Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kisah & Perjalanan

Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [2]

mee
Mural buatan Dasic Fernandez di Hamtramck, Michigan
Bagikan:

Sambungan artikel PERTAMA
Hidayatullah.com–Terpilih al-Masmari yang menambahkan skala dari setengah dewan kota Muslim (tiga dari enam anggota) menjadi dewan mayoritas Muslim.

“Dan saya mengatakan pada mereka, ‘Teman, kami mempunyai konstitusi AS, kami mempunyai hukum negara dan juga kota. Kami hanya akan pergi dengan tiga dari kami, tidak ada lagi. Kami tidak akan membawa hukum apapun. Kami hanya mencoba dan membantu.”

Anggota dewan Abu Musa, yang berdarah Bangladesh, mengatakan dia dibuat frustasi oleh semua perbincangan tentang hukum Syariah.

“Itu sangat membuatku sedih ketika beberapa dari … media mengatakan ‘Hukum Syariah diberlakukan di Hamtramck.’ Saya tidak tahu apa artinya hukum syariah yang dimaksud. Di negara saya berasal, perdana menterinya perempuan, pemimpin oposisinya perempuan, jurubicaranya perempuan,” Abu Musa mengatakan pada MEE.

“Saya tidak tahu bagaimana orang-orang bisa berpikir seperti itu.”

Anggota dewan yang lain Mohammed Hassan, berdarah Amerika-Bengal, merasakan hal yang sama.

“Pasangan pewawancara pertama (menanyakan tentang) hukum syariah. Saya mengatakan, ‘Saya berasal dari Bangladesh – tidak menggunakan hukum Syariah,” kata Hasan.

“Di Hamtramck, saya mengatakan, lihat itu! Wanita berjalan. Wanita Muslim berjalan. Beberapa dari mereka (memakai hijab), beberapa dari mereka tidak. Itulah kebebasan!”

“Saya biasa datang ke bar, sekali dalam seminggu,” dia menambahkan. “Saya tidak meminum bir, tetapi hanya meminum Cola Diet. Dan saya masih berbincang-bincang dengan teman saya yang meminum bir. Tidak ada yang salah. Jadi, tidak ada masalah.”

Anggota dewan itu menekankan bahwa masalah yang dihadapi Hamtramck bukanlah isu etnis ataupun agama, tetapi masalah dasar yang setiap hari dihadapi semua masyarakat: dana, pendidikan, perbaikan jalan dan membantu bisnis lokal.

“Bahkan ketika kami berkampanye, orang-orang tidak pernah bertanya padaku, ‘Apa agamamu?’” anggota dewan Anam Miah mengatakan pada MEE.

“Mereka menanyakanku, ‘Bagaimana Anda akan memperbaiki lubang di jalanan? Bagaimana Anda akan menempatkan lebih banyak petugas polisi di jalan untuk berpatroli? Bagaimana kamu akan meningkatkan kualitas hidup?”

Impian Muslim Amerika

Bagi Miah, laporan media baru-baru ini tentang Hamtramck telah gagal menggambarkan fakta bahwa imigran Muslim-Amerika merupakan orang-orang biasa yang memiliki tujuan yang sama seperti masyarakat imigran lain di negara itu.

“Mayoritas luas dari orang-orang datang ke sini memiliki tujuan yang sama di pikiran mereka, untuk mencari jalan untuk menggapai mimpi Amerika,” kata Miah pada MEE.

“Bagaimana kamu menemukan cara untuk mendidik anakmu untuk jadi lebih baik? Bagaimana kamu berkerja keras untuk memberi kesempatan bagi mereka agar masuk kuliah? Bagaimana kamu menemukan cara untuk memastikan ide-ide dan mimpi-mimpi mereka adalah sesuatu yang bisa mereka dapatkan dan sukses di dalamnya?”

Meskipun menyadari tingginya level dari Islamophobia di AS – khususnya yang dibangun oleh kandidat presiden Donald Trump yang meminta pelarangan Muslim untuk memasuki negara itu – tidak satupun dari empat anggota dewan Muslim mengatakan mereka menerima diskriminasi karena agama mereka, dengan pengecualian sesekali terdapat media yang keliru.

Faktanya, penduduk non Muslim Hamtramck dulunya telah mendanai masyarakat Muslim dalam bentuk yang signifikan – terutama pada 2004 ketika dewan kota, yang anggota Muslimnya saat itu hanya satu, mengubah hukum kebisingan agar masjid-masjid dapat menyiarkan panggilan adzan.

“Sebenarnya orang Kristen membantu orang Muslim agar mendapatkan akses dalam panggilan adzan,” Hassan mengatakan pada MEE.

“Ini merupakan kota yang sangat unit. Dapat menjadi contoh bagi dunia.”

“Kami mereka sangat kuat bahwa ini merupakan hak yang sudah dijamin,” kata Majewski.

“Tetapi kami juga mereasa – dan ini di samping dari hukum apapun – kami merasa bahwa ini adalah bagian dari struktur budaya Hamtramck, dan dari sudut pandang kami menerima partisipasi dari semua penduduk Hamtramck dalam semua keragaman mereka.”

Bagi walikota, daripada melayani sebagai sebuah sumber ketegangan, berbagai agama dan etnis merupakan salah satu kualitas terbaik Hamtramck.

“Anda datang mengunjungi tetanggamu, darimanapun mereka berasal, sebagai manusia. Dan terkadang kamu berdebat dengan mereka dan terkadang kamu merayakan sesuatu dengan mereka, dan itu merupakan bagian dari bentuk ideal yang dibuat oleh kehidupan Amerika yang sesungguhnya,” lata Majewski.

“Anda dapat berbicara tentang semua hal yang bersifat idealistik dan philosofi atau apapun, dan kami membuat penyesuaian diri setiap hari. Dan saya kira itu adalah salah satu hal yang membuat kami sangat tertarik dengan orang-orang yang berasal dari luar, dan apa yang membuat kami seperti kehidupan kecil ideal Amerika.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Menengok Muslim Lakemba, Australia

Menengok Muslim Lakemba, Australia

Piala Dunia 2018, 400-an WNI Shalat Id di KBRI Moskow

Piala Dunia 2018, 400-an WNI Shalat Id di KBRI Moskow

Kisah Tuhan di Pesawat Terbang

Kisah Tuhan di Pesawat Terbang

Tarik Wisatawan Muslim, Rusia Luncurkan Program ‘Halal Friendly’

Tarik Wisatawan Muslim, Rusia Luncurkan Program ‘Halal Friendly’

Di Tengah Kesulitan, Korban Gempa NTB Patungan Berkurban

Di Tengah Kesulitan, Korban Gempa NTB Patungan Berkurban

Baca Juga

Berita Lainnya