“Kejahatan Rezim China atas Uighur Melebihi Kekejaman Yahudi”

Amin bercerita, bahwa kejahatan rezim China kepada umat Islam di Turkistan (Xinjiang) melebihi kekejaman Yahudi. Ironisnya, kekejaman panjang ini tertutupi dengan rapi.

“Kejahatan Rezim China atas Uighur Melebihi Kekejaman Yahudi”
muzhirul haq
Muhammad Amin (kiri) warga Uighur yang kini menetap di Istanbul, Turki.

Terkait

SALAH satu pelajaran yang bukan kebetulan, saya dikumpulkan oleh Allah dengan para pelajar yang mayoritas dari negara yang sedang berkecamuk atau dijajah.

Setiap mereka punya cerita berbeda-beda. Ending-nya, betapa agama ini butuh perjuangan untuk mempertahankannya.

Salah seorang dari mereka, Muhammad Amin namanya. Berasal dari Turkistan Timur, negara mayoritas Muslim yang dijajah kemerdekaannya.

Bawaannya selalu ceria dan tersenyum, lembut, dan bersahaja. Tidak ada sedikit pun guratan kesedihan dari wajahnya.

Baca: Beijing Buat Undang-Undang Untuk “Chinaisasi” Ajaran Islam

Amin sangat menguasai ilmu bahasa Arab dan cabangnya. Ia disukai oleh semua masyaikh dan pelajar, bahkan orang Arab sendiri angkat topi untuk kemampuannya.

“Engkau boleh mentarjihkan apa yang engkau mau,” kata pengajar Tathbiq Lughowi ketika berdebat i’rab kalimat.

Setiap hari, Amin menghabiskan waktu menghapal dan murajaah Al-Qur’an. Dialek bahasa Uighur yang berbeda jauh membuatnya perlu berjuang keras untuk menghapal dan memperbaiki bacaan.

Baca: Komunis China Tutup 3 Masjid Milik Etnis Muslim Hui

Namun, di balik ketenangannya, banyak pelajaran bagi siapa saja yang kurang mensyukuri nikmat Allah.

Amin hampir enam tahun mencari keselamatan di negeri orang, dideportasi dari Thailand, keluar dari Malaysia, terakhir terdampar mencari suaka di Turki.

“Sampai sekarang saya tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga,” katanya pada saya suatu ketika.

Ya Rabb rasanya pingin menangis.

“Ibu saya berumur 66 tahun, tinggal berdua dengan anak saya. Semua keluarga laki-laki dipenjara, begitu juga istri saya. Tidak tahu bagaimana nasib mereka,” tuturnya.

Amin bercerita, bahwa kejahatan rezim China kepada umat Islam di Turkistan (Xinjiang) melebihi kekejaman Yahudi. Ironisnya, kekejaman panjang ini tertutupi dengan rapi.

Baca: Mengenal Para Ulama di Bumi Uighur

Beberapa masa rezim China berusaha membumihanguskan kaum Muslimin secara sistematis dan terencana. Seluruh akses internet diblokir. Sejak Amin berhasil lolos keluar Turkistan, tidak pernah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang tersisa.

Ah, batinku. Terkadang ada kesulitan yang kita anggap terlalu besar, padahal belum apa apa.

Mungkin apakah kita yang terlalu manja ataukah dia yang terlalu berat ujiannya?

Bagi saya, enam bulan berpisah keluarga teramat berat rasanya. Sedangkan dia, Amin, harapan untuk pulang saja seperti tidak ada warnanya.

Muhammad Amin, semoga Allah mengangkat derajatmu di dunia dan di akhirat kelak! Aamiin!

Kisah ini diceritakan kepada hidayatullah.com oleh Muzhirul Haq, mahasiswa Indonesia, saat kuliah di Turki bersama Muhammad Amin.

Baca: Lieus Sungkharisma: Mestinya Jokowi Marah atas Kejadian di Uighur

“Baru-baru dia (Amin) SMS ana, komentar tentang demonstrasi di Indonesia mendukung Muslim Uighur. Dia bilang, ‘belum pernah dia dapati masyarakat paling lembut dan chare melebihi Muslim Indonesia,” tuturnya kepada hidayatullah.com penghujung bulan kemarin.

Amin menetap di Turki hingga saat ini. “Berarti delapan tahun sejak berhasil keluar belum ada kabar dengan keluarga.”

Apakah sampai saat ini sudah berhasil berkomunikasi dengan keluarga? “Belum berhasil, kabar dari beliau beberapa waktu lalu,” tutur Muzhirul Haq.*

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !