Selasa, 30 Maret 2021 / 17 Sya'ban 1442 H

Kisah & Perjalanan

Diburu Mantan Syiah, Lalui Pengalaman Manis

arrahmah.com
Bedah buku Pizaro di Masjid Al-Fajr, Bandung
Bagikan:

MERASA diteror tapi bersyukur. Itulah sikap Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi. Penulis buku “Zionis & Syiah Bersatu Hantam Islam” ini juga mendapat banyak sambutan positif atas aktifitas dakwahnya. Terutama oleh para mantan penganut kepercayaan sesat itu.

Di antaranya saat usai acara bedah buku yang berlangsung di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra Raya Buah Batu, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu, 14 September 2013.

Pizaro, panggilannya, pada acara itu “diserbu” 1 bis rombongan anggota Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang datang sebagai peserta bedah buku. Usai acara, seorang peserta memburunya hingga ke luar ruangan.

“Jadi selesai acara (seorang) mantan Syiah ikutin saya. Anak muda, semester satu kuliah sekarang. Dia pengen ngobrol ma saya. Cuma kan saya langsung dimasukkan ke dalam (ruang panitia). Tapi setelah itu, dia masih terus pengen ketemu saya. Akhirnya saya temui kan. Dia bilang dia mantan Syiah, ‘Saya udah dua tahun, ustadz, (di) Syiah. Saya masuk Syiah lagi SMA’,” tutur Pizaro saat berbagi cerita dengan Hidayatullah.com di Polonia, Jakarta Timur, Kamis, 24 Oktober lalu.

Dari anak muda yang disembunyikan identitasnya itu, Pizaro pun mendapat tambahan cerita tentang pergerakan Syiah. Kepadanya diceritakan, selama 6 bulan pertama mahasiswa itu tidak diajarkan yang aneh-aneh, termasuk materi-materi Syiah yang mendalam.

Baru setelah 6 bulan pertama, tutur Pizaro, pemuda itu dijelaskan sejarah para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, beserta “kejelekan-kejelekannya” di mata Syiah. Sampai ketika setelah satu tahun menjadi Syiah, dia ditawari nikah Mut’ah.

“Bayangkan, anak baru lulus SMA ini sudah ditawari nikah Mut’ah,” ketus Pizaro seraya menyebut Sekolah Cerdas Muthahhari -milik Ketua IJABI Jalaluddin Rahmat- di Bandung sebagai tempat anak muda itu diajarkan tentang Syiah.

“Bukan sekolah di sana, cuma pernah ngaji (Syiah),” imbuhnya.

Layaknya roda kehidupan, Pizaro juga mengalami pengalaman manis sebagai aktivis perlawanan terhadap Syiah. Terutama dengan hadirnya buku “Zionis & Syiah Bersatu Hantam Islam”. Ia mengaku, banyak orang yang tadinya terpengaruh ajaran Syiah, tutur dia, akhirnya “bertaubat” melalui perantara buku itu, juga dengan mengikuti acara bedah buku yang Pizaro gelar di berbagai tempat.*

 

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hidayatullah Bangun Masjid dan Pesantren di Samping Lokalisasi

Hidayatullah Bangun Masjid dan Pesantren di Samping Lokalisasi

Seperti Kandang Kambing, Madrasah Ini Menjadi Tumpuan di Pedalaman NTT

Seperti Kandang Kambing, Madrasah Ini Menjadi Tumpuan di Pedalaman NTT

“Kerukunan Alami” di Pulau Kenari [2]

“Kerukunan Alami” di Pulau Kenari [2]

Baru Mengeja Huruf, Sudah Hafal Empat Juz

Baru Mengeja Huruf, Sudah Hafal Empat Juz

Vibeke Løkkeberg, We Pray for You and Your Friends…

Vibeke Løkkeberg, We Pray for You and Your Friends…

Baca Juga

Berita Lainnya