frontpage hit counter

Kenapa ke Pantai Pagi-pagi dan Tak Melaut Nelayan ini?

Sebagai penduduk yang bermukim di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan, pagi itu di antara mereka ada yang sudah menyebur ke sungai untuk mencari kerang.

Kenapa ke Pantai Pagi-pagi dan Tak Melaut Nelayan ini?
khairul hibri/hidayatullah.com
Sejumlah nelayan Pulau Santen, Banyuwangi, sedang menarik jaring di pantai, Rabu (22/11/2017).

Terkait

“JANGAN bangun kesiangan, nanti rezekimu dipatuk ayam,” kata pepatah.

Ya. Seyogianya segenap kaum Muslimin memiliki ghirah tinggi dalam mencari rahmat Allah, termasuk rezeki, khususnya pada pagi hari.

Dilarang bermalas-malasan, apalagi masih terlelap dalam peraduan karena malas. Jelas ini aktivitas tidak positif. Sebab pada pagi hari inilah, salah satu pintu keberkahan bagi kaum Muslimin.

Sebagaimana baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari….” (HR Abu Dawud 2239).

Baca: Dzikir (Tak Mesti) Pagi

Ihwal semangat kerja di pagi hari, mari berkaca kepada penduduk Pulau Santen, Banyuwangi, Jawa Timur.

Rabu pagi, 22 November 2017 itu, misalnya, ketika hidayatullah.com bertandang ke sana, tampak mereka telah menyingsingkan lengan baju.

Padahal  matahari saja masih ‘malu-malu’ menyapa penduduk bumi.

Apa aktivitas mereka?

Sebagai penduduk yang bermukim di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan, pagi itu di antara mereka ada yang sudah menyebur ke sungai untuk mencari kerang.

Warga Pulau Santen,  Banyuwangi, mencari kerang di sungai.  [Foto: Khairul Hibri/hidayatullah.com]

Sungai yang menjadi pemisah antara Pulau Santen dengan daratan utama daerah Banyuwangi itu,  memiliki lebar lebih dari 20 meter.

Dengan menggunakan jaring anyaman bambu di kanan dan ember di tangan kiri, mereka menyiduk ke bagian dalam air untuk menangkap kerang.

Selepas itu, dengan lincahnya jari-jemari mereka menguir-nguirkan lumpur yang masuk ke jaring,  kemudian mengambil kerang dan menaruhnya di ember.

Berjarak 20 meteran dari posisi kelompok ini, tepatnya di bibir pantai Pulau Santen, terlihat sekelompok bapak dengan kompak menarik tali yang panjangnya puluhan meter.

Pantauan hidayatullah.com, itu adalah tali jaring yang mereka pasang di laut. Setelah dirasa cukup waktu pemasangan, barulah mereka secara serempak menarik dua sisi tali jaring itu.

Nelayan menarik jaring di pantai. [Foto: Khairul Hibri/hidayatullah.com]

Ketika jaring itu telah mendarat, tampak cumi-cumi ukuran sedang dan beberapa jenis ikan terjerat jaring. Jumlahnya tidak seberapa.

Cumi-cumi hasil tangkapan nelayan Pulau Santen, Banyuwangi.  [Foto: Khairul Hibri/hidayatullah.com]

“Sekarang lagi jarang ikan, Mas. Makanya jarang yang melaut. Gantinya dengan pasang jaring,” ujar salah seorang di antara mereka ketika ditanya media ini soal alasan mereka kenapa tidak melaut.*

Rep: Khairul Hibri

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !