Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Berita

Ulama Al Azhar Tolak Peraturan Aborsi dan Pengebirian

Bagikan:

Hidayatullah.com–Parlemen Mesir menyetujui dibuatnya peraturan yang memperbolehkan wanita miskin melakukan aborsi dan mengebiri diri, sebagaimana ditegaskan oleh Komite Kesehatan di Parlemen tanggal 20 Maret 2010.

Mereka berasalan, persoalan kemiskinan, kesulitan bagi ibu untuk menafkahi, dan memberikan pendidikan kepada mereka, sebagaimana dikatakan oleh Dr. Ahmad Sayyid, selaku Ketua Komite, sebagai alasan dibuatnya peraturan itu. Tetapi hal itu dilakukan dengan syarat adanya persetujuan dari suami, istri, dan walinya.

Merespon hal ini, beberapa ulama Al Azhar angkat suara. Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Hamid Abu Thalib mengatakan bahwa pemikiran itu bertentangan dengan undang-undang. Mengebiri dan melakukan aborsi karena kemiskinan, merupakan perbuatan haram secata qath’i. Pelakunya berdosa. Mereka yang memberlakukan peraturan ini juga berdosa.

Ia lalu menjelaskan bahwa peraturan itu menyelisihi undang-undang, karena undang-undang di Mesir bersumber dari syari’ah. Dan syari’ah mengharamkan hal itu.

Sedangkan Syeikh Ali Abu Hasan, mantan Ketua Komite Fatwa Al Azhar menjelaskan bolehnya menunda kehamilan, karena beberapa pertimbangan. Adapun pengebirian dan aborsi karena kemiskinan adalah perbuatan yang dilarang secara mutlak dan haram secara syar’i. [arb/tho/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

MPR: Tindakan Densus 88 Tidak Sesuai Prinsip Negara Hukum

MPR: Tindakan Densus 88 Tidak Sesuai Prinsip Negara Hukum

Pengurus Masjid Raya Hentikan Pengajian Jumatan

Pengurus Masjid Raya Hentikan Pengajian Jumatan

Tokoh-tokoh Agama Diteror, Muhammadiyah Desak Aparat Usut Tuntas dan Adil

Tokoh-tokoh Agama Diteror, Muhammadiyah Desak Aparat Usut Tuntas dan Adil

Usulan Membangun Fasilitas Bermain Anak di Masjid Timbulkan Polemik

Usulan Membangun Fasilitas Bermain Anak di Masjid Timbulkan Polemik

Presiden Indonesia-Emir Qatar Bahas Krisis Rohingya dan Negara Teluk

Presiden Indonesia-Emir Qatar Bahas Krisis Rohingya dan Negara Teluk

Baca Juga

Berita Lainnya