Jumlah Korban Gugur oleh Sniper Zionis di Gaza menjadi 40 Orang

Lebih dari 40 warga Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel sejak awal protes bertajuk ' “Great Return March”' pada 30 Maret 2018

Jumlah Korban Gugur oleh Sniper Zionis di Gaza menjadi 40 Orang
Arabnews
Tahrir Wahba (18), remaja tuna rungu, ditembak Israel di kepala dalam aksi di timur Khan Yunis pada 6 April 2018

Terkait

Hidayatullah.com–Dua orang Palestina yang terluka akibat kekejaman tentara zionis-Israel  gugur hari Senin ini, membuat korban gugur dari serangan Zionis selama ‘Aksi kembali ke Palestina’ yang terjajah sejak 30 hingga 40 Maret menjadi 40 orang, kata seorang pejabat Gaza mengatakan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, Ashraf Al-Qudra dikutip Arabnews mengatakan, korban jiwa terakhir bernama Tahrir Wahba (18) dan Abdullah Shamali (20).

Wahba, yang dikenal tuna rungu, ditembak di kepala dalam sebuah bentrokan di timur Khan Yunis pada 6 April 2018, sementara Shamali gugur karena tembakan peluru tentara penjajah di perutnya hari Jumat lalu ujar Ashraf al-Qudra.

Baca: ‘Setiap Warga Palestina Merupakan Subjek Penangkapan’

Pengunjuk rasa Palestina mengibarkan bendera, membakar ban dekat kota selatan Gaza,  sebagai bagian aksi damai, menuntut kembali ke desa mereka setelah 70 dirampas penjajah Israel [PalInfo]

Lebih dari 40 warga Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel sejak awal protes bertajuk ‘ “Great Return March”‘ pada 30 Maret 2018,  sementara yang lain dibunuh oleh serangan udara dan para penembak jitu tentara Zionis.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan setiap hari Jumat untuk meminta hak untuk kembali ke tanah air mereka yang sekarang telah diduduki oleh penjajah dengan mendirikan ‘Negara palsu’ bernama Israel.

Beberapa pengunjuk rasa melempar batu atau membakar ban ke arah pasukan Israel justru membalasnya dengan peluru tajam, melukai ratusan orang.

Militer penjajah beralasan,  mereka melakukannya untuk melindungi diri mereka sendiri dan menghentikan upaya para demonstran untuk menyerang perbatasan yang memisahkan wilayah mereka dari Israel.

Lebih dari 440 demonstran terluka oleh gas airmata pada hari Jumat, menurut petugas penyelamat.

Tindakan penjajah Israel ini mengundang kritik dari banyak pihak yang menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Uni Eropa untuk menyelidiki kasus ini, kutip AFP.

Baca: ‘Israel’ Rayakan 70 Tahun Penjajahan

Selama lebih dari 10 tahun, penjajah Israel telah mengepung wilayah Gaza dan memerangi Hamas dalam tiga perang sejak 2008.

Hari Senin, sayap militer pejuang Hamas mengatakan satu dari orang-orangnya gugur dalam ledakan. Dikatakan dalam sebuah pernyataan, Mohammad Al-Maqadma (55), gugur oleh sebuah “ledakan proyektil” yang ditembakkan sebuah kelompok tanpa nama yang digambarkan sebagai musuh Hamas,  tanpad dijelaskan lebih lanjut.

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan seorang anak terluka dalam ledakan yang sama, di bagian utara jalur itu.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !