Kamis, 27 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Kisah & Perjalanan

“Perang” Padang Panjang Melawan Rokok (2)

viva
Padang Panjang gencar melawan rokok
Bagikan:

Begitu  Perda  disyahkan DPRD,  Walikota  Suir Syam lansung mengeluarkan larangan atau menolak  pemasangan  Iklan  Rokok diseluruh  wilayah  kota  Padang Panjang.

Resikonya,  kota  ini  terpaksa   kehilangan Pendapatan  Asli  Daerah (PAD) hampir  Rp300 juta.  Suatu jumlah  yang  sangat besar untuk  ukuran   tahun 2009   itu.

Maka banjir   kritik  pun  kembali dituai  Suir Syam.  Tidak  saja  dari  agen  rokok, biro-biro  iklan dan reklame  rokok, tapi  juga   dari  sebagai  anggota  DPRD   yang  perokok.

Namun Wali Kota  yang  dokter  ini  tidak  menggubris  semua itu.  Suir Syam   tetap  konsiten  menegakan  Perda    hingga  masa  jabatannya berakhir,  dan kini   digantikan  pasangan  pemenang  Pilkada,  Walikota  Hendri Arnis dan Wakil Walikota  Mawardi  Samah.

Hukuman  Berat Menanti

Kini,   masa  kemilau Padang Panjang  sebagai  kota  anti-rokok mulai  menjadi abu-abu.  Pederita  penyakit  paru-paru  akibat  merokok  jumlahnya   mulai meningkat, dan bahkan spanduk  seponsor  rokok mulai pula  berkibar pada acara-cara   tertentu.

Pelaksaan Perda  yang  mulai  bolong-bolong  itu  tak   sempat   dikonfirmasi  Hidayatullah ,  saat  kunjungan   hari  itu   Walikota  dan  Wakilnya  sedang  ke  Pasaman Barat menghadiri penutupan Pekan PKK  se  Sumatra Barat  bersama semua  Kepala  Daerah.

Namun  menurut  data  yang diperoleh Hidayatullah,   pasien penderita  penyakit  positif paru-parug dirawat di RSUD  Padang Panjang,jumlahnya  terus meningkat. Tahun 2009 cuma  39 penderita,tahun 2013  naik menjadi 194 pasien.

Kepala Pelayanan  RSUD  Padang Panjang, dr  Sonya,   tidak  membantah  hal itu.Tapi  dr Sonya memastikan   tidak semua  pasien  TB  paru di  RS  ini dari kota Padang Panjang. “Pasien  di sini   kebanyakan berasal  dari luar kota  Padang  Panjang. Dan,  belum  tentu semua  pasien penderita paru  akibat  merokok,”jelas  dr Sonya.

Untuk  memastikan  sebab penyakit paru akibat  merokok  atau   tidak,   kata Sonya, tentu perlu  hasil  diagnosa mendalam  dan penelitian  labor   dokter  yang menangi pasen bersangkutan.

Yang menarik,  sejak  diberlakukannya Perda anti-rokok,  jumlah penderita infeksi saluran  pernapasan atas (Ispa)  di kota  Padang Panjang,   sudah  sangat   jauh  berkurang.

Menurut  Kepala Penyuluhan Dinkes Padang Panjang Yurmarlis SKM,  sebelum adanya Perda anti-rokok,  peringkat  penderita  Ispa  berada di urutan pertama 10 Peringkat jenis penyakit  dengan penderita terbanyak di  ini.  Tahun  2010  turun lagi  ke peringkat 4 dengan  jumlah 1. 099 pasien. Tahun 2o11 turun  lagi ke  peringkat 10  dengan 341 pasien, dan  sejak tahun 2012 sampai  sekarang dinyatakan  habis   dan  tidak masuk 10 Besar  lagi.

Baliho bahaya rokok di Padang Panjang

Baliho bahaya rokok di Padang Panjang

Akan  tetapi  belakangan  ini jumlah  penderita Ispa   di  kota  Padang  Panjang   mulai meningkat lagi, bahkan peningkatna  jumlah  penderita   TB paru lebih  mengkhawatirkan lagi. ”Jumlah penderita paru   meningkat  dari  67 menjadi 80  orang,” jelas Yurmarnis.

Di  kota yang  berjulukan  Kota  Serambi Makkah   ini   juga tercatat 7 penderita  HIV/Aids. Satu penderita  positif  HIV/Aids,  akhirnya   meninggal  dunia.

Kekhawatiran  akan  terus  meningkatkan  jumlah penderita penyait akibat  merokok  dan  akibat  terpapar asap   rokok  (perokok pasif)    tersebut,  membuat  Wali Kota Hendri  Arnis  mengambil  langkah   tegas   dengan  merevisi  Perda  No.8/2009.

“Mulai  tahun  2015,   pelanggar  Perda akan    dikenakan   sanksi, berupa hukuman denda  Rp 15 juta   dan hukuman  penjara,”  jelas  Yurmarnis  SKM.

Meski sudah direvisi, peraturan tersebut baru akan efektif pada tanggal 1 Januari 2015 mendatang. Karena itulah Pemko kini  gencar  melaksanakan  sosialisasi ke  masyarakat sehingga  nanti   tidak merasa dizalimi,  dan  berteriak    pelanggaran HAM  ketika  dihukum.*

Rep: D. Nurja
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

“Ini Kerja-kerja Akhirat, Bukan Kerja-kerja Dunia”

“Ini Kerja-kerja Akhirat, Bukan Kerja-kerja Dunia”

Perjalanan Singkat Bersama Sang Ustadz Jelang Wafat di Pesawat

Perjalanan Singkat Bersama Sang Ustadz Jelang Wafat di Pesawat

Mengantar Kubah ke Penjuru Nusantara

Mengantar Kubah ke Penjuru Nusantara

Sisa Ketakutan pada Pria Berjanggut

Sisa Ketakutan pada Pria Berjanggut

Skandal dan Kriminal Paus Borgia [2]

Skandal dan Kriminal Paus Borgia [2]

Baca Juga

Berita Lainnya