Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kisah & Perjalanan

Jelang Ramadhan, Muslim Soagimalaha, Iuran Membangun Masjid

Bagikan:

SEIRING semakin dekatnya kedatangan bulan suci Ramadhan, hati Ali Mudin, Sekdes (Sekretaris Desa) Soagimalaha, Maba, Halmahera Timur, semakin cemas. Pasalnya, ia khawatir pada bulan Ramadhan tahun ini, umat Islam di desanya, yang tidak kurang dari 1200 KK (Kepala Keluarga), tidak mampu melaksanakan ibadah pada bulan suci tersebut, senyaman dan semaksimal mungkin.

Maklum. Masjid utama yang biasanya mereka gunakan untuk kegiatan keagamaan sehari-hari, tengah direnovasi total oleh pemerintah. Menurut informasi yang didapat, masjid ini akan kelar hingga beberapa tahun ke depan.

“Informasinya, persisnya 4 tahunan, masjid itu baru bisa difungsikan seperti sedia kala”, Ujar Nur Hadi, da’i muda, asal Pemalang.

Wajar kalau kemudian, Ali Mudin merasa cemas. Dan sejatinya, jarak tempuh masyarakat dari tempat tinggal mereka (Desa Soagimalaha) menuju Masjid tersebut, tidaklah dekat. Jarak tempuhnya hingga mencapai 1,5 Km.

Belum lagi, bila melihat medan yang harus mereka lalui untuk menuju ke sana, juga tidak mudah. Teletak di daerah perbukitan, menjadikan daerah ini cukup rumit untuk dijangkau. Jalannya yang berliku, naik turun bukit, dan di samping kanan-kirinya terdapat jurang nan curam, membuat setiap mengendara harus ekstra hati-hati, mengemudikan kendaraannya.

Apa lagi, kalau musim hujan telah menyapa. kehati-hatian dalam berkendaraan, harus dilipat gandakan. Kalau tidak, maka akan berakibat fatal bagi siapa saja.

Meski demikian, keantusiasan masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan, cukup tinggi. Majelis-majelis ta’lim dan TPQ (Taman Pendidikan al-Qur’an), tumbuh subur, bak jamur di musim penghujan.

“Ada ratusan majelis ta’lim dan TPQ di sini”, Ujar Nur Hadi.

Untuk saat ini, kegiatan keagamaan, dialihkan ke beberapa Mushalla, yang memang tidak memadahi. Bahkan, sangking tidak ada alternatif yang lain, kantor kelurahan pun, disulap menjadi mushalla, untuk melancarkan kegiatan keagamaan masyarakat, termasuk sholat berjama’ah.

Kondisi inilah yang membuat pilu hati Ali Mudin. Sebagai perangkat desa, ia tergerak untuk memberikan solusi. terlebih, Ramadhan akan segera tiba. Singkat cerita, ia pun mengumpulkan segenap warga, guna memusyawarahkan masalah satu ini.

Dan ternyata, sebagian besar dari mereka, merasakan hal yang sama. Mereka gundah, tidak memiliki masjid yang representatif untuk ibadah, khususnya pada Bulan suci Ramadha. Mereka khawatir akan berpengaruh kepada kuantitas dan kualitas peribadatan mereka.

Akhir dari musyawarah itu, diambillah keputusan untuk saling bergotong-royong antar warga, dan bersama-sama menggarap pembangunan masjid baru, yang letaknya mereka sepakati di Pesantren Hidayatullah, Soagimalaha, Maba, yang letaknya berdampingan dengan rumah-rumah warga sekitar.

“Perwakilan dari mereka datang ke pesantren, kemudian menyampaikan aspirasi mereka untuk membangun masjid di pesantren kita. Tentu kita dukung, apa yang telah menjadi kesepakatan mereka. Apa lagi, pesantren memang belum memiliki masjid”, Ujar Nur Hadi, yang juga berposisi sebagai pengurus pesantren.

Setelah dikalkulasi, menurut Ustadz Hadi, begitu laki-laki ini biasa disapa, total anggaran berkisar 350 juta. Untuk sementara ini, dana yang dihasilkan, murni dari sumbangan masyarakat dan dari toko-toko yang ada di sekitar desa tersebut.

Bentuk dan jumlahnya pun, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menurut penjelasan Imam Yasin, ketua panitia pembangunan, selain berupa uang tunai, tidak sedikit dari masyarakat yang langsung memberikan sumbangannya berupa material; Semen, pasir, kayu, genteng, dll.

Hampir setiap hari mereka berkerja, menggarap masjid, tanpa diupah sepeserpun, “Awal-awal dulu, tidak kurang dari 50 orang/hari, bekerja membangun masjid. Mereka sangat semangat” Tambahnya.

Saat ini, setelah sebulan lebih digarap, pembangunan telah sampai pada tahap pemasangan genteng. Dana yang telah digunakan (Baik berupa sumbangan uang tunai ataupun material) untuk pembangunan, tidak kurang dari 200 juta-an. Besar harapan Imam Yasin, ada para dermawan yang lain, juga meluangkan sebagian rizekinya, untuk merampungkan proyek pembangunan masjid ini.

“Mudah-mudah bisa cepat diselesaikan proyeknya (Pembangunan masjid), sehingga bisa segera difungsikan, khususnya mengejar target  bulan Romadhan. Karenanya, bagi para dermawan, kami sangat harapkan uluran tangannya, sehingga mempermudah pengerjaan proyek akhirat ini,”pungkas Imam Yasin, dengan nada penuh harap.*

Rep: Kholil Hibri
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Menuju Batas Baduy…

Menuju Batas Baduy…

Masjid Megah di Tengah Islamophobia

Masjid Megah di Tengah Islamophobia

Islam Makin Makin Berkembang  Pasca Gempa Haiti

Islam Makin Makin Berkembang Pasca Gempa Haiti

Dakwah Roli di Lereng Merapi

Dakwah Roli di Lereng Merapi

Wardina Saffiyah, Selebriti yang Selalu Bawa al-Quran

Wardina Saffiyah, Selebriti yang Selalu Bawa al-Quran

Baca Juga

Berita Lainnya