Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Cermin

Penderitaan Tak Cantik Si Bokong Besar

Wanita, anjing dan kucing bersaing bokong besar.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Dengan mata berlinang Denny mengenang kembali saat dirinya suatu hari bangun tidur dengan benjolan seukuran bola sepak di bagian punggung bawahnya.

Dia tidak dapat berjalan dan tidak pula membungkukkan badannya. Rasa sakit yang dideritanya sangat hebat.

Meskipun belum mendatangi dokter, Denny, seorang pengacara wanita berusia 35 tahun, menyadari bahwa pembengkakan yang dideritanya merupakan efek samping dari silikon cair yang disuntikkan ke kedua bokongnya.

Silikon itu ternyata berpindah ke bagian belakang tubuhnya dan menekan tulang belakangnya.

“Sangat mengagetkan. Saya tidak bisa berjalan. Begitulah penderitaan saya yang amat pedih dimulai,” katanya dikutip BBC (19/4/2014).

Suntik bokong merupakan satu dari sekian banyak prosedur kosmetika yang dijalani para wanita di Venezuela, agar mendapatkan perhatian sosial dan dibilang cantik.

Enam tahun setelah Denny melakukan suntik bokong, pemerintah pada tahun 2012 melarang prosedur kosmetika itu.

Meskipun sudah dilarang, banyak wanita Venezuela tidak peduli dan masih melakukannya. Wanita berusia antara 18 dan 50 tahun di sana hampir 30% mengaku ingin bokongnya disuntik silikon agar terlihat cantik, kata Asosiasi Dokter Bedah Plastik Venezuela.

Tak cuma perempuan, laki-laki Venezuela ternyata juga tertarik untuk menyuntik bokongnya sehingga kelihatan lebih montok, meskipun jumlahnya tidak sebanyak wanita.

Prosedur untuk menjadikan otot bagian pantat terlihat lebih besar itu dilakukan dengan menggunakan biopolymer silicone. Oleh karena silikon cair itu disuntikkan secara bebas ke dalam tubuh, maka hal itu menjadikannya lebih berbahaya dibanding implan, di mana silikon dalam bentuk gel dibungkus dalam kantong.

Faktor utama yang membuat banyak orang tertarik untuk menyuntik pantatnya dengan silikon adalah biayanya yang jauh lebih murah ketimbang implan. Di Venezuela, untuk mendapatkan bokong idaman dengan suntik silikon orang hanya perlu merogoh 2.000 bolivar atau sekitar 3,6 juta rupiah. Dan prosedur kosmetika itu dilakukan tidak lebih dari 20 menit.

Tetapi, resikonya sangat, sangat tinggi.

Dokter bedah kosmetik Daniel Slobodianik menjelaskan, cairan silikon yang disuntikkan itu dapat berpindah-pindah ke bagian tubuh lainnya, karena tidak ada kantong pembungkus yang menghalanginya. Tubuh lalu akan bereaksi secara immunologis terhadap benda asing tersebut, sehingga menimbulkan banyak masalah kesehatan.

Gejala atau efek samping dari silikon itu bisa muncul bertahun-tahun setelah disuntikkan.

Pasien bisa mengalami reaksi alergi dan kelelahan kronis. Apabila cairan silikon pindah ke bagian tubuh lain bisa menyebabkan sakit pada persendian.

Dalam kasus Denny, silikon berpindah ke bagian bawah dari punggungnya. Sehingga tulang belakangnya tertekan dan akibatnya dia sulit berjalan.

Meskipun demikian Denny termasuk beruntung.

Menurut Asosiasi Dokter Bedah Plastik Venezuela, setiap tahun sedikitnya belasan orang tewas akibat suntikan silikon.

Dr Slobodianik merupakan satu dari hanya dua dokter spesialis di Venezuela yang melakukan operasi untuk menyingkirkan jaringan tubuh yang rusak akibat injeksi silikon.

Slobodianik mengatakan daftar antri pasien yang akan dioperasinya sangat panjang. Sementara Denny sendiri mengaku harus antri satu tahun menunggu giliran operasi.

Banyak orang lainnya terpaksa menanggung penderitaan berkepanjangan karena tidak punya uang untuk operasi, yang biayanya sekitar 60.000 bolivar.

Bokong tekanan sosial

Beberapa jam menjelang operasi, Denny menjelaskan mengapa dia tidak ingin nama lengkapnya diungkap. Dia bilang, keluarganya tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab sakitnya. Mereka mengira dirinya punya sakit di punggung, seperti yang selama ini diduganya sebelum benjolan itu muncul.

Denny mengaku tidak akan menyuntikkan silikon ke bokongnya jika saja dia tahu resiko itu sebelumnya.

Wanita itu menceritakan bahwa dia nekat melakukan suntik bokong karena terpengaruh orang-orang di sekitarnya.

“Sedang marak. Di kantor semua wanita punya bokong bagus. Godaan terakhir ketika seorang hakim teman kerja sedang berjalan, kelihatan bagus. Bokongnya kelihatan seperti dua buah balon, sangat indah,” cerita Denny.

“Saya tidak pernah terobsesi dengan ukuran sempurna, tetapi saya kemudian membiarkan diri sendiri hanyut dalam pemikiran bahwa wanita Venezuela harus kelihatan seperti boneka Barbie.”

Venezuela sendiri memenangi kontes kecantikan sejagat Miss Universe sebanyak tujuh kali. Sehingga negara itu mendapat reputasi sebagai pabrik ratu kecantikan.

Konselor khusus masalah kewanitaan, Carolina Vazquez Hernandez, mengatakan bahwa tekanan sosial di negaranya sangat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dibanding negara-negara lain.

“Kami wanita Venezuela tidak punya identitas jelas akan akar kami. Karena kurangnya identitas diri ini, self-esteem kami sangat lemah. Dan kami akan melakukan apapun yang bisa mendongkrak harga diri kami,” ujarnya.

Aktivis anti-biopolymer, Astrid de la Rosa, setuju dengan pendapat Hernandez.

De la Rosa mengaku pernah melakukan suntik silikon, hanya karena takut pacarnya akan meninggalkan dirinya.

“Saya mengira bahwa seseorang akan mencintai kita karena penampilan kita,” katanya.

Tidak lama setelah disuntik silikon, De la Rosa jatuh sakit. Dokter mengatakan sistem imun dalam tubuhnya terganggu dan dia mengalami leukaemia

Pelarangan biopolymer di Venezuela oleh pemerintah merupakan hasil dari kampanye De La Rosa bersama teman-temannya di asosiasi No To Biopolymer.

Walaupun biopolymer telah dilarang, De la Rosa merasa hal itu belum cukup.

Dia masih kerap menerima telepon dari para wanita yang disuntik silikon, meskipun sudah dinyatakan ilegal. Banyak orang masih melakukannya, termasuk laki-laki, para politisi dan artis peran.

Organisasi No To Biopolymer sering mengumpulkan donasi untuk membantu korban membayar biaya operasi. Sebab, pihak asuransi tidak mau menanggung biaya perawatan, karena menganggap efek samping suntikan silikon bukan sebagai penyakit.

Denny sendiri bisa membiayai operasi pengobatannya dari uang tabungan.

Pengacara itu berharap, pengalaman tragisnya sedikit banyak bisa menjadi pelajaran bagi para wanita yang berencana menyuntik bokongnya dengan silikon agar terlihat cantik, dan membantu agar mereka bisa menerima kondisi tubuh apa adanya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kisah Muadzin yang Sedih, Kucing Kesayangannya Harus Dioperasi Caesar [2]

Kisah Muadzin yang Sedih, Kucing Kesayangannya Harus Dioperasi Caesar [2]

Yuri Hayamato: Kebencian dan Kebohongan Media Membuat Saya Menerima Islam

Yuri Hayamato: Kebencian dan Kebohongan Media Membuat Saya Menerima Islam

Berhaji, Pemuda Prancis Cari Pencerahan

Berhaji, Pemuda Prancis Cari Pencerahan

Mengapa Aku Tanggalkan Bikini untuk Niqab?

Mengapa Aku Tanggalkan Bikini untuk Niqab?

“(Di Rumah) Sakit Kok Bersyukur…”

“(Di Rumah) Sakit Kok Bersyukur…”

Baca Juga

Berita Lainnya