Jum'at, 3 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Berita

FSLDK Rayakan Hari Ibu Dengan berbagi Jilbab Gratis

“Sungguh, kasih sayang yang ibu berikan tak akan terbalas oleh apapun"
Bagikan:

Hidayatullah.com–“Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia…” demikian syair yang popular dinyanyikan anak-anak.  Ditemani sejuknya udara pagi kota Bogor, belum lama ini FSLDK menggelar suatu kegiatan aksi yang bernama “FSLDK CINTA IBU” dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 7.00 WIB pagi di Tugu Kujang, Bogor. Diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Jaringan Muslimah Nasional (Jarmusnas) dan sambutan yang disampaikan oleh Suti’ah sebagai ketua Jaringan Muslimah Daerah (Jarmusda) Priangan Barat, aksi yang diikuti oleh sekitar 30 orang muslimah ini resmi dibuka.

Dilanjutkan dengan long march menuju Lapangan Sempur Bogor. Sepanjang perjalanan tak hentinya dinyanyikan lagu “Kasih Ibu” sebagai bentuk pengingat kepada kita semua bahwa perjuangan dan kasih sayang seorang ibu begitu berarti tak tak akan putus oleh waktu. Selain itu dilaksanakan juga aksi pembagian jilbab, bunga, serta souvenir hari ibu lainnya kepada ibu-ibu yang dijumpai sepanjang perjalanan.

“Ibu Madrasah Pertamaku, Inspirasi Hidupku” itulah tema hari Ibu nasional yang diangkat oleh Jaringan Muslimah Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Jarmusnas FSLDKI) pada tahun ini.

FSLDK mencoba untuk meneladani kembali peran seorang ibu dalam mencetak generasi robbani menuju Indonesia madani.

Menurut FSLD, hakikatnya menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan dan kesempurnaan bagi seorang perempuan. Hanya saja peran yang dimilikinya bukanlah peran yang sedehana. Untuk menjadi seorang ibu bukan hanya berkualitas secara pengalaman, namun juga perlu dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang berkualitas. 

Sosok ibu lah yang paling dekat dengan putra-putrinya, karena beliaulah yang mengandung dan membawa kita kemana-mana selama 9 bulan dalam rahimnya. Setelah terlahir, kita menangis namun orang di sekitar kita tersenyum dan menyambut dengan suka cita terutama ibu kita. Kemudian sebagaimana ajaran Islam, seorang ibu harus menyusui anaknya hingga berusia 2 tahun, dari situlah terbangun sebuah komunikasi yang kadang hanya ibulah yang mengerti semua itu.

“Sungguh, kasih sayang yang ibu berikan tak akan terbalas oleh apapun. Sedangkan kita terkadang merasa enggan bahkan didominasi oleh rasa gengsi untuk meminta maaf pada ibu, di saat kita melakukan kesalahan,” demikianlah pesan-pesan Hari ibu yang disampaikan oleh perwakilan dari IPB, AKA, dan Universitas Pakuan dalam orasinya pada aksi di Lapangan Sempur kali ini. Aksi diakhiri dengan penutupan dan foto bersama.

Semoga momentum hari ibu bukanlah perayaan tahunan belaka. Namun, kita dapat mengimplementasikan bentuk perhatian dan kasih sayang kita pada ibu di setiap harinya. */Kiriman dari Wulan IPB

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ratusan Ribu Penduduk Chechnya Protes Charlie Hebdo

Ratusan Ribu Penduduk Chechnya Protes Charlie Hebdo

Konflik YAPI dan ASWAJA Dinilai Telah Berlangsung Lama

Konflik YAPI dan ASWAJA Dinilai Telah Berlangsung Lama

99,9 % Anak Senang Bermain Bersama Ayah

99,9 % Anak Senang Bermain Bersama Ayah

Terus Berkiprah untuk Indonesia

Terus Berkiprah untuk Indonesia

nama pejabat

Pejabat Mesir Dipecat Setelah Menamai Jalan Kota dengan Nama-nama Kerabatnya

Baca Juga

Berita Lainnya