Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Kisah & Perjalanan

Wanita Yordania jadi Tukang Ledeng, Melawan Norma Sosial

GIZ
Isra Ababneh (27)
Bagikan:

Sambungan artikel PERTAMA

Keuntungan lain dari tukang ledeng wanita adalah mereka bisa melakukan perbaikan di rumah pelanggan tanpa kehadiran pria di rumah.

Ini berarti bahwa kebocoran pipa dapat diperbaiki dengan cepat tanpa harus membuang lebih banyak air – manfaat besar bagi Yordania yang merupakan salah satu negara dengan pasokan air yang sangat terbatas di dunia.

Yordania hanya memasok 150 meter kubik air per orang per tahun, jauh di bawah 500 meter kubik yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Air adalah isu yang sangat sensitif di Yordania,” kata Bjorn Zimprich, manajer proyek Badan Pembangunan Jerman, GIZ yang memprakarsai Inisiatif Perempuan Air untuk melatih tukang pipa wanita di negara ini.

Sebagian besar keluarga di Yordania hanya memiliki persediaan tangki air selama seminggu dan kebocoran pipa akan menyulitkan mereka yang harus bergantung pada persediaan air yang terbatas.

Ada kebutuhan mendesak untuk menjaga pipa yang lebih efisien karena Yordan kehilangan 40 sampai 50% air melalui pipa usang akibat kebocoran dan pencurian.

Ala Abu Heja (32), berharap bahwa situasinya akan membuka jalan bagi diversifikasi tenaga kerja di Yordania.

“Sebelumnya, tukang pipa wanita tidak bisa diterima di sini.

“Sekarang, kita melihat wanita bekerja sebagai tukang listrik, tukang pipa dan mekanik dengan harapan prakarsa ini akan mempengaruhi partisipasi perempuan dalam pekerjaan yang sebelumnya didominasi laki-laki.”

Nargis Al-Mahmoud (23), yang tiba di Yordania pada tahun 2013 setelah rumahnya di Dar’ah, Suriah dihancurkan oleh bom, sekarang bekerja dengan suaminya untuk memperluas bisnis keluarganya.

Baca: Sitti: Pejuang Perempuan yang Terlupakan

Dia mengatakan bahwa dia bergabung dalam pemasangan dan perbaikan saluran air ledeng, setelah membaca buku terkenal suaminya tentang teori tersebut.

Dia, yang awalnya diejek oleh pelanggan, mulai mendapatkan kepercayaan setelah melakukan perbaikan gratis untuk menunjukkan keahliannya.

Namun Al-Mahmoud bertekad untuk memanfaatkan keterampilan barunya ini.

“Saya tidak melakukan semua latihan ini hanya untuk duduk di rumah,” katanya. Setelah memperbaiki beberapa hal secara gratis.

Banyak lulusan kursus memasang dan memperbaiki pipa lama yang pemalu, kini memasuki ranah kerja dan membangun kepercayaan diri.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

Buku harian Pengungsi: 10 Tahun di Tahanan Imigrasi di Australia

Buku harian Pengungsi: 10 Tahun di Tahanan Imigrasi di Australia

Demi Impian Pulangkan Orang Tua jadi TKI, Ia Sulap Café jadi Tempat Belajar

Demi Impian Pulangkan Orang Tua jadi TKI, Ia Sulap Café jadi Tempat Belajar

Abdo, Ditembak Israel Saat Masih Gunakan Pakaian Seragam

Abdo, Ditembak Israel Saat Masih Gunakan Pakaian Seragam

Malam Pertama Bersama Idris di Pengungsian

Malam Pertama Bersama Idris di Pengungsian

Baca Juga

Berita Lainnya