Rabu, 27 Oktober 2021 / 20 Rabiul Awwal 1443 H

Wawancara

Era Mubarak Banyak Ulama Menjadi Korban

Bagikan:

Hidayatullah.com–AKHIRNYA Hosni Mubarak, 82, terpaksa meletakkan jabatan sebagai presiden Mesir, khamis, tanggal 10 Februari 2011 setelah memerintah negara itu selama hampir 30 tahun. Awalnya, banyak orang tidak yakin sang diktator yang didukung tentera itu bisa ditumbangkan oleh rakyat yang setiap hari selama 18 hari berdemonstrasi di dataran Tahrir, Kaherah, menuntut agar beliau turun tatha.

Kini fantasi sudah menjadi realitas. Mubarak sudah benar-benar angkat kaki. Rakyat bergandingan dengan tentera memaksanya mundur. “Cukuplah kamu memerintah sangat lama dengan memiliki kekayaan sebesar 70 miliyar USD, sekaligus mengalahkan tokoh bisnis terkenal Mexico, Carlos Slim Helu dan pengasas Microsoft, Bill Gates,”ujar rakyat Mesir yang mayoritas miskin.

Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Nik Abdul Aziz Nik Mat Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat tentang kejatuhan Hosni Mubarak. Inilah wawancaranya dengan Rosidi Semail dari wartawan Harakah yang tranlate ulang oleh Siti Aminah.

Harakah: Apa benar Tuan Guru dulu pernah belajar di Mesir?

Nik Abdul Aziz Nik Mat : Saya pernah belajar di Mesir, selama empat tahun dari usia muda saya di bumi ambiya tersebut. Orang-orang Mesir saya lihat begitu ramah dan akrab terutama dengan tetamu asing. Alhamdulillah, banyak pengalaman yang saya timba di sana untuk dibawa pulang ke tanah air.

Harakah: Hari ini rejim Mubarak telah tumbang, apa pandangan Nik Abdul Aziz?

Nik Abdul Aziz Nik Mat : Ia benar-benar merupakan kuasa Allah SWT. Nampak sangat berlakunya campur tangan Allah SWT di dalam menjatuhkan rejim ini. Siapa yang menyangka Dataran Tahrir boleh memuatkan tiga juta manusia untuk mendesak Hosni Mubarak mundur? Jika di Padang Arafah, musim haji terakhir baru-baru ini mencatat kehadiran jemaah yang wukuf seramai 2.7 juta orang (angka resmi), di Dataran Tahrir rupa-rupanya lebih ramai daripada itu. Siapakah yang mengerah mereka jika tidak naluri mereka sendiri yang digerakkan oleh Allah SWT? Mereka berkampung selama 18 hari tanpa terjamin urusan makan minum dan pengurusan seharian semata-mata untuk memastikan matlamat mereka tercapai.

Pastinya ia terhasil ekoran perasaan tidak puas hati yang telah sekian lama terpendam. Tanpa peluru dan tanpa senjata, mereka akhirnya berhasil menjatuhkan Mubarak.

Harakah : Sejarah Mesir itu sendiri penuh dengan penindasan terutama terhadap ulama, apa pandangan Nik Abdul Aziz?

Nik Abdul Aziz Nik Mat : Mesir menyaksikan sejarah penindasan kepada para ulama yang begitu lama. Jauh sebelum itu, musuh Allah SWT yang bernama Firaun sendiri pernah ditenggelamkan oleh Allah SWT. Firaun yang mengaku dirinya tuhan ditenggelamkan di laut setelah Allah SWT membenarkan Nabi Musa bersama pengikutnya melalui laut sama yang telah dibekukan sepanjang lebih kurang 40 km.

Yakinlah, kuasa Allah SWT mengatasi segala-galanya. Allah SWT yang pernah membekukan lautan untuk Nabi Musa itulah juga yang telah menjadikan api menjadi sejuk untuk Nabi Ibrahim. Dialah juga yang telah menyelamatkan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Madinah dari dikesan oleh special branch (polisi rahasia) Quraisy. Maka, anehkah jika Allah SWT boleh menjatuhkan mana-mana kerajaan pada hari ini dengan kuasaNya?

Harakah: Almarhum Syed Qutb, Almarhum Syeikh Abdul Kadir Audah, ulama-ulama itu dibunuh secara sadis oleh pemerintah Mesir?

Nik Abdul Aziz Nik Mat : Sayangnya, musuh Allah SWT tidak pernah belajar dari sejarah. Sekali lagi kesilapan Firaun diulangi oleh pemerintah Mesir dengan membunuh para ulama. Almarhum Syeikh Abdul Qadir Audah, Almarhum Sayyid Qutb dan banyak lagi para ulama menjadi korban di bumi Mesir hasil kezaliman pemerintah Mesir. Demikian juga ulama yang terpaksa keluar dari Mesir seperti Syeikh Yusuf al-Qaradhawi, di mana keselamatannya sentiasa terancam oleh polisi kerajaan Mesir.

Harakah: Apa harapan Nik Abdul Aziz Nik Mat kepada bakal pemerintah Mesir sekarang?

Nik Abdul Aziz Nik Mat : Harapan saya, rakyat Mesir akan mendapat pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. */n.aminah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hamid: Islam Moderat Isinya Ya liberalisasi (1)

Hamid: Islam Moderat Isinya Ya liberalisasi (1)

Hidayat Nurwahid: “Capres Partai Islam Jangan Egois”

Hidayat Nurwahid: “Capres Partai Islam Jangan Egois”

“Karena Tak ada Organisasi Khusus, Semua Bisa Ngaku  MCA”

“Karena Tak ada Organisasi Khusus, Semua Bisa Ngaku MCA”

Dr. Bilal Philips: Perbaiki Umat dengan Pendidikan

Dr. Bilal Philips: Perbaiki Umat dengan Pendidikan

Ada Upaya Politisasi  dan Pengkambinghitaman Kelompok Islam

Ada Upaya Politisasi dan Pengkambinghitaman Kelompok Islam

Baca Juga

Berita Lainnya