Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Pejabat Tinggi PLO, Sae Erekat, Dibawa ke Rumah Sakit karena Covid-19

Perunding Palestina Saeb Erekat.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kepala negosiator Palestina Saeb Erekat telah dibawa dengan ambulans ke sebuah rumah sakit di ‘Israel’, lebih dari seminggu setelah tertular virus korona baru, Al Jazeera mengatakan. Saksi mata mengatakan pria 65 tahun itu berada di tandu pada hari Ahad (18/10/2020) ketika dia ditempatkan di dalam ambulans ‘Israel’ di luar rumahnya di Jericho, di Tepi Barat yang diduduki.

Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengungkapkan pada 8 Oktober bahwa dia telah jatuh sakit dengan Covid-19. Kondisinya semakin memburuk dan Departemen Urusan Negosiasi PLO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Erekat “sekarang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit”.

Ada kekhawatiran yang meningkat atas kerentanan Erekat terhadap penyakit pernapasan karena masalah kesehatan kronis yang melibatkan sistem pernapasannya. Pada 2017, dia menjalani transplantasi paru-paru di Amerika Serikat.

Setelah mengumumkan bahwa dia dibawa ke sebuah fasilitas di Tel Aviv, PLO kemudian mengatakan bahwa Erekat telah dipindahkan ke Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem. Sementara itu, saudaranya, Sabre Erekat, mengatakan kepada kantor berita AFP, Saeb “situasi tidak baik”.

Sebagai anggota Fatah, faksi paling kuat di PLO, Erekat telah menjadi salah satu wajah paling terkenal dari kepemimpinan Palestina selama beberapa dekade, terutama di hadapan khalayak internasional. Erekat juga merupakan salah satu penasihat paling senior untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan juga menjabat posisi teratas di bawah pendahulu Abbas, Yasser Arafat.

Hari-hari negosiasinya berawal dari negosiasi publik paling awal dengan Israel pada 1991 di Konferensi Madrid ketika Erekat menjadi bagian dari tim PLO. Sebagai pendukung solusi dua negara dari konflik Israel-Palestina, Erekat telah menjadi suara utama Palestina dalam menentang kebijakan pemukiman ilegal ‘Israel’ di wilayah yang direbut dan diduduki setelah Perang 1967.

Hingga saat ini, ada 42.490 kasus yang dikonfirmasi dari virus korona baru di Tepi Barat, termasuk 381 kematian terkait.*

Rep: Fida A
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Mesir Hapus “Sistem Pengusiran” Palestina di Bandara Kairo

Mesir Hapus “Sistem Pengusiran” Palestina di Bandara Kairo

Jordan Mengutuk Pelanggaran ‘Israel’, termasuk ‘Perempuan Pengawal Masjid Al-Aqsa’

Jordan Mengutuk Pelanggaran ‘Israel’, termasuk ‘Perempuan Pengawal Masjid Al-Aqsa’

Puluhan Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Puluhan Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Menlu Israel Gemetar di Toilet Saat Sirene Peringatan Roket Dibunyikan

Menlu Israel Gemetar di Toilet Saat Sirene Peringatan Roket Dibunyikan

Flu Babi Merajalela di Israel

Flu Babi Merajalela di Israel

Baca Juga

Berita Lainnya