Senin, 12 Juli 2021 / 2 Zulhijjah 1442 H

Kisah & Perjalanan

Para Guru Rela Menunggang Unta ke Desa Terpencil agar Murid Tak Ketinggalan Pelajaran

KELOMPOK guru di Rajasthan, India rela berkorban untuk memastikan siswa pedesaan tidak ketinggalan pelajaran di tengah pandemi Covid-19. (ANI
Bagikan:

Hidayatullah.com | DI TENGAH  sekolah ditutup selama gelombang kedua Covid-19, para guru di Rajasthan’s Barmer mengerahkan upaya super ekstra dengan membawa ‘sekolah’ ke depan pintu siswa untuk memastikan pendidikan mereka tidak menderita selama pandemi. Mereka rela menyusuri di padang pasir dengan menunggangi unta agar murid-muridnya tidak ketinggalan mata pelajaran.

Foto: India.com KELOMPOK guru di Rajasthan, India rela berkorban untuk memastikan siswa pedesaan tidak ketinggalan pelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Memahami bahwa sejumlah besar siswanya kurang mampu karena tidak memiliki akses internet untuk belajar online, para guru ini berinisiatif untuk ‘turun ke lapangan’. Rombongan guru ini rela menjelajah padang pasir dengan menunggang unta pergi ke desa terpencil yang terletak di luar kota.

Sesuai jadwal, para guru ini akan berkendara tiga kali sehari untuk mencapai sekolah mereka di distrik Barmer. Berbicara kepada ANI, Saurav Swami, Direktur Departemen Pendidikan Rajasthan mengatakan, “Banyak siswa tidak memiliki ponsel. Jadi pemerintah negara bagian memutuskan bahwa guru akan pergi ke rumah mereka seminggu sekali untuk kelas 1-8, dan dua kali seminggu untuk kelas 9-12,” katanya dikutip Khaleej Times.

Sementara itu, upaya para guru juga diapresiasi oleh pihak administrasi sekolah.

“Beberapa guru benar-benar bekerja keras untuk memastikan siswa mendapatkan catatan reguler tepat waktu. Beberapa di antaranya adalah Muknaram Dhaka, Biharilal Dhaka dan Birmaram Bana. Kami telah memilih 100 siswa untuk dijangkau,” kata Kepala Sekolah SMU Bhimthal, Room Singh Jakhar.  “Saya salut dan berterima kasih kepada tim guru ini. Ini harus dilanjutkan lebih lanjut,” kata Roop Singh Jhakad.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

“Buldozer” yang Congkak Lagi Kejam

“Buldozer” yang Congkak Lagi Kejam

Lagi, Tenda di Mina itu ‘Menggaungkan’ Hidayah ke Filipina

Lagi, Tenda di Mina itu ‘Menggaungkan’ Hidayah ke Filipina

Terjang Hujan Lebat demi Belajar Al-Qur’an, Ayu Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Terjang Hujan Lebat demi Belajar Al-Qur’an, Ayu Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Pengalaman Terbang Bersama Ibu Hamil [1]

Pengalaman Terbang Bersama Ibu Hamil [1]

Kuliah Muslim Panas di Turki yang Menyenangkan

Kuliah Muslim Panas di Turki yang Menyenangkan

Baca Juga

Berita Lainnya