Jum'at, 3 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Kisah & Perjalanan

Mengaji di Awan Biru, Menguras Saku [2]

MMO
"Orang kaya-kaya berharap akhirat juga, biar tidak mengurusi dunia semata-mata, bukan?" kata Nik Eleena dilaporkan Malay Mail Online
Bagikan:

Sambungan artikel PERTAMA

Menjual Agama

Meski sudah ada sekitar 100 peserta ikut dalam program ini, tak sedikit kritikan datang kepada Nik Eleena. Banyak masyarakay menyebut Elite Jets berusaha meraih keuntungan, dengan menjual agama.

” Saya dapat informasi lebih 50 ke 100 orang yang ingin bergabung. Orang negatif banyak, seolah-olah macam hendak jual agama.”

Ia mengklaim,  programnya ini  dilakukan dengan pendekatan secara Islami.

“Orang kaya-kaya berharap akhirat juga, biar tidak mengurusi dunia semata-mata, bukan?” kata Nik Eleena dilaporkan Malay Mail Online.

Sebagaimana halnya Sharifah Khasif, yang menolak disebut program ini hanya bermotif uang semata.

“Sejauh ini, kami menerima 100 pertanyaan. Ini bukan karena uang karena Sharifah Khasif juga mengajarkan masyarakat miskin secara gratis, “katanya.

Direktur Elite Jets, Nik Eleena Zurenee Nik Mustapha (berkacamata) dan Sharifah Khasif Fadzillah Syed Badiuzzaman (mengajar kelas mengaji)

Program mengaji untuk kaum super kaya ini akhirnya melahirkan polemik di masyarakat. Termasuk Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria. Ia menggambarkan layanan yang dilakukan perusahaan yang mengelola jet pribadi, Elite Jets PT. Bhd bekerjasama Sharifah Khasif Production Sdn. Ltd sebagai bid’ah’.

“Ini bi’dah (penambahan amalan yang bertentangan dengan agama Islam).

“Dia berilmu tapi bukan berarti bisa dengan meniagakan Al-Quran. Ini semua mengacaukan. Banyak cara kita belajar baca Al-Quran. Apakah Al-Quran diperdagangkan sampai harus jadi jutawan?” ujarnya dikutip sebuah media setempat.

Banyak keutamaan dalam membaca Al-Quran. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra  bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitabullah (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahanya di hari kiamat.”

Ulama Saudi Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baaz pernah berkata, membaca Al-Quran bisa dimana saja, di saat shalat, di saat berdiri, di saat duduk atau berbaring. Menurutnya, merupakan bagian dari nikmat Allah Ta’ala dan kemudahan dari-Nya jika seseorang  bisa membaca Al Qur’an karena bacaan Al-Quran adalah dzikir yang paling agung. Maka berbahagialah kita jika bisa menikmati Al-Quran tanpa harus mengeluarkan biaya dengan cara yang mahal.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Seorang Anak Yatim Korea dan Tentara Turki: Kisah Ayah-anak yang Tidak Biasa

Seorang Anak Yatim Korea dan Tentara Turki: Kisah Ayah-anak yang Tidak Biasa

Idul Fitri Festival 2010 di Canberra

Idul Fitri Festival 2010 di Canberra

Pengungsi Suriah Diterima di Pulau Kecil Skotlandia [2]

Pengungsi Suriah Diterima di Pulau Kecil Skotlandia [2]

Asa “Ulama” Lajang Pengupas Bawang

Asa “Ulama” Lajang Pengupas Bawang

Baru Kali ini Shalat dalam Keadaan Basah

Baru Kali ini Shalat dalam Keadaan Basah

Baca Juga

Berita Lainnya