Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Cermin

Di Pesantren, Muallaf Ini Langsung Khatam Quran 2 Kali

Teuku Zulkhairi
Dahrin: Sudah menghatamkan al-Quran dua kali setelah menjadi muallaf
Bagikan:

Hidayatullah.com–Berapa kali kita khatam al-Quran bulan Ramadhan yang lalu? Jika hanya sekali, dan apalagi tidak sampai sekalipun, maka kita mestilah malu. Dahrin Brasah (19 tahun), muallaf yang baru sekira satu tahun masuk Islam ini mampu mengkhatam tilawah al-Quran sebanyak dua kali di bulan Ramadhan yang lalu.

Awalnya, kabar ini kepada kami saat bersilaturrahmi ke dayah beliau beberapa waktu lalu. Dan siang tadi  

Kamis (29/08/2013), Dahrin menceritakan kegiatan  dan tentang kecintaannya kepada agama barunya, Islam setelah hidayatullah.com bersilaturrahmi ke Pesantren (Dayah) Mahyal Ulum,  pimpinan Tgk.H.Faisal Ali.

Dahrin mengaku berasal dari Desa Napagaluh Kecamatan Danau Paris Kab. Aceh Singkil. Orang tuanya kini juga telah menjadi muallaf, hijrah dari agama Nasrani yang dianut sebelumnya. Dahrin menjelaskan, sebelum belajar agama Islam, ia tidak tahu apa agamanya.

“Saya tidak tahu apapun tentang agama dan apa agama saya,” kata Dahrin menuturkan kisah hidupnya.

Sejak kecil,  dia tidak pernah diajar agama. Ia hidup di lingkungan yang tidak punya agama. Boleh dibilang ia bahkan hidup bebas. Minum arak dan melawan orangtuanya sendiri.

“Kalau dulu, saya sering minum arak, melawan orangtua,” ujarnya.

Hidayah ditemukannya setelah berinteraksi dan tersentuh dengan dakwah seorang da’i pedalaman (perbatasan) dikirim oleh Dinas Syari’at Islam Provinsi Aceh.

Setelah masuk Islam sekira setahun lalu, Dahrin langsung memutuskan untuk berangkat ke Banda Aceh dan belajar Islam di Dayah Mahyal Ulum. Di tempat inilah ia mengaku banyak mendapat ketentraman jiwa.

 “Selama belajar Islam di Dayah Mahyal Ulum, hati saya damai dan saya merasakan banyak perubahan pada diri saya, baik dari segi tingkah laku, perkataan maupun cara bergaul sehari-hari. Dan perubahan itu terjadi setelah mengkhatam bacaaan al-Quran dua kali selama Ramadhan yang lalu,” kata Dahrin dengan wajah gembira.

Dengan berislam, kini ia mengaku telah meninggalkan kehidupan jahiliyahnya.  Ia mengaku kangen dengan keluarganya di rumah, namun belum berani pulang sebelum ilmu agamanya yang ia peroleh cukup.

“Sekarang saya tidak minum arak lagi sehingga saya lebih nyaman. Saya kangen sama orang tua, tapi belum berani pulang karena ilmu belum banyak”, katanya lagi menambahkan.

Dengan mendalami Islam, ia berharap bisa membawa perubahan dalam keluarga dan masyarakat di kampungnya. Di manaka kekufuran, kemaksiatan masih merajalela.

“Harapan ke depan, setelah belajar di dayah saya bisa berperan dalam merubah pola pikir masyarakat yang rata-rata masih kufur. Niat saya menuntut ilmu untuk mengajak orang masuk Islam kalau Allah memberikan kemudahan karena di kampung saya maksiat sangat merajela, syariat tidak berjalan disana. Ini sangat meresahkan saya. Saya ingin melakukan perubahan, tambah Dahrin dengan penuh semangat.*/dituturkan Teuku Zulkhairi (Aceh)

Rep: -
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tak Putus Didoakan Ibu, Anak Bandel Berubah Drastis

Tak Putus Didoakan Ibu, Anak Bandel Berubah Drastis

Saya Bangga Jadi Muslim

Saya Bangga Jadi Muslim

Ketika Ditawari Menikah (Lagi)…

Ketika Ditawari Menikah (Lagi)…

9 Tahun Berkarir, Kini Aku Bahagia jadi Ibu Rumah Tangga

9 Tahun Berkarir, Kini Aku Bahagia jadi Ibu Rumah Tangga

‘Terima Kasih Ayah Atas Pengasingannya’

‘Terima Kasih Ayah Atas Pengasingannya’

Baca Juga

Berita Lainnya