Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Kisah & Perjalanan

Pelatih Silat Ini Melawan Syiah dengan Ruqyah

Muh. Abdus Syakur
Adam Amrullah (pegang mikrofon) saat meruqyah pasiennya di Jakarta.
Bagikan:

HUEEKKK! Hueekkk! Seorang wanita bersusah payah memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Sambil menahan perih, muntah itu dikeluarkannya berkali-kali. Namun, berbeda dengan muntah biasa. Yang keluar dari mulutnya bukan sisa-sisa makanan, melainkan rambut, kain, peniti, paku, dan pisau cutter.

Rita, wanita tersebut, tengah berjuang melawan para jin yang bertahun-tahun bersemayam di tubuhnya. Saat itu, dia tengah menjalani pengobatan Ruqyah Syar’iyyah. Atas seizin Allah, para jin dan benda-benda santet tersebut berhasil dikeluarkan dari tubuhnya. Muslimah ini tidak sendiri, dia dibantu tim Komunitas Cinta Ruqyah yang dipimpin Adam Amrullah.

Adam adalah seorang praktisi Ruqyah Syar’iyyah. Selama menggeluti pengobatan a la Nabi ini, kasus Rita yang paling mengesankannya. Pengobatan itu dilakukan pada Jumat (10/1/2014) malam, di Rumah Tauhid, Jakarta Timur. Rekaman detik-detik muntahan buhul pocong berisi boneka voodoo dari tubuh Rita itu dipublisnya ke Youtube.

Pria kelahiran Jakarta, 22 Februari 1977 ini mulai menggeluti ruqyah sejak 2001 silam ketika masih aktif di Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Terdorong keinginannya mengobati bapaknya yang kena santet, saat itu ruqyahnya masih bercampur syirik.

“Ruqyahnya tercampur dengan tenaga dalam, Tenaga Prana, dan sok tahu hal gaib. Jadi bukan Ruqyah Syar’iyyah,” aku Adam saat berbincang-bincang dengan Hidayatullah.com di Jakarta belum lama ini.

Saat itu, tutur Adam, ilmu tenaga dalam dipelajarinya di Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD –yang dia sebut sebagai tim silatnya LDII/Islam Jamaah. Dia juga mempelajari Tenaga Prana dari jamaah LDII lainnya sejak 1995. Begitu hengkang dari organisasi yang dinilainya sesat itu, Adam mulai menghapus jejak-jejak kesyirikannya.

“Setelah keluar dari akidah LDII (tapi badan masih di LDII) tahun 2008, saya belajar tauhid. Dan saya niat buang ilmu-ilmu tenaga dalam saya. Tahun 2012 akhir, baru belajar Ruqyah Syar’iyyah,” tuturnya.

Lantas dia mulai mempelajari Ruqyah Islami kepada sejumlah pakar. Di antaranya Ustadz Fadhlan Adham Hasyim, Ketua Umum Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah Indonesia (ARSYI). Juga kepada Ustadz Perdana Akhmad, Ketua Quranic Healing Indonesia (QHI).

Seiring pertobatannya dari LDII, Adam memantapkan diri mengambil jalan dakwah dengan Ruqyah Syar’iyyah. Dia pun menggelar berbagai pelatihan di hampir seluruh Indonesia. Mulai Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, bahkan hingga ke Makkah, Arab Saudi.

Yang menarik, Adam berkomitmen mendakwahkan Ruqyah Syar’iyyah secara gratis. Selama ini, Komunitas Cinta Ruqyah-nya tidak memungut bayaran bagi para peserta pelatihan maupun pasien.

“Karena syar’i, dan saya berharap ini jadi (amal) jariyah buat saya dan jalan kebaikan buat umat,” alasan Adam menggratiskan pelatihannya.

Perang Melawan Dukun dan Aliran Sesat

Menggeluti dunia Ruqyah Syar’iyyah ini, Adam mengaku sedang berperang melawan para dukun dan pelaku kemusyrikan lainnya. Ruqyah Syar’iyyah merupakan senjatanya memberangus mereka.

“Dukun banyak menipu umat, merampas harta umat dengan bathil, merusak akidah (membuat umat melakukan kesyirikan), dan malah membuat rusak badan (dengan diisi jin),” jelas suami dari Erlina ini.

Untuk melawan mereka, jelas Adam, caranya dengan memperbanyak para ahli ruqyah Islami. Jika ahli-ahli ini semakin banyak dan semakin diminati masyarakat, otomatis para dukun akan mulai ditinggalkan dan perlahan menghilang.

“Syukur-syukur dukunnya berhenti dan beralih ke ruqyah (seperti saya),” cetus mantan pelatih Persinas ASAD Jakarta Timur ini.

Ruqyah Syar’iyyah juga dijadikan senjata oleh Adam melawan berbagai aliran sesat di Indonesia. Biasanya, kata dia, aliran sesat rusak pada aqidahnya. Juga pada  kesombongannya, merasa lebih baik serta meremehkan yang lain.

“Karena sombong ini, biasanya pelakunya mudah kena gangguan jin.  (Saat) kena gangguan jin, kalau mau sembuh harus memperbaiki akidah, tauhid dan tazkiyyatunnufuus (pensucian jiwa) dari segala sampah dan penyakit hati. Dengan ruqyah, itu bisa mengajak umat memperbaiki akidah, tauhid, dan jiwanya yang otomatis meluruskan aliran sesat,” jelas Adam tentang metode dakwahnya.

Sistem kinerja ruqyahnya dengan mengebalkan ketahanan tubuh pasiennya agar tak mudah kemasukan penyakit, baik lahir maupun batin. Termasuk penyakit batin adalah berbagai paham dan aliran sesat. Umat dikebalkan dengan dakwah tauhid dan ruqyah a la Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, jelas pesilat Gerak Gulung dan Silek Harimau ini.

Dalam terapi ruqyahnya, selain membacakan ayat-ayat al-Qur’an, Adam juga menyampaikan nasihat kepada para pasien dan peserta pelatihan. Ayat al-Qur’an yang dibacakan pun, menurutnya, harus dengan niat meruqyah.

“Baca sendiri, bereaksi sendiri, gimana enggak yakin deh,” ujar Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) ini, seraya membacakan Surat Al-Isra’ ayat 82 sebagai dalil jika al-Qur’an adalah penyembuh.

Dari Penganut LDII Sampai Tangani Jin Yahudi

Adam berkisah, tak sedikit pasiennya yang beraliran tarekat dan LDII, atau kesusupan jin Yahudi, Kristen, dan Hindu. Ada pula pasien Muslimah yang tergila-gila dengan seorang ustadz. Wanita yang dia duga dipelet oleh “ustadz” itu pun diajarinya ruqyah mandiri, lalu dinasihati jika nikah mut’ah haram bagi Sunni [Baca berita Peruqyah Temukan Pasien yang Diajak Mut’ah “Ustadz Televisi”].

Dia menggarisbawahi, Ruqyah Syar’iyyah merupakan senjata dakwahnya melawan gerakan Syiah yang kini kian marak di Tanah Air. Sebab, jelasnya, dengan meruqyah otomatis berusaha menyelamatkan umat dari akidah menyimpang secara umum.

“Mengajak orang untuk jujur, otomatis melawan para pendusta seperti akidah LDII (dan) Syiah,” tegas ayah 1 anak ini.

Saat ini, aku Adam, animo masyarakat terhadap ruqyah cukup tinggi, terlihat dari banyaknya peminat pelatihannya. Bahkan sudah banyak “alumninya” yang jadi peruqyah profesional. Kepada mereka dia berpesan agar tak mencari nafkah dengan ruqyah, mengikuti nasihat ulama agar menolong dengan ikhlas. Meski begitu, menurutnya boleh saja peruqyah meminta bayaran. “Adapun jika diberi rezeki, jangan ditolak,” ujar Adam yang masih rajin melatih silat kawan-kawannya.

Di sela-sela dakwahnya sebagai peruqyah, keluarga tetap dinafkahinya. Lulusan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta ini merupakan karyawan sebuah perusahaan IT di ibukota. Pelatihan ruqyahnya biasa digelar tiap hari libur atau di luar jam kerja terutama malam hari.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Lebaran Topat, Lebaran Puasa Syawal di Lombok

Lebaran Topat, Lebaran Puasa Syawal di Lombok

Sepatu Rhoma di “Karpet Merah Koalisi”

Sepatu Rhoma di “Karpet Merah Koalisi”

Semangat Beramal Warga Gunung Amal

Semangat Beramal Warga Gunung Amal

Kisah Warga Australia yang Memeluk Islam setelah Ditawan Milisi Taliban

Kisah Warga Australia yang Memeluk Islam setelah Ditawan Milisi Taliban

Dicurigai Warga,  Taufik Tetap Ajarkan al-Quran Warga Batetangga

Dicurigai Warga, Taufik Tetap Ajarkan al-Quran Warga Batetangga

Baca Juga

Berita Lainnya