Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kisah & Perjalanan

Inilah “Begal” Paling Dinanti di Sudan

Aljazeera
Puluhan orang, anak anak dan orang dewasa berbaris menutup jalan raya sembari melambai-lambaikan tangan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Qutho’u Thuruq, artinya pemotong jalan. Dalam istilah orang Arab, nama itu sangat menakutkan. Sebab disematkan kepada mereka yang biasa merampok bahkan membunuhi para musafir. Kalau di negara kita, mungkin lebih akrab dengan panggilan Begal.

Namun, ada pemandangan yang berbeda di sebuah desa di negara Sudan. Kemunculan para “Begal” di daerah ini malah dinanti-nanti. Kedatangan mereka tak ubahnya kabar gembira buat para musafir yang tengah kehausan dan kelaparan.

Ya. Tentu mereka bukan perampok layaknya Qutho’u Thuruq pada umumnya.

Mereka adalah masyarakat setempat yang berlomba-lomba memberi makan orang berbuka puasa. Begitu semangatnya, sampai-sampai mereka Mencegat para pengendara untuk bersantap buka bersama-sama.

Chanel TV Aljazeera merilis video dokumenter berdurasi 1 menit dan 55 detik demi menceritakan hal tersebut.

Di awal video, nampak puluhan orang, anak anak dan orang dewasa berbaris menutup jalan raya sembari melambai-lambaikan tangan. Sebuah mobil berwarna putih pun berhenti. Lantas seorang diantara mereka mendekati jendela supir, menawarkan kiranya seisi mobil berkenan untuk mencoba hidangan yang telah disiapkan.
Pemandangan seperti itu nampak di sepanjang jalan. Maka, setiap perkumpulan berlomba-lomba agar hidangan dan pelayannya sanggup menarik minat para pengguna jalan untuk mampir. Dan kesemuanya itu gratis.

“Demi memuliakan tamu. Para tamu Allah. Tamu Bulan Ramadhan,” terang salah seorang warga saat berbuka. Nampak di belakangnya ratusan orang duduk berbaris panjang, berhadap-hadapan. Diantara mereka terbentang selendang panjang yang penuh dengan beragam makanan dan minuman.

Begal Sudan2

Demi memuliakan tamu. Para tamu Allah. Tamu Bulan Ramadhan,” terang salah seorang warga saat berbuka

Pemandangan seperti ini amat mudah dijumpai di seluruh daratan Sudan. Baik itu di desa, kota, masjid, pasar, pertokoan hingga jalan raya. Sebuah adat yang diwariskan dari generasi ke genrasi. Tidak perduli dengan keadaan pokitik yang terus berubah, masyarakat Sudan memegang kuat adat istiadatnya yang mulia ini.*/MR Utama

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kisah Masjid dan Warga yang Selamat dari Banjir Bandang Garut

Kisah Masjid dan Warga yang Selamat dari Banjir Bandang Garut

Ketika Ratusan Wanita Non Muslim Gunakan Jilbab

Ketika Ratusan Wanita Non Muslim Gunakan Jilbab

“Ini Kerja-kerja Akhirat, Bukan Kerja-kerja Dunia”

“Ini Kerja-kerja Akhirat, Bukan Kerja-kerja Dunia”

Kejujuran Kernet Garuda yang Mengejutkan

Kejujuran Kernet Garuda yang Mengejutkan

Merasakan Menu “Kampong Jawa” di Saudi

Merasakan Menu “Kampong Jawa” di Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya