Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita

Hubungan Dagang Indonesia-Pakistan Berkembang Cukup Positif

Adin
Rombongan Dubes RI di Islamabad, Iwan Suyudhie Amri, diterima pihak Rawalpindi Chamber of Commerce and Industry di kantor RCCI, Pakistan, Senin (23/09/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Rawalpindi Chamber of Commerce and Industry (RCCI), Mr Malik Shahid menyatakan bahwa pihaknya akan memperkuat hubungan bisnis dengan Pemerintahan Indonesia.

“Dan merencanakan kegiatan saling kunjung serta pertukaran delegasi bisnis dan pameran,” ungkapnya saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Islamabad, Iwan Suyudhie Amri, di kantor RCCI, Pakistan, Senin (23/09/2019).

Rawalpindi merupakan salah satu pusat industri dan perdagangan di Pakistan dengan populasi lebih dari 3,2 juta penduduk, serta terdapat sekitar 2.009 industri berskala kecil, menengah, dan besar.

Baca: KBRI Islamabad Tingkatkan Sinergi Ekonomi Indonesia-Pakistan

Selain untuk menjalin hubungan baik dengan para pelaku usaha Rawalpindi, kunjungan Iwan yang juga didampingi staf KBRI dilakukan dalam rangka mempromosikan Trade Expo Indonesia 2019 pada 15-20 Oktober 2019 di ICE BSD.

Malik juga menyatakan bahwa kunjungannya tersebut sebagai salah satu Kepala Perwakilan yang aktif menjalin interaksi dengan pengusaha di Rawalpindi dan sekitarnya.

“Hubungan seluruh anggota RCCI dengan KBRI Islamabad istimewa, selama masa penugasan sebagai Duta Besar, terhitung sudah empat kali melakukan kunjungan ke kantor kami,” tambahnya.

Di lain pihak, Iwan mengapresiasi RCCI atas prestasi yang diraih RCCI dalam masa kepemimpinan Malik Shahid.

“Khususnya dalam upaya meningkatkan hubungan dengan berbagai komunitas international di bidang bisnis, termasuk dengan Indonesia,” jelas Iwan.

Baca: “Oase” Daging Qurban untuk Penduduk Asli Pakistan

Iwan juga menyampaikan perkembangan hubungan perdagangan Indonesia-Pakistan yang mengalami perkembangan yang cukup positif.

“Dengan adanya capaian total nilai perdagangan kedua negara tahun 2018 yang mencapai USD 3,1 miliar serta dimulainya proses perundingan Free Trade Agreement (FTA),” tambahnya.

Oleh sebab itu, Iwan mendorong perdagangan bilateral yang berkesinambungan dan seimbang. “Dan saling menguntungkan secara proporsional sesuai kapasitas supply dan demand masing-masing,” tukasnya.* Adin

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Qadhafi Dibunuh Agen Prancis, Bukan Pemberontak Libya

Qadhafi Dibunuh Agen Prancis, Bukan Pemberontak Libya

Gencar Dilaporkan Publik, Ahok Diperiksa Bareskrim Polri

Gencar Dilaporkan Publik, Ahok Diperiksa Bareskrim Polri

Dirjen Aptika: Kedepan Proses Pemblokiran Akan Lebih Tertata Dan Berhati-hati

Dirjen Aptika: Kedepan Proses Pemblokiran Akan Lebih Tertata Dan Berhati-hati

Al-Qur’an Dibaca Untuk Menambah Iman, Bukan Sibuk Berlanggam

Al-Qur’an Dibaca Untuk Menambah Iman, Bukan Sibuk Berlanggam

JK: Kapasitas Masjid 40 Persen saat Pemberlakuan Normal Baru

JK: Kapasitas Masjid 40 Persen saat Pemberlakuan Normal Baru

Baca Juga

Berita Lainnya