Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Wawancara

Dan Brown: “Jika Anda Tanya Tiga Orang Apa Arti Kristen, Anda Akan Mendapatkan Tiga Jawaban Berbeda”

Bagikan:

Novel “The Davinci Code” karya Dan Brown yang kini sudah banyak beredar di toko buku -bahkan sudah diterjemahkan bahasa Indonesia-memang sangat ‘menyengat para teolog Kristen dan kalangan gereje. Lucien Liere, dosen Dogmatika STT Jakarta seperti seperti dikutip majalah Rajawali mengatakan, fakta yang disampaikan Brown hanyalah mistik abad pertengahan.

Lain halnya dengan Pdt Samuel B. Hakh. Menurut Samuel, Brown adalah penganut gnostik yang sangat menyimpang dari inti iman Kristen. Karena, aliran ini tidak mengakui kemanusiaan Yesus, cuma roh saja. Dan mereka juga tak percaya Yesus mati atau bangkit lagi. Yang jelas, inti ajaran Kristen terus diperdebatkan. Apa dan mengapa Dan Brown hingga membuat novel tersebut? Di bawah ini kutipan wawancara pria yang juga menulis novel berjudul Angels and Demons itu dengan salah satu televisi terkenal di Inggris.

Di halaman fakta disebutkan novel ini adalah fakta sejarah. Seberapa benar Novel ini?

The Davinci Code adalah novel fiksi. Memang pelaku dan tindakan dalam buku ini tidak nyata tetapi hasil karya, arsitektur, dokumen dan ritual rahasia di dalamnya memang ada. Misalnya lukisan Leonardo Da Vinci, Gnostic Gospel, Hieraos Damos, dan lain-lain. Elemen-elemen yang nyata ini digabungkan dengan karakter-karakter fiksi. Ketika anda membaca halaman “fakta”, anda lihat disitu disebutkan bahwa setiap dokumen, organisasi, karya seni, dan karya arsitektur di dalam novel ini adalah nyata.

Bukankah novel ini anti Kristen dan tanggapan anda tentang kritik cendekiawan Kristen?

Nggak. Buku ini tidak anti apapun. Hanya sekedar novel. Saya menulis cerita karena mendalami Kristen yang menarik perhatian saya. Sebagaian besar orang Kristen sadar bahwa buku ini memancing diskusi dan perdebatan. Berbahaya dan anti Kristen. Tapi banyak penghotbah, suster dan pendeta malah berterimakasih karena percaya novel ini memunculkan hal yang menarik dalam iman dan sejarah Kristen.

Novel ini bisa jadi suatu cara untuk mendalami atau mengintrosepski imannya. Mereka dan saling bertentangan, namun kritik itu akan memunculkan sinergi positif. Kontroversi dan dialog bagus untuk keimanan. Agama punya satu musuh –yaitu kelesuan iman– dan debat adalah obatnya.

Beberapa fakta sejarah dalam vovel ini berbeda dengan sejarah yang dipelajari?

Sejak awal, pelajaran sejarah memang ditulis sama para “pemenang sejarah”, Mereka yang menentukan sistem yang bikin kita punya pengertian seperti ini.

Walaupun begitu, kita masih bisa mencari “keakuratan sejarah” dari situ, seberapa cocok sama sejarah yang pernah kita pelajari.

Apakah anda orang Kristen?

Ya. Yang menarik, jika anda bertanya pada tiga orang apa arti Kristen, anda akan dapatkan tiga jawaban yang berbeda. Ada yang merasa cukup dibaptis saja. Ada yang merasa harus menerima Alkitab sebagai fakta sejarah yang nyata dan lain sebagainya. Iman itu adalah kesatuan, dan kita terjebak pada pengertian yang sama. Dengan menerima konsep yang kaku tentang iman, kita tidak melihat lagi kenyataan lain.

Topik novel ini sangat kontrovesrial. Anda tidak khawatir akibatnya?

Ide novel ini sudah ada berabad-abad. Bukan ide saya semata. Harus diakui, ini mungkin pertama kali ide ditulis dalam cerita triller, namun isinya bukan hal yang baru.

Harapan saya, novel ini, selain menghibur pembaca, juga membuka kesadaran memulai menjelajah dan menyalakan imannya kembali.

Di kover ditulis: “Konspirasi terbesar selama 2000 tahun terakhir.” Apa maksudnya?

Rumor tentang konspirasi ini sudah dibisikkan sepanjang masa memakai banyak bahasa, termasuk bahasa musik, seni dan literatur.

Sebagaian bukti yang dramatis ini dapat ditemukan pada lukisan Leonardo Da Vinci, yang kelihatannya menyatu bersama simbol-simbol, penyimpangan dan kode-kode yang samar. Para ahli sejarah seni setuju bahwa pada lukisan Leonardo Da Vinci terdapat arti yang tersembunyi.

Para cendekiawan juga percaya karya tersebut memberikan petunjuk-petunjuk yang merujuk pada rahasia besar. Rahasia yang sampai sekarang masih dilindungi kelompok rahasia yang pernah diikuti Leonardo Da Vinci. (rjwl/cha)

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Salah Satu Jalur Utama Penyelundupan Narkoba

Indonesia Salah Satu Jalur Utama Penyelundupan Narkoba

Para Pemimpin Harus Jadikan Bencana Sebagai Pelajaran

Para Pemimpin Harus Jadikan Bencana Sebagai Pelajaran

Ahli Hukum MUI: Majelis Hakim akan Tolak Eksepsi Ahok

Ahli Hukum MUI: Majelis Hakim akan Tolak Eksepsi Ahok

Peradaban Islam Terus Bergerak Meski Sebagai Entitas Masih Berserak

Peradaban Islam Terus Bergerak Meski Sebagai Entitas Masih Berserak

Dr.HM Baharun: “Jika Ada Penistaan, Pasti Ada Perlawanan”

Dr.HM Baharun: “Jika Ada Penistaan, Pasti Ada Perlawanan”

Baca Juga

Berita Lainnya