Senin, 25 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Berita

Banjir di Balikpapan, Warga Pesantren Juga Terdampak, SAR Hidayatullah Terjun ke Lokasi

istimewa/hidayatullah.com
Banjir terjadi di sebagian wilayah Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Gunung Tembak, Kalimantan Timur, Sabtu (28/08/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com- Banjir terjadi di banyak titik di Kota Balikpapan dan sekitarnya di Kalimantan Timur pada Sabtu (28/08/2021). Berdasarkan pantauan dan informasi dihimpun, sejumlah kawasan di Balikpapan terendam banjir karena hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak dini hari, Sabtu.

Ketinggian air cukup bervariasi, mulai dari 30 cm sampai 70 cm. Banjir melanda wilayah perkotaan dan wilayah permukiman warga di pinggiran kota, termasuk di perbatasan Balikpapan – Kabupaten Kutai Kartanegara.

Banjir juga melanda sebagian kawasan sebuah pondok pesantren yang terletak di Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur.

“Mulai banjir lagi sebelum shalat zuhur tadi belum (banjir), habis shalat zuhur langsung (banjir) selutut,” ujar Ainun Naim, salah seorang warga yang tinggal di kawasan RT 25, Teritip, kepada Hidayatullah.com Balikpapan, Sabtu siang.

“Air sudah naik ke kamar mandi. Mesin cuci diangkat ke atas,” tambah putrinya.

“Di rumah aja, gak nyadar kalau air sudah meninggi,” ujar salah seorang ibu rumah tangga melaporkan kondisi di luar sekitar rumahnya yang sudah digenangi air berwarna kuning kecoklatan.

Ketinggian air berbeda-beda. Ada rumah yang sudah kemasukan air, ada pula rumah yang menurut warga lain belum kemasukan air.

“Insyaallah masih aman aja, belum masuk rumah,” ujar salah seorang warga lainnya pada Sabtu malam. “Tadi sudah mulai agak surut dikit. Ditakutkan kalau hujan lagi,” tambahnya.

Banjir juga terjadi di wilayah RT 26, Teritip. Tampak air pada sebuah kanal di wilayah tersebut meluber hingga mencapai perumahan warga. Air pun menutupi jalanan, menjadi lingkungan sekitar tampak seperti danau besar.

Sejumlah kepala keluarga mengungsikan keluarganya ke rumah kerabat mereka yang dirasa aman dari banjir.

Sementara itu, menyikapi kondisi tersebut, Tim SAR Hidayatullah SRU Balikpapan menerjunkan sejumlah personelnya dilengkapi pelampung untuk mengevakuasi barang-barang warga yang harus segera diselamatkan.

Tim SAR juga mengevakuasi barang-barang penting di sebuah unit pendidikan anak usia dini (PAUD) Al-Aulad. Selain itu, mereka juga membantu mengevakuasi sejumlah barang di rumah ustadz yang tergenang air. Tim SAR juga membersihkan aliran air dari sampah-sampah yang dikhawatirkan menyumbat saluran air.

“Teman-teman SAR Hidayatullah SRU (Search and Rescue Unit) Balikpapan sedang menyisir (lokasi banjir), terbagi dalam dua kelompok, menyisir perumahan RT 25 dan RT 26 Pesantren Hidayatullah UmmulQura,” ujar Rizky, salah seorang pengurus SAR Hidayatullah melaporkan dari lokasi banjir, Sabtu siang. “(Jumlah personel) 25 orang,” tambahnya kepada media ini.

Rizky menambahkan, sasaran evakuasi SAR Hidayatullah Balikpapan, selain di wilayah pesantren (RT 25 dan RT 26), juga di wilayah tetangga tepatnya di Handil Tarum.

“Evakuasi lansia, evakuasi barang warga, mengawasi dan mengontrol serta evakuasi kendaraan roda dua dan roda empat di Handil Tarum,” ujarnya.

Aksi tim SAR itu dilakukakn sejak pukul 13.00 hingga pukul 20.30 WITA. Sementara malam ini, tim SAR berjaga-jaga di lokasi. “Tim kedua akan standby di dalam kampus sampai pagi,” ujarnya.

Aksi tim SAR Hidayatullah di lokasi banjir di Teritip, Balikpapan, Kaltim, Sabtu (28/08/2021). [Istimewa/hidayatullah.com]

Meski sebagian area terdampak banjir, namun secara umum aktivitas di pesantren ini tetap berjalan, baik kegiatan ibadah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Sebab, sebagian besar wilayah kampus pendidikan dan dakwah ini masih aman dari banjir terutama area perbukitan.

Di Jalan Mulawarman, Teritip, sebagian ruas jalan juga terendam banjir akibat air sungai meluap. Kondisi ini membuat lalu lintas terganggu. Tampak dalam video warga berjibaku mengevakuasi kendaraan roda dua untuk diseberangkan dengan rakit kayu-ban darurat, sementara kendaraan roda empat harus berhati-hati melintas karena air yang menggenang cukup tinggi.

Di salah satu ruas Jalan Poros Balikpapan – Samboja dekat Teritip, banjir juga melanda, cukup mengganggu arus lalu lintas.

Mengomentari kondisi banjir tahun ini, “Setahu saya, 11 tahun di sini, ini paling parah,” menurut warga Teritip, Abu Faqih.

Diketahui, hujan mulai mengguyur Kota Balikpapan sejak tadi malam dan berlangsung cukup deras hingga Sabtu pagi. Dampak hujan dengan intensitas Sedang – Lebat disertai angin pukul 00.40 WITA – 03.00 WITA melanda sebagian kawasan wilayah Kota Balikpapan.

PDAM Balikpapan juga melaporkan telah terjadi tanah longsor. “Adanya aktivitas penggalian tanah dan intensitas curah hujan yang tinggi maka menyebabkan terjadinya keruntuhan lereng…,” info resmi yang diunggah Perumda Tirta Manuntung Balikpapan via InstaStory, Sabtu (28/08/2021) pagi pantauan Hidayatullah.com Balikpapan.

Media melaporkan bahwa kawasan utama banjir antara lain berada di ruas Jalan MT Haryono. Yakni simpang BDS, depan Global Sport, dan simpang Balikpapan Baru. Banjir juga menggenangi kawasan Jalan Patimura hingga masuk ke dalam rumah warga.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

JK: Toleransi di Indonesia Sangat Baik

JK: Toleransi di Indonesia Sangat Baik

Staf ICT Watch: Keluarga Berperan Tangkal Bahaya Game Online

Staf ICT Watch: Keluarga Berperan Tangkal Bahaya Game Online

Amnesty Internasional: Penangkapan Masyarakat Kinipan Bentuk Pembungkaman pada Masyarakat Adat

Amnesty Internasional: Penangkapan Masyarakat Kinipan Bentuk Pembungkaman pada Masyarakat Adat

Wapres Akan Hadiri Munas IV Hidayatullah November Mendatang

Wapres Akan Hadiri Munas IV Hidayatullah November Mendatang

Ini Alasannya Kenapa Setiap Muslim Harus Paham soal Syiah

Ini Alasannya Kenapa Setiap Muslim Harus Paham soal Syiah

Baca Juga

Berita Lainnya