Senin, 25 Januari 2021 / 11 Jumadil Akhir 1442 H

Cermin

Berkah Ramadhan, Warga Tertarik Lebih Dekat dengan Al-Quran

Bagikan:

Hidayatullah.com | Bagi Novita tidak bisa kuliah dengan tatap muka harus benar-benar mengatur waktu sedemikian rupa. Namun, sebagai Muslimah ia tak mau kehilangan kesempatan emas mendulang pahala besar di sisi-Nya. Oleh karena itu, setiap usai menjalankan tugas, baik di rumah maupun tugas kuliah, ia selalu membaca Al-Quran.

“Ramadhan memang bulan perjuangan. Jadi saya kira saya harus berjuang,” kata Novita. “Walau pun tergopoh-gopoh, sekilas tidak fokus, tetap harus dilakukan,” sambungnya.

Namun Novita tak sekedar berhadapan dengan dirinya, tetapi juga keluarga dan lingkungannya yang rata-rata belum begitu tertarik dan mengeri perkara-perkara agama. Sadar hal itu, ia pun memilih untuk tak banyak bicara.

“Sejak awal Ramadhan, saya memilih banyak membaca Al-Quran. Karena bicara agama kepada mereka yang belum siap bisa salah tangkap nanti. Sudahlah, baca Al-Quran saja sesering mungkin,” tuturnya.

Tak sangka, sejak hari pertama Ramadhan, kegiatan Novita itu mendapat perhatian dari warga di sekitar. Hingga akhirnya orang itu memberanikan diri bertanya.

“Vit,” begitu ia memanggil. “Memang kenapa kita harus lebih sering membaca Al-Quran di bulan Ramadhan?”

Novita sempat terkejut. Namun ia segera sadar dan untuk menghindari terjadinya perdebatan maka Novita menjawab sederhana.

“Karena kalau bulan Ramadhan semua amal ibadah yang kita lakukan dilipat gandakan, apalagi kalo baca Al-Quran, satu huruf dihitung sepuluh kebaikan, bahkan mungkin bisa lebih, intinya Allah balas banyak kebaikan,” jawabnya.

Mendengar itu, warga yang bertanya itu tampak sadar, berpikir, kemudian malu.

“Vit, kalau begitu. Ajarilah aku mengaji. Belum bagus aku mengaji Al-Quran,” pintanya.  Novita pun tersenyum dan bahagia, “Bisa, bisa,” tukasnya.

Demikianlah hidayah, memang tak tahu kapan dan dari arah mana datangnya.

Kini sudah dua hari belajar mengaji, Novita merasa dirinya dalam kebahagiaan luar biasa.

“Ada ketenangan dalam ibadah, rasa lelah berubah menjadi rasa bahagia,” ungkapnya.*/Dikisahkan oleh Novita, mahasiswi STIS Hidayatullah asal Palembang

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Karena Muslimah dan Berhijab, ia Pernah Diludai dan Dipukul di depan Umum

Karena Muslimah dan Berhijab, ia Pernah Diludai dan Dipukul di depan Umum

Hidayah dari Teras Masjid

Hidayah dari Teras Masjid

Bermula dari Motor Mogok

Bermula dari Motor Mogok

Merengkuh ‘Madu’ Setelah ‘Tersengat Tawon-nya

Merengkuh ‘Madu’ Setelah ‘Tersengat Tawon-nya

Pertolongan Allah Tak Pernah Telat

Pertolongan Allah Tak Pernah Telat

Baca Juga

Berita Lainnya