Sabtu, 16 Januari 2021 / 2 Jumadil Akhir 1442 H

Palestina Terkini

Organisasi Media Palestina Boikot Facebook karena Lakukan Penyensoran Semena-mena

A Palestinian anchor works inside a studio of Al-Aqsa Television in Gaza City March 19, 2010. U.S. Treasury on Thursday imposed sanctions against two firms in Gaza Islamic National Bank and Al-Aqsa Television for their ties to Hamas. Mohammed Abu Thraya, deputy director of the Al-Aqsa station called on world media outlets to condemn what he called an assault by Israel and the U.S. against "free media". REUTERS/Suhaib Salem (GAZA - Tags: POLITICS CIVIL UNREST MEDIA) - RTR2BTGD
Bagikan:

Hidayatullah.com–Organisasi media Palestina mengadakan boikot sementara Facebook  pada hari Sabtu (09/01/2021) sebagai protes atas kebijakan dan keputusan raksasa jejaring sosial itu mengenai konten terkait Palestina, lapor The New Arab. Kelompok Palestina telah mengeluh selama bertahun-tahun bahwa Facebook  telah secara sewenang-wenang menyensor dan menghapus konten pro-Palestina.

Palestine TV, yang dijalankan oleh Otoritas Palestina, Jaringan Berita Quds, Kantor Berita Shehab, dan Palestine Today TV termasuk di antara lusinan organisasi berita Palestina yang mengambil bagian dalam boikot Facebook  selama dua jam, yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.00 waktu Yerusalem pada hari Sabtu.

Dalam kurun waktu satu hari pada Mei lalu, platform jejaring sosial menonaktifkan puluhan akun milik aktivis dan jurnalis Palestina. Facebook memblokir aktivis tanpa memberikan alasan apa pun selain mengatakan bahwa akun tersebut “tidak mengikuti standar komunitas”.

Bulan lalu, proyek sosial Sada, yang memantau sensor media sosial atas konten Palestina, mengatakan bahwa halaman Facebook Palestina dan Arab, yang mengkritik kesepakatan normalisasi negara-negara Arab dengan ‘Israel’ telah mengalami penurunan tajam dalam kemampuan mereka untuk menjangkau khalayak. Hal ini dilakukan karena tindakan yang disengaja oleh Facebook.

Facebook sebelumnya telah bekerja sama dengan pemerintah ‘Israel’ untuk menyensor konten Palestina dan Juni lalu menunjuk Emi Palmor, seorang ahli sensor ‘Israel’, sebagai dewan pengawasnya. Jaringan Berita Quds melaporkan bahwa tagar yang terkait dengan boikot sementara, #FBCensorsPalestine, menjadi yang paling banyak digunakan di antara pengguna Twitter Palestina.

Pengguna Twitter Al Rawand mengatakan: “Meskipun mengizinkan pejabat pendudukan ‘Israel’ untuk secara bebas menghasut terhadap Palestina dan Arab, Facebook  melarang segala upaya oleh warga Palestina untuk mengekspresikan diri.” Kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) internasional mengumumkan dukungan dan partisipasinya dalam aksi Palestina melawan Facebook.

Sebanyak enam stasiun TV, sepuluh stasiun radio, 20 kantor berita dan jaringan, dan 18 lembaga ambil bagian dalam kampanye tersebut, menurut Quds News Network.*

Rep: Fida A
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Gaza Pawai Mendukung al-Qassam, Kecam Mesir

Warga Gaza Pawai Mendukung al-Qassam, Kecam Mesir

Serdadu ‘Israel’ Borgol Anak-anak Usia 5-9 Tahun

Serdadu ‘Israel’ Borgol Anak-anak Usia 5-9 Tahun

Konferensi Palestina-Eropa Ke 11 Tengah Dipersiapkan Di Brussel

Konferensi Palestina-Eropa Ke 11 Tengah Dipersiapkan Di Brussel

Warga Palestina yang Gugur Menjadi 20

Warga Palestina yang Gugur Menjadi 20

Koran Yahudi: Pasca Mursy Hubungan Kairo-Tel Aviv Kembali Mesra

Koran Yahudi: Pasca Mursy Hubungan Kairo-Tel Aviv Kembali Mesra

Baca Juga

Berita Lainnya