Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kisah & Perjalanan

Semangat Beramal Warga Gunung Amal

Masjid Jabal Rahmah Gunung Amal yang berada di atas bukit di Kota Tarakan
Bagikan:

MATAHARI terus bergerak ke peraduan, udara masih terasa panas. Seperti biasa, udara di Kota Tarakan begitu terasa panas menyengat.

Dalam suasana yang memang lumrah untuk daerah dekat pantai, saya bersama amil Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Tarakan menyusuri jalan setapak menuju tempat terpencil, yang hanya motor bisa lewat dan listrik pun belum datang bersahabat.

Sampai di lokasi dan dalam posisi mendaki jalan setapak, hati terasa tergetar. Ada keharuan, kebanggaan dan kesyukuran luar biasa.

Ya, keharuan terasa, ketika lamat-lamat, terderngar suara merdu anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Jabal Rahmah, binaan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil yang cukup baik.

“Kok bisa ya, di tempat terpencil seperti ini, hanya motor yang bisa masuk, listrik juga belum ada, tetapi semangat anak-anak dan warganya sangat tinggi dalam ibadah, terutama belajar membaca Al-Qur’an,” demikian hati kecilku penuh perasaan.

Tapi inilah nikmat hidayah. Siapapapun yang Allah Subhanahu Wata’ala kehendaki, dia akan menjadi hamba-Nya yang tekun dalam amal atau ibadah.

Demikianlah suasana pertama yang sangat berkesan yang saya saksikan ketika berkunjung di Masjid Jabal Rahmah Gunung Amal yang berada di atas bukit.

Pandai Mengaji

Seusai buka bersama dan sholat Maghrib berjamaah, Kepala BMH Tarakan, Amin Umar, menyampaikan asal mula pendirian masjid di tempat terpencil ini pada tahun 2009 atas inisiatif Baitul Maal Hidayatullah dan dukungan masyarakat.

“Sebelumnya, anak-anak dan warga Gunung Amal harus mendaki dan turun gunung kala ingin shalat berjamaah, tarawih di bulan Ramadhan dan mengikuti kegiatan-kegiatan pengajian. Tetapi, sejak 2009 dan masjid ini berdiri, warga dan anak-anak Gunung Amal bisa beribadah di masjid ini,” papar Amin Umar.

Sejak masjid berdiri, antusias warga dan anak-anak meningkat tajam, sehingga anak-anak di sini, meski mereka tidak menikmati fasilitas listrik, sekolah jauh, dan ke masjid juga butuh perjuangan, mereka tak pernah berhenti belajar mengaji.

“Dan, seperti sekarang, Alhamdulillah anak-anak Gunung Amal yang sudah memasuki usia remaja sudah cukup bagus bacaan Al-Qur’annya,” imbuh Amin.

Senada dengan Amin Umar, Norma, seorang warga Gunung Amal yang juga aktif membantu BMH dalam mendidik anak-anak mengaji di TPQ menyatakan bahwa adanya Masjid Jabal Rahmah ini telah membuat putra-putri mereka pandai mengaji.

“Alhamdulillah ya, sejak masjid ini berdiri, semangat anak-anak belajar meningkat. Dan, sekarang mereka sudah bisa mengaji,” ungkapnya.

Padahal, untuk sampai ke masjid, Norma mesti melangkahkan kaki tidak kurang 1 KM. Saat usai isya’ ia harus kembali berjalan sepanjang 1 KM dalam kegelapan.

Namun demikian, Norma mengaku senang. Bahkan hingga sekarang, anak kandungnya tidak pernah absen dalam aktivitas ibadah dan belajar di masjid.

Semarak Ramadhan

Di bulan Ramadhan, warga dan anak-anak Gunung Amal sudah berada di masjid 30 menit sebelum adzan Maghrib. Mereka berkumpul dalam bentuk halaqah kemudian mendengar bacaan Al-Qur’an anak-anak. Lanjut shalat Maghrib, Isya dan tarawih.

Untuk pencahayaan dan speaker, masjid sudah memiliki genset sendiri, sehingga meski listrik belum masuk, aktivitas ibadah dan belajar di masjid tetap bisa berjalan dengan sangat baik.

Selama Ramadhan, Masjid Gunung Amal diimami oleh dai-dai Hidayatullah didukung BMH.

“Setiap malam, sepanjang Ramadhan sudah ada dai yang kami jadwalkan untuk mengisi kajian, memimpin shalat tarawih di sini,” papar Amin.

Bahkan, karena begitu tidak maunya warga Gunung Amal melewati Ramadhan tanpa tarawih dan pencerahan dari para dai, setiap pagi dan sore, Ibu Norma selalu menghubungi BMH untuk memastikan masjidnya tetap berjalan aktivitas amal ibadah Ramadhan.

Saya yang menyaksikan keadaan itu, kemudian ikut menikmati hidangan ta’jil bersama warga Gunung Amal sangat terharu. Ternyata, kuasa Allah luar biasa.

Di atas gunung, di tempat yang banyak orang tak mengetahui, terlihat nyata semangat beribadah dan beramal. Tidak salah rasanya jika lokasi ini diberi nama Gunung Amal. Semoga warga-warga Gunung Amal Allah berikan kekuatan untuk senantiasa rajin beramal.*

Rep: Imam Nawawi
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

‘Jihad’ Ahong di Ningxia Hui (1)

‘Jihad’ Ahong di Ningxia Hui (1)

Wanita Yordania jadi Tukang Ledeng, Melawan Norma Sosial

Wanita Yordania jadi Tukang Ledeng, Melawan Norma Sosial

Bapak dan Kedua Anaknya Khitan Bareng

Bapak dan Kedua Anaknya Khitan Bareng

Menunggu Para Bujangan “Berebut” Panggilan Dakwah

Menunggu Para Bujangan “Berebut” Panggilan Dakwah

Seorang Anak Yatim Korea dan Tentara Turki: Kisah Ayah-anak yang Tidak Biasa

Seorang Anak Yatim Korea dan Tentara Turki: Kisah Ayah-anak yang Tidak Biasa

Baca Juga

Berita Lainnya