Rabu, 27 Januari 2021 / 14 Jumadil Akhir 1442 H

Wawancara

“Andai Peserta Miss World Cadaran, Tetap harus Dibatalkan”

Hidayatullah.com/thufail
Rita Subagyo, Sekjen Aliansi Cinta Keluarga (AILA)
Bagikan:

DI SELA kehadiran peserta Miss World yang sudah mulai berdatangan di Indonesia, sejumlah protes masyarakat atas kegiatan penyelenggaraan ini terus bermunculan. Senin (02/09/2013) lalu, elemen-elemen organisasi perempuan Indonesia, mendirikan  Forum Persaudaraan untuk Anak dan Perempuan (FPUAP) di Jakarta. Yang menarik, kehadirannya untuk  membatalkan acara yang diklaim akan berdampak pada pariwisata ini. Hidayatullah.com, sempat mewawancarai Rita Subagyo, Ketua  Forum Persaudaraan untuk Anak Dan Perempuan (FPUAP), di Jakarta Senin (02/09).

Alasan apa yang membuat FPUAP begitu ingin membatalkan Miss World?

Ini ikhtiar kami, upaya kami untuk menghentikan Miss World atas beberapa alasan. Salah satunya karena kegiatan ini bertentangan dengan konstitusi negara. Pertama UUD 45 pasal 32 ayat 1 yang bunyinya negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Kedua, bertentangan dengan Pancasila sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab.

Lho kan Panitia Miss World sudah menjelaskan ini tidak mengekploitasi wanita mereka justru ingin memajukan pariwisata?

Konsep dasar kegiatan ini sudah berangkat dari filosofi yang salah. Suka atau tidak suka kenyataannya kegiatan ini memang berangkat dari kontes bikini. Semangat yang dibawa oleh kegiatan ini adalah materialisme bukan yang lain.  Jadi  kegiatan ini jelas-jelas mengeksploitasi wanita.

Bagaimana jika yang menang Miss World adalah wanita berjilbab sebagaimana Fatin?

(Rita tersenyum). Kita tidak bisa menjadikan kebiasaan menjadi kebenaran. Jangan jadikan Fatin ukuran membenarkan Miss World. Kalaupun panitia Miss World mewajibkan pesertanya bercadar, kegiatan ini tetap harus dibatalkan.

Ini bukan lagi isu satu agama tapi semua agama memang melarang yang namanya eksploitasi wanita. Jadi masalahnya bukan di jilbab atau bikini semata tapi ini tentang melindungi perempuan dan dampak pemikiran ke anak-anak kita.

Bagaimana jika kegiatan Miss World tetap diadakan?

Kami hanya berikhtiar, hasilnya kami serahkan kepada Allah. Sebagai orangtua yang memilini anak, kita tidak boleh tinggal diam. Ini sangat berdampak pada pemikiran anak-anak kita di masa yang akan datang. Seseorang dikatakan berperadaban bukan sekedar karena paham mana yang buruk atau tidak, tapi ia juga harus menjaga lingkungannya dari keburukan itu. Kita harus kawal pemikiran masyarakat kita dari serangan budaya ini.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ahli Hukum MUI: Majelis Hakim akan Tolak Eksepsi Ahok

Ahli Hukum MUI: Majelis Hakim akan Tolak Eksepsi Ahok

“Saya Mungkin Belum Pantas Syahid”

“Saya Mungkin Belum Pantas Syahid”

“Yang Membesarkan Al Mukmin Ngruki ya Media Sendiri”

“Yang Membesarkan Al Mukmin Ngruki ya Media Sendiri”

Mustafa: “Pemerintah Arab Saudi Berikan Kemudahan Lakukan Tuntutan”

Mustafa: “Pemerintah Arab Saudi Berikan Kemudahan Lakukan Tuntutan”

“Pilih Capres yang Paling Kecil Mudharatnya!”

“Pilih Capres yang Paling Kecil Mudharatnya!”

Baca Juga

Berita Lainnya