September satu tahun yang lalu, sebuah kayu besar ditancapkan di tengah-tengah lahan kosong yang rencananya akan didirikan Pesantren Hidayatullah, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Dan, hari ini (28/9), cerita Daeng Muhammad Ja’far, salah seorang simpatisan pesantren Hidayatullah di Dobo, genap satu tahun kemudian, sebuah masjid telah berdiri di atas pancang-pancang tersebut.

Masjid bernama Ibadurrahman yang berdiri di atas tiang-tiang pancang tersebut berukuran 8 x 8 meter persegi. Dinding dan lantainya terbuat dari papan. Di sanalah para santri belajar mengaji al-Quran bersama tiga pengasuh muda.

Setelah masjid berdiri, dibangun pula asrama santri dan pengasuh, serta sebuah gazebo. Semua bangunan itu terbuat dari papan dan kayu.

Pesantren ini terletak cukup jauh dari jalan besar, tepatnya di Rt 8 Kelurahan Siwalima, Dobo, Kepulauan Aru. Untuk sampai ke pesantren ini kita perlu berjalan kaki sekitar 20 menit melewati jalan setapak dari tanah. Bila hujan, jalanan jadi becek.

Yang menarik, cerita Ust Sulaiman Ismail, ketua DPW Hidayatullah Maluku, saat membersamai tim Pos Dai Hidayatullah melakukan Safari Dakwah di Kepulauan Aru pada 28/9, di awal pembangunan pesantren ini, para tentara dari Batalyon Infantri 734, Kepulauan Aru, ikut membantu.

Keterlibatan mereka diawali ketika Sulaiman, yang merintis pembangunan pesantren Hidayatullah Dobo, merasa kebingungan bagaimana membersihkan semak-semak di atas lahan hibah seluas 2 hektar yang diamanahkan kepadanya untuk dibangun pesantren. Ia jelas tak akan kuat membersihkan lahan itu sendirian.

Sulaiman teringat dengan komandan Batalyon Infantri 734. Sang komandan pernah meminta Sulaiman untuk mengisi khutbah Jumat di markas mereka.

Sulaiman kemudian menemui sang komandan, mengutarakan persoalannya. Sang komandan langsung memerintahkan 20 tentara untuk membantu membersihkan lahan Pesantren Hidayatullah. Hanya butuh dua hari, lahan pesantren langsung bersih. “Alhamdulillah, Pak Komandan langsung memimpin pembersihan itu,” cerita Sulaiman.

Yang tak kalah menarik, sebagian tentara yang membantu membersihkan lahan tersebut bukan beragama Islam. Ini terlihat jelas dari kalung yang mereka kenakan. Namun, mereka tetap semangat bekerja.

Inilah pesantren pertama yang berdiri di Kabupaten Kepulauan Aru. Total jumlah penduduk Kepulauan Aru sekitar 42 ribu orang, di mana jumlah kaum Muslim hanya 30 persen saja.*

Rep: Mahladi
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Idul Fitri Tak Masuk Hari Libur Nasional

Idul Fitri Tak Masuk Hari Libur Nasional

Di Kota Cengkeh, Ada Abu Bakar Tak Akui Sahabat Abu Bakar

Di Kota Cengkeh, Ada Abu Bakar Tak Akui Sahabat Abu Bakar

Melihat Caravansaray dan Hotel Gratis di Era Keemasan Islam [1]

Melihat Caravansaray dan Hotel Gratis di Era Keemasan Islam [1]

Negeri 2 Kiblat di Kampung Jawa Yang Jauh [2]

Negeri 2 Kiblat di Kampung Jawa Yang Jauh [2]

Vibeke Løkkeberg, We Pray for You and Your Friends…

Vibeke Løkkeberg, We Pray for You and Your Friends…

Baca Juga

Berita Lainnya