Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Otoritas Palestina Mendesak Hamas Menyerahkan Keamanan Gaza

AA
PM Palestina, Sami Hamdalah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) Rami Hamdallah hari Selasa mengulangi seruan kepada Hamas untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan di Jalur Gaza kepada pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah.

Sebelumnya, Rami hampin menjadi sasaran ledakan bom saat konvoi kunjungan ke Jalur Gaza. Insiden itu memicu kekhawatiran akan adanya upaya pembunuhan.

Meski Rami Hamdallah tidak terluka dalam serangan hari Selasa, Otoritas Palestina segera menuduh ada kelompok berusaha membunuhnya.

“Hari ini [Selasa] kami menjadi sasaran percobaan pembunuhan yang melibatkan sebuah alat peledak yang terkubur dua meter di bawah tanah,” kata Hamdallah dilansir dari Anadolu Agency.

Enam orang terluka akibat ledakan tersebut, katanya, yang semuanya dirawat di Kompleks Medis Ramallah.

Baca: Studi: Hamas Bisa Kalahkan Fatah dalam Pemilu Palestina

Dia melanjutkan dengan menegaskan bahwa insiden tersebut “menegaskan perlunya memiliki satu otoritas keamanan [di Gaza]”.

“Oleh karena itu, kami meminta Hamas untuk menyerahkan berkas keamanan internal kepada pemerintah Palestina [Ramallah],” kata perdana menteri tersebut.

“Pemerintah tidak dapat mempertahankan kehadiran yang efektif [di Gaza] tanpa adanya keamanan,” tambahnya.

Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikelola kelompok perlawanan Sialam, Hamas, pada bagiannya, membenarkan bahwa ledakan telah terjadi di Beit Hanoun saat konvoi Hamdallah melewati distrik tersebut.

Baca: Hamas Tidak Hadiri Pertemuan Dewan Pusat PLO

Juru bicara kementerian Iyad al-Buzm mengatakan bahwa ledakan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, menambahkan bahwa pasukan keamanan Gaza sekarang melihat penyebab ledakan tersebut.

Hamdallah, didampingi oleh kepala intelijen Palestina Majid Faraj, tiba di blokade yang diblokade pada hari Selasa untuk kunjungan selama berjam-jam.

Hamas menguasai Gaza sejak memangkan Pemiliu Palestina pada 2007. Namun Israel dan Amerika justru mendorong Fatah yang sekuler pengendalikan Palestina.

Kelompok perjuangan Islam dan pembebasan Palestina ada banyak faksi. Hamas hanya salah satunya yang besar dan disegani masyarakat.  Fatah menuduh Hamas paling bertanggung jawab atas serangan yang menyasar pejabat Palestina kemarin.

Sebaliknya Hamas menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa “kejahatan ini bagian tak terpisahkan dari upaya untuk melukai keamanan Jalur Gaza dan menghancurkan upaya untuk mencapai persatuan dan rujuk.”.*/Sirajuddin Muslim

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Al Azhar Ingatkan Surat Pejuang Shalahuddin pada Raja Richard

Al Azhar Ingatkan Surat Pejuang Shalahuddin pada Raja Richard

Selama Tahun 2020, Hampir 800 Warga Palestina Telah Kehilangan Tempat Tinggal akibat Dihancurkan ‘Israel’

Selama Tahun 2020, Hampir 800 Warga Palestina Telah Kehilangan Tempat Tinggal akibat Dihancurkan ‘Israel’

Israel Khawatir Hamas Menang Lagi dalam Pemilu Mendatang

Israel Khawatir Hamas Menang Lagi dalam Pemilu Mendatang

Penjajah Zionis Sudah Sita Kunci-kunci Gerbang Maghribi

Penjajah Zionis Sudah Sita Kunci-kunci Gerbang Maghribi

3 Warga Israel Mengaku Membunuh Husain Abu Khidir

3 Warga Israel Mengaku Membunuh Husain Abu Khidir

Baca Juga

Berita Lainnya