Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Jordania, Saudi dan Otoritas Palestina Takut Pengaruh Turki di Yerusalem Timur

IbTimes
Ismail Haniyah dan Erdogan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Arab Saudi, Jordania dan Otoritas Palestina pimpinan Mahmoud Abbas memperingatkan ‘Israel’ pada kesempatan yang terpisah mengenai pengaruh Turki di Jerusalem Timur yang terjajah, menurut sebuah laporan oleh harian Israel, Haaretz.

Laporan itu mencatat bahwa pejabat senior dari ketiga Negara Arab itu mengatakan pada ‘Israel’ bahwa Turki “sedang memperluas pengaruhnya di pemukiman Arab Jerusalem” yang mereka katakan adalah “bagian dari upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengklaim kepemilikan atas masalah Yerusalem (Baitul Maqdis)”.

Sumber-sumber ‘Israel’ mengklaim telah sepenuhnya menyadari pengaruh Turki yang semakin meluas dan mengatakan mereka telah mengawasi upaya Ankara selama lebih dari setahun.

Baca: Bertemu Delegasi Hamas, Erdogan Tegaskan Dukungan Turki pada Palestina 

Menurut laporan yang dikutip Aljazeera, pejabat Jordania dikatakan telah marah dengan respon lambat Israel yang mereka sebut bagai “tidur di belakang kemudi”, terutama sejak penandatanganan perjanjian rekonsiliasi tahun 2016 yang dengan teguh dipertahankan oleh ‘Israel’.

Pejabat dari Otoritas Palestina (PA) juga menyampaikan khawatir terhadap semakin jauhnya dorongan Turki terhadap pengaruh negara itu di Jerusalem Timur terjajah yang berbentuk donasi pada organisasi-organisasi Islam di pemukiman Arab atau melalui kelompok Muslim Turki yang berhubungan dekat dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang memimpin.

Pejabat pertahanan ‘Israel’ mengatakan pada harian Yahudi bahwa fenomena tersebut telah mencapai puncaknya pada 2017 dengan ratusan WN Turki menciptakan “kehadiran reguler di dalam dan sekitar kota” dan bentrok dengan polisi Israel selama sholat Jumat di Masjid Al-Aqsha –  Baitul Maqdis.

Baca: Erdogan: Turki akan Buka Kedutaan di Baitul Maqdis

“Mereka mencoba membeli perumahan dan memperkuat posisi politik mereka,” sumber di kepolisian dikutip mengatakan hal itu.

“Ini juga merupakan sumber kekhawatiran bagi PA, yang tidak ingin ada negara lain yang mengklaim tanggung jawab mereka atas Jerusalem Timur yang terjajah.”

Kekhawatiran Jordania berasal dari fakta bahwa upaya Turki untuk memperluas pengaruhnya beresiko membahayakan posisi  Kerajaan Hasyimiyah  sebagai penjaga situs paling suci ketiga dalam Islam.

Sedang bagi Arab Saudi semakin meluasnya pengaruh Erdogan di Baitul Maqdis bisa membantu meningkatkan citranya  di Arab dan di dunia Muslim yang akan, pada dasarnya, menghadirkan dia “dia sebagai satu-satunya pemimpin yang melawan Israel dan pemerintahan Trump”.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pejuang Al-Qassam jadi Inspirasi Baru Bocah-bocah di Tepi Barat

Pejuang Al-Qassam jadi Inspirasi Baru Bocah-bocah di Tepi Barat

Palestina Minta Pengadilan Internasional Batalkan  Kedutaan Besar AS di Baitul Maqdis

Palestina Minta Pengadilan Internasional Batalkan Kedutaan Besar AS di Baitul Maqdis

Al-Qassam Perluas Jangkauan Roket 80 KM, Rabbi Ajak Doa di Tembok Ratapan

Al-Qassam Perluas Jangkauan Roket 80 KM, Rabbi Ajak Doa di Tembok Ratapan

Haniyah Melawat ke Sejumlah Negara Arab

Haniyah Melawat ke Sejumlah Negara Arab

FIFA Janji Perbaiki Stadion Palestina

FIFA Janji Perbaiki Stadion Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya