Selasa, 19 Januari 2021 / 5 Jumadil Akhir 1442 H

Berita

Ulama Iran: Mengingkari Wilayat Al Faqih, Murtad

Bagikan:

Hidayatullah.com–Salah seorang tokoh Syi’ah Iran, Muhammad Taqi Misbah Yazdi menyatakan bahwa siapa yang mengingkari Wilayat Al Faqih secara sengaja, maka ia dinyatakan murtad. Pernyataan ini disampaikannya Senin kemarin pada pertemuan para pemimpin Garda Revolusi Iran, dalam rangka menguatkan dukungan terhadap Pemimpin Agung Ali Khameini. Demikian dilansir Islammemo.cc (14/6).

Menurut tokoh yang dikenal sebagai pembimbing spiritualnya Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad ini, Wilayat Al Faqih memiliki legitimasi khusus dalam syari’ah, sebagai pengganti dari Imam Dua Belas menurut kepercayaan Syi’ah.

Dia menambahkan bahwa suara pemilih dalam pemilihan umum tidak mempengaruhi pembentukan pemerintahan Iran. Ia menunjukkan, pendiri rezim Khomeini tidak percaya sepenuhnya dengan prinsip demokrasi atau pemilihan umum. Komentar seperti ini ia keluarkan sebagai tanggapan atas pengunjuk rasa yang memprotes hasil pemilu lalu, dimana Ahmadinejad terpilih kembali sebagai Presiden Iran untuk yang kedua kalinya.

Welayat Al-Faqih adalah sistem politik Syi’ah yang diterapkan di Iran sejak revolusi Iran tahun 1979 oleh Ayatullah Ruhullah Khameini. Dari sistem ini adanya suatu keharusan bagi para fuqaha (ulama) untuk mendirikan negara di masa Ghaibah Al Kubra, yaitu masa ketiadaan imam Syi’ah yang ke-12 sejak tahun 329 H sampai sekarang. Jadi, sebenarnya pemegang kekuasaan tertinggi di Iran bukanlah pada presiden, melainkan pada Wilayat Al Faqih yang dipegang oleh seorang ulama yang dianggap sudah mencapai pada derajat tersebut. [sdz/ismm/tho/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

MK Tolak Gugatan Ahmadiyah atas Pasal Penodaan Agama

MK Tolak Gugatan Ahmadiyah atas Pasal Penodaan Agama

59% Warga Yahudi Yakin Israel Kalah Perang di Gaza

59% Warga Yahudi Yakin Israel Kalah Perang di Gaza

Maraknya “Pengajian-Pengajian” Ala Gereja Pasca Musibah Merapi

Maraknya “Pengajian-Pengajian” Ala Gereja Pasca Musibah Merapi

Polri Kaji Aturan Jilbab, Minta Maaf Pernyataan Mabes

Polri Kaji Aturan Jilbab, Minta Maaf Pernyataan Mabes

Strategi Netanyahu Ciptakan  Perpecahan Otoritas Palestina dan Hamas

Strategi Netanyahu Ciptakan Perpecahan Otoritas Palestina dan Hamas

Baca Juga

Berita Lainnya