Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Wawancara

Samuel Dahana: “Negara Palestina Itu Tidak Pernah Ada”

Bagikan:

Hidayatullah.com– Ditengah-tengah semakin gencarnya tentara Zionis Israel melakukan penindasan terhadap bangsa Palestina, di Indonesia tersiar kabar adanya rencana sekelompok orang pro Israel yang akan menggelar perayaan Hari Kemerdekaan Israel ke-63 di Jakarta, Sabtu (14/5). Tentu rencana itu menyakiti perasaan umat Islam Indonesia.

Apa motivasi kelompok pro Israel tersebut, sehingga berani-beraninya merencanakan acara kontroversi itu? Untuk menjawab pertanyaan itu Hidayatullah.com bersama Suara Islam dan Eramuslim, Kamis (12/5) malam berhasil mewawancarai Ketua Panitia Perayaan Hari Kemerdekaan Israel ke-63, Samuel Dahana atau kerap dipanggil Unggun Dahana di Kafe Pondok Penus Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Ditemani beberapa orang rekannya, Samuel menuturkan panitia penyelenggara acara tersebut sama sekali tidak bermaksud menyakiti hati umat Islam. “Acara tersebut tujuannya untuk perdamaian,” tuturnya. Berikut petikan wawancaranya.

Apa motivasi kelompok Anda menggelar acara perayaan HUT Israel ke-63 di Jakarta?

Acara ini untuk persahabatan dan perdamaian. Kami tak bermaksud untuk memprovokasi umat lain. Saya dari keluarga Kristen, tapi ada juga saudara saya Muslim.

Melalui acara ini diharapkan mereka (Israel dan Palestina) bisa mencontoh toleransi kita (Indonesia). Acara ini juga direncanakan tidak hanya dari Yahudi dan Kristen saja, yang dari Muslim juga ada. Acara ini terbuka untuk warga Indonesia yang cinta Israel.

Acara ini murni digagas oleh individu. Kemudian ada teman-teman yang tertarik. Rencana acara ini baru terlintas sebulan yang lalu. Belum lama.

Acara ini rawan dengan Kamtibmas. Beberapa pihak bahkan bakal membubarkan jika acara tersebut tetap berlangsung. Apa tanggapan Anda?

Saya ini anti kekerasan. Saya tak akan melawan. Saya dibunuh ya mati, saya tidak kebal peluru. Dibubarkan ya bubar. Kami tak bermaksud mengundang kerusahan. Saya bersedia bernegoisasi dengan polisi. Apa yang polisi katakan kita patuhi. Tapi bukan berarti membatalkan. Mungkin entah itu tempatnya dipindah atau waktunya ditunda.

Faktanya Kapolda Metro Jaya telah mengeluarkan pernyataan jika pihaknya tidak akan memberikan izin penyelenggaraan acara?

Kami akan tetap negoisasi, dialog. Kita berargumen dengan dialog, bukan dengan fisik. Kita ini kan didukung UUD 1945 Pasal 28. Kita patuh pada hukum, kita patuh pada polisi. Kita tak akan membatalkan acara ini, kita masih bisa ngeyel. Hahaha..
Tadi Anda katakan acara perayaan HUT Israel sejalan dengan Pasal 28 UUD 1945.

Dalam Pembukaan UUD 1945 sudah jelas menyebutkan Indonesia anti penjajahan?

Nah, ini kadang-kadang beda persepsi. Ada yang mengatakan bahwa Israel itu menjajah Palestina. Kalau persepsi dari kami (umat Kristen), Israel itu tidak menjajah. Karena sebenarnya Palestina itu tidak ada. Sejarah Palestina itu tidak ada. Yang ada sekarang itu orang-orang Yordan. Dan Palestina itu baru terbentuk setelah Israel merdeka. Jadi orang Palestina itu orang-orang Arab itu. Negara Palestina itu tidak pernah ada. Nah, itu keyakinan dari kita.

Di mana rencananya acara itu bakal digelar?

Nah ini belum pasti, karena berkaitan dengan dana. Dananya belum ada.

Seperti apa agenda acaranya?

Acaranya sederhana banget. Pertama pengibaran Merah Putih. Kemudian pembacaan proklamasi, Pancasila. Dilanjut menyanyikan Indonesia Raya. Kemudian pengibaran bendera Israel. Tentu bendera asing (Israel) harus lebih rendah dari bendera tuan rumah (Indonesia).

Berapa target pesertanya?

Saya batasi hanya sepuluh orang. Ini hanya acara kecil-kecilan. Tertutup.

Sejauh ini Anda melihat Israel seperti apa?

Berangkat dari iman yang saya anut. Kalau orang Kristen mempercayai Alkitab, itu setuju dengan Zionis. Dalam kitab kejadian 12:3, “Barangsiapa memberkati Israel akan diberkati. Dan barangsiapa yang mendukung Israel akan diberkati, dan olehmu semua bangsa akan diberkati.”

Banyak manfaat yang dapat kita rasakan jika kita menjalin hubungan dengan Israel. Misalnya teknologi yang kita rasakan adalah hasil dari Israel. Sejak SMA (1984) saya sudah tertarik dengan Israel.

Ada kesan Anda ini terlihat sedang mencari popularitas atau sensasi?

Saya sebenarnya hanya kelompok kecil saja. Saya tidak mengira rencana ini menjadi sensasi sebesar ini, sampai wartawan telepon ke saya.

Umat Kristen yang pro dengan Zionis-Israel dikenal dengan istilah Ziokindo (Zionis Kristen Indonesia). Apa Anda tergabung dalam aliran itu?

Saya tidak pernah gabung-gabung. Ini murni dari diri saya sendiri. Saya dari Gereja Kristen Jawa di Bandung. *

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

“Andai Peserta Miss World Cadaran, Tetap harus Dibatalkan”

“Andai Peserta Miss World Cadaran, Tetap harus Dibatalkan”

“TV Kita Sengaja Memilih Erotisme”

“TV Kita Sengaja Memilih Erotisme”

KH.Athian Ali M. Dai: “Saya Bingung Dituduh Wahabi dan ISIS” [1]

KH.Athian Ali M. Dai: “Saya Bingung Dituduh Wahabi dan ISIS” [1]

Syaikh Shalah Syahadah, Syuhada Besar Abad ke-21

Syaikh Shalah Syahadah, Syuhada Besar Abad ke-21

Barat Paling Diuntungkan Stigma Wahabi

Barat Paling Diuntungkan Stigma Wahabi

Baca Juga

Berita Lainnya