Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Berita

Boleh Jadi Suporter, “Haram” Berfanatik!

Bagikan:

Hidayatullah.com–- Sepak bola kini menjadi tren di dunia, tidak ketinggalan di Tanah Air yang saat ini sedang gegap gempita mendukung Tim Nasional Garuda. Hanya saja, biasanya, kecintaan terhadap olah raga satu ini terkadang melahirkan pertikaian antar pendukung. Bagaimana Islam memandangnya?

Dr. Salman Audah, seorang ulama asal Saudi berpesan agar para suporter tidak fanatik.
Tokoh yang juga penanggung jawab situs Islam Today ini menyampaikan, bolehnya ikut serta menjadi suporter sepak bola di tribun, karena hal itu termasuk perkara mubah. Akan tetapi, beliau mengingatkan agar sifat fanatisme terhadap club oleh raga dihilangkan, hingga tidak menimbulkan pertikaian antara pendukung.
Boleh Sujud Syukur, Dilarang Curang
 
Ia juga berpendapat bolehnya bagi pemain melakukan sujud syukur, setelah tim kesayangannya berhasil mencetak goal. Namun, Salman Audah juga menjelaskan bahwa prilaku pemain yang disengaja untuk menipu wasit, guna memperoleh kesempatan tendangan pinalti atau hal lain yang menguntungan tidak diperbolehkan.

”Itu adalah perbuatan yang dilarang, karena termasuk menipu dan berbuat curang.”
Pendapat beberapa masalah ini pernah ia sampaikan di komplek club bola Al Ahli, di Jeddah, pada tanggal 19 April 2009 lalu, di hadapan 700 peserta.

Pemain Saudi sendiri dipandang sebagai pihak yang memulai membudayakan ”sujud syukur di lapangan”, yakni pada 1994 di, di saat mereka menjadi peserta di pertandingan piala dunia di Amerika.

Mengenai bolehnya menjadi suporter, keadaan Saudi memang berbeda dengan dengan kondisi di negara lain, di mana di negeri ini semua suporter adalah laki-laki, sehingga ikhtilath dengan lawan jenis tidak ditemui, apalagi pertandingan biasanya diselenggarakan di malam hari, hingga tidak mengganggu waktu shalat. 
Sayangnya, Dr. Salman Audah tak membahas halal-haramnya permainan bola menjadi ajang taruhan dan politik sebagaimana terjadi di Indonesia. [tho/Iol/www.hidayatullah.com]

Rep: Thoriq
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Penting Menjaga Niat Dalam Bisnis Produk Halal

Penting Menjaga Niat Dalam Bisnis Produk Halal

Xi Jinping: Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang

Xi Jinping: Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang

Dar Al Ifta: Napi Boleh Berkhalwat dengan Istrinya di Tahanan

Dar Al Ifta: Napi Boleh Berkhalwat dengan Istrinya di Tahanan

Komnas HAM: Ahok Lecehkan Agama, Segera Minta Maaf ke Publik

Komnas HAM: Ahok Lecehkan Agama, Segera Minta Maaf ke Publik

Menag Sampaikan Pemuka Agama Buddha Pentingnya Menjaga Kedamaian

Menag Sampaikan Pemuka Agama Buddha Pentingnya Menjaga Kedamaian

Baca Juga

Berita Lainnya