Ahad, 19 September 2021 / 12 Safar 1443 H

Kisah & Perjalanan

Lagi, Tenda di Mina itu ‘Menggaungkan’ Hidayah ke Filipina

imam muhammad/hidayatullah.com
Suasana di tenda Mina tempat kegiatan "mengajak masuk Islam via telepon".
Bagikan:

MASIH segar dalam ingatan kita musibah di sekitar tenda Mina, Kamis (24/09/2015). Masih berbekas rasanya peristiwa jatuhnya crane di Makkah, Jumat (11/09) lalu. Tentu Allah Subhanahu Wata’ala punya rencana indah di setiap ujian yang ada.

Sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kejadian di Mina, ada tenda yang berdiri dengan luas 150×100 meter di bawah naungan Travel Ar-Rajhi.

Tenda ini dibangun untuk menjadi basecamp jamaah dari Indonesia, Thailand, Vietnam, India, Nepal, Filipina, Bangladesh, dan Turki. Sebahagian yang lain dari negara-negara kulit hitam, seperti Burkina Faso, Mali, dan Tanzania. Semua jamaah yang ditampung sebanyak 1200 orang, yang dipilih oleh panitia dari ‘hamlah’ (Travel) Ar-Rajhi.

Di sekitar Jalan 522 perkemahan Mina-Muzdalifah ini terdapat peristiwa yang sangat jarang, bahkan mungkin satu-satunya. Yaitu, di tenda tersebut diadakan program Call to Entering Islam, mengajak berislam orang yang belum Islam melalui telepon.

Acara ini disponsori oleh panitia – Ar-Rajhi, dengan dibantu oleh ustadz dari Filipina yang juga lulusan Universitas Islam Madinah (UIM). Ustadz tersebut adalah Syaikh Harun Guru, lulusan UIM tahun 2015.

Siang itu, Jumat (25/09/2015), kelompok dari Filipina pun melanjutkan program tersebut. “Alhamdulillah, dalam dua hari ini ada 80-an orang masuk Islam,” ujar Raffi, petugas haji untuk Filipina. Ia bekerja di Islamic Center untuk Filipina di Riyadh, Arab Saudi.

Menurut Raffi, jamaah haji Filipina itu kebanyakan yang baru datang dari negaranya. Mereka bukan pekerja di Arab Saudi, dan rata-rata minim pemahaman keislaman. “Sehingga kami all out memberikan manasik haji,” terangnya.

Saya merasakan, menyaksikan, dan mendengar langsung, tidak henti-hentinya takbir bergemuruh di tenda ini. Bahkan hampir setiap lima menit ada saja takbir yang bergema untuk menyambut ‘sahabat’ baru dalam Islam.

[Foto kiri] Raffi (tiga dari kiri/bawa tas) dan Harun (pegang mikrofon) di Mina. [Foto kanan] Penulis bersama seorang jamaah Filipina yang bertato.

[Foto kiri] Raffi (tiga dari kiri/bawa tas) dan Harun (pegang mikrofon) di Mina. [Foto kanan] Penulis bersama seorang jamaah Filipina yang bertato.

Sudah saya ceritakan sebelumnya untuk hidayatullah.com, kami bahagian dari dhuyufurrahman, tamu-tamu mulia Allah yang mendapat jatah berhaji. Sebanyak 82 mahasiswa UIM diundang untuk berhaji Islam, haji pertama. Kisah sebelumnya, baca 47 Orang Filipina Bersyahadat Lewat Telepon dari Makkah.

Hampir mayoritas pria Filipina itu bertato. Sementara Harun dan Raffi, yang memang Muslim dari awal, saya tidak lihat ada tato mereka. Beliau berdua background-nya ustadz.

Raffi menuturkan, ia berdakwah via telepon dahulu. Sebelum kembali ke tanah Arroyo kelak dengan terjun langsung berdakwah. Ia sempat kuliah di an-Nuaimi di Indonesia.*/Imam Muhammad, mahasiswa Universitas Islam Madinah

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Muslim Kuba yang Menggeliat [1]

Muslim Kuba yang Menggeliat [1]

Kisah Perjalanan Putri Gaza Tiba di Ternate

Kisah Perjalanan Putri Gaza Tiba di Ternate

Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

‘Saya Jalan Kaki Bandung-Jakarta Ikut Reuni 212’

‘Saya Jalan Kaki Bandung-Jakarta Ikut Reuni 212’

Qurban dan Sulitnya Hidup di Gunung Kidul

Qurban dan Sulitnya Hidup di Gunung Kidul

Baca Juga

Berita Lainnya