Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Wawancara

Khalid Misy’al: Tak Bisa ditawar, Kami ingin Merdeka dari penjajah Israel

"Kami bangsa yang ingin kemerdekaan dan terbebas dari penjajah ‘Israel’ sehingga hak-hak itu tidak bisa ditawar-tawar. Kami tidak akan terima tawar menawar dan pemerasan"
Bagikan:

HAMPIR sebulan lebih serangan penjajah Zionis-Israel atas Gaza yang dimulai semenak tanggal 8 Juli 2014, telah mengorbankan setidaknya 2016 warga yang gugur (455 adalah anak-anak) dan lebih 10 ribu warga terluka, tidak termasuk rusaknya rumah, bangunan dan fasilitas publik.

Meski pasukan pertahanan penjajah Israel (IDF) telah mengerahkan tenaga dalam “Operasi Protective Edge” namun hasilnya hanya sia-sia.

Militer Israel hari Ahad (3/8/2014) menegaskan 64 tentara mereka telah tewas dan 400 lainnya terluka (namun al-Qassam mengatakan telah menewaskan 110 tentara penjajah) sejak awal operasi.

Meski kondisi Gaza hancur total, namun Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al mengatakan pertempuran Gaza justru akan mempercepat dan mendekatkan kemerdekaan Palestina dalam mewujudkan tujuan mereka untuk membebaskan diri dari penjajahan.

Inilah pernyataan resmi tokoh pejuang Palestina ini semenjak berlangsungnya serangan atas Gaza. Dalam wawancaranya dengan kantor berita Frans Press Senin (11/08/2014) yang dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) Khalid Misy’al menyinggung sejumlah hal terutama terkait agresi ‘Israel’ ke Jalur Gaza.

dan perundingan soal gencatan senjata di Kairo, ketegaran kelompok perlawanan Palestina, situasi di Tepi Barat, Hamas dan hubungannya dengan Negara-negara Arab.

Misyal menegaskan, Hamas siap bersama kekuatan perlawanan Palestina lainnya untuk tetap tegar dalam pertempuran di lapangan dan politik.

Kami bangsa yang ingin kemerdekaan dan terbebas dari penjajah ‘Israel’ sehingga hak-hak itu tidak bisa ditawar-tawar. Kami tidak akan terima tawar menawar dan pemerasan,” ujarnya.

“Kita memiliki waktu lama dan kemampuan tinggi untuk bertahan dan melawan yang sudah disiapkan dan dipersiapkan dengan baik. Kami tidak akan terpatahkan bersama rakyat kami. Dan selama sebulan di Jalur Gaza membuktikan apa yang kami katakan itu,” tegas Misyal. Inilah kutipan wawancaanya.

Jika jadi disepakati gencatan senjata jangka panjang, mampukah Hamas menjamin pihak lainnya yang berada di Gaza komitmen dengan kesepakatan itu?

Pasti dengan izin Allah sikap Palestina satu, baik di lapangan atau di politik. Di lapangan dalam bentuk perlawanan dan dan politik dengan satu sikap dalam berunding menuntut hak bangsa Palestina.

Palestina sudah sepakat membentuk satu tim yang pergi ke Kairo untuk ikut dalam perundingan gencatan senjata sebagai puncak dari pertempuran di lapangan untuk menuntut hak Palestina terutama membuka blockade Gaza secara penuh dan memenuhi tuntutan Palestina termasuk membebaskan tawanan.

Soal masa gencatan senjata dan perundingan yang bisa dilakukan Hamas?

Tujuan pertama gencatan senjata, mewujudkan tuntutan Palestina dan gencatan salah satu sarana dan taktik baik untuk memberikan situasi sesuai untuk membebaskan perundingan atau memudahkan masuknya bahan bantuan dari semua semua pihak ke Jalur Gaza.

Akibat pembantaian dan blockade, Jalur Gaza mengalami penderitaan berat. Kami konsisten mencapai tujuan ini. Tindakan apapun dalam memperlambat dan menunda-nunda yang dilakukan ‘Israel’, maka Hamas siap bersama faksi perlawanan Palestina lainnya untuk tetap tegar dalam pertempuran militer atau politik untuk tetap komitmen satu sikap.

Semua pihak di Jalur Gaza juga siap dengan segala kemungkinan karena tujuan yang kami inginkan adalah merespon semua tuntutan Palestina dan agar Jalur Gaza hidup tanpa blockade, ini tidak bisa ditawar dan tidak mungkin kami mundur dari sikap ini.

Hamas meminta bandara udara dibuka dan jalur laut. Sementara ‘Israel’ dann dunia akan meminta sejumlah syarat dan jamainan. Apakah Anda siap dengan jaminan itu tidak boleh digunakan untuk kepentingan militer?

Pertama, tuntutan itu tidak wajar. Itu semua adalah hak bangsa Palestina agar tidak hidup dalam blockade dan tanpa ada aksi pelaparan dan pengekangan dan tanpa larangan perjalanan.

Gaza adalah bagian dari tanah Palestina yang tidak terpisah. Mereka berhak memiliki bandara, memiliki perlintasan terbuka dan diberikan izin untuk satu juta warga Palestina di Jalur Gaza untuk berobat, belajar dan studi, bekerja sebagaimana bangsa dunia lainnya dan itu adalah hak Palestina, bukan hanya di Jalur Gaza tapi di Tepi Barat.

Kami bangsa yang ingin kemerdekaan dan terbebas dari penjajah ‘Israel’ sehingga hak-hak itu tidak bisa ditawar-tawar. Kami tidak akan terima tawar menawar dan pemerasan.

Saya yakin bahwa hasil paling penting perang permusuhan Zionis ke Gaza adalah pembebasan blockade yang saat ini menjadi agenda kawasan dan itu masalah waktu.

Netenyahu hari ini mengalami krisis dalam negeri yang berusaha saat ini mewujudkan di medan perundingan dan politik yang gagal diwujudkan di medan militer. Namun Palestina tetap tegar di medan politik setelah tegar dalam medan militer.

Jika ada kesepakatan dalam antara Palestina dan ‘Israel’ apakah kalian siap mengakuinya?

Sekarang pembahasannya soal Gaza dan menghentikan pemusuhannya dan soal pembebasan blockade dari sana serta tuntutan lain. Soal lainnya adalah pembebasan rakyat Palestina dari penjajahan dan pemukiman Yahudi dan mengembalikan hak-haknya.

Pertempuran Gaza yang agung akan meringkas, mempercepat, mendekatkan bahwa Palestina dalam mewujudkan tujuan mereka untuk membebaskan diri dari penjajahan dan hak menentukan nasib serta dalam mendirikan Negara Palestina merdeka di lapangan. Jika itu tercapai, tetap kami tidak akan mengakui penjajahan Zionis sebab penjajahan itu illegal.

Jika Otoritas Palestina menerima kewenangan di perlintasan Jalur Gaza, apakah kalian sepakat?

Pembebasan ini bukan antara dua pihak. Hari ini, setelah disepakati rekonsiliasi Palestina sejak beberapa bulan, kami membentuk pemerintah persatuan nasional di Tepi Barat dan Jalur Gaza, kini dihadapkan pada rezim politik Palestina yang satu dan kami berjalan di atas jalan rekonsiliasi satu langkah satu langkah.

Setelah berhentinya agresi ‘Israel’, kita bicara soal pengaturan perlintasan dan perbatasan dimana kami semua dilibatkan.

Ada sejumlah pertanyaan kenapa tidak ada unjuk rasa besar membela Gaza?

Tepi Barat sejak awal agresi ke Gaza menggelar unjuk rasa dan terus bergelombang. Mereka murka dan meluap melawan ‘Israel’.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

“Audit Kinerja Densus 88″

“Audit Kinerja Densus 88″

Dekan Ushuluddin UIN Sunan Ampel: “Namanya Anak-anak belum Dewasa”

Dekan Ushuluddin UIN Sunan Ampel: “Namanya Anak-anak belum Dewasa”

“Pembaca Sayyid Quthb Tak Akan Jadi Pengikut Sarah Azhari”

“Pembaca Sayyid Quthb Tak Akan Jadi Pengikut Sarah Azhari”

Mustafa: “Pemerintah Arab Saudi Berikan Kemudahan Lakukan Tuntutan”

Mustafa: “Pemerintah Arab Saudi Berikan Kemudahan Lakukan Tuntutan”

300 Aliran Sesat di Indonesia Mengancam NKRI

300 Aliran Sesat di Indonesia Mengancam NKRI

Baca Juga

Berita Lainnya