frontpage hit counter

800 Tahanan Palestina Hentikan Mogok Makan di Awal Ramadhan

Aksi mogok makan itu disuarakan oleh Barghouti, warga Palestina paling terkemuka yang dipenjara di Israel, untuk memprotes ruang isolasi dan tindakan Israel yang melakukan penahanan tanpa pengadilan

800 Tahanan Palestina Hentikan Mogok Makan di Awal Ramadhan
AFP
Wanita Palestina membawa potret keluarga yang dipenjarakan di penjara Israel saat demonstrasi di depan kantor Palang Merah di Yerusalem, 25 Mei 2017

Terkait

Hidayatullah.com–Ratusan tahanan Palestina hari Sabtu mengakhiri mogok makan yang telah berlangsung selama 40 hari untuk memprotes kondisi mereka di penjara-penjara Israel, Pelayanan Penjara Israel dan seorang pejabat Palestina mengatakan.

Sekitar 1.100 tahanan telah ikut serta dalam salah satu mogok makan terbesar, yang dimulai pada 17 April 2017 dan telah meningkatkan ketegangan antara Israel dan warga Palestina, melalui demonstrasi dukungan pada pemogok makan yang meluas menjadi bentrokan di wilayah penjajahan Tepi Barat dan perbatasan-perbatasan Gaza.

Lebih dari 800 tahanan yang melakukan mogok makan hingga Sabtu, telah mengakhiri aksi mereka setelah perundingan antara Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan Otoritas Palestina yang menyimpulkan dalam sebuah kesepakatan untuk merubah beberapa syarat para pemogok makan, sebuah Pernyataan dari Pelayanan Penjara mengatakan.

Juru bicara pelayanan penjara Israel Nicole Englander mengatakan secara keseluruhan 1.578 tahanan berpartisipasi dalam mogok makan dan 834 tahanan mengakhiri aksi mereka pada Sabtu. Dia mengatakan 18 tahanan sedang berada dalam perawatan rumah sakit.

Issa Karaka, Kepala Hubungan Tahanan di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengonfirmasi bahwa para tahanan itu setuju untuk menghentikan aksi mereka.

Baca:  Mogok Makan Massal Tahanan Palestina Masuki Hari ke 21

Pada Rabu, Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein memperingatkan Israel untuk meningkatkan kondisi para tahanan Palestina di tempat penahanan mereka.

ICRC juga pada Kamis memperingatkan bahwa dokter-dokter mereka yang telah mengunjungi para tahanan khawatir mengenai “potensi konsekuensi kesehatan ireversibel”. Jurubicara ICRC Jesus Serrano menyambut berakhirnya aksi itu dan mengatakan Palang Merah akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk memfasilitasi kunjungan tambahan.

Keputusan berakhirnya aksi tersebut bertepatan dengan awal bulan puasa umat Islam, dikutip Daily Sabah.

Presiden Palestina Mahmoud Abbad telah mendesak rekan ASnya Donald Trump untuk mengungkit masalah itu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama kunjungannya di wilayah itu awal minggu ini. Dia mengungkapkan masalah itu kembali dalam pertemuan dengan utusan Trump, Jason Greenblatt di markasnya di Ramallah pada Kamis.

Baik Karaka dan Pelayanan Penjara Israel pada awalnya tidak membocorkan detail dari kesepakatan tersebut. Meskipun begitu, Pelayanan Penjara mengatakan kunjungan keluarga bulanan kedua akan dibuka setelah sebelumnya diputus.

Qadoura Fares, yang menjalankan kelompok advokasi tahanan, mengatakan negosiasi terjadi antara pejabat berkepentingan Israel dan komite dari para tahanan, termasuk Marwan Barghouti. Dia mengatakan negosiasi dimulai pada Jumat dan merupakan yang pertama kalinya sejak mogok makan dimulai. Dia mengatakan dia tidak mengetahui secara rinci hasil dari negosiasi tersebut.

Aksi mogok makan itu disuarakan oleh Barghouti, warga Palestina paling terkemuka yang dipenjara di Israel, untuk memprotes ruang isolasi dan tindakan Israel yang melakukan penahanan tanpa pengadilan yang telah diterapkan pada ribuan tahanan sejak 1980an. Israel mengatakan bahwa tindakan itu diperlukan untuk mencegah serangan dan melindungin sumber keamanan.

Barghouti, salah seorang pemimpin di gerakan Fatah Palestina milik Presiden Palestina Mahmoud Abbas, terbukti membunuh penjajah Israel pada intifada kedua Palestina, dan dijatuhi lima hukuman mati pada 2004. Semenjak di penjara pada 2002, dia tidak pernah  melakukan pembelaan, dia mengungkapkan bahwa pengadilan tidak mempunyai yuridiksi atau kuasa terhadapnya. Beberapa survey menunjukkan banyak warga Palestina yang menginginkan dia menjadi presiden mereka selanjutnya.

Pada awal bulan ini, Israel telah merilisi rekaman yang disebutkan menunjukkan Barghouti berbuka puasa. Sumber di Palestina mengatakan video tersebut palsu.

Kenteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan menuduh Barghouti memulai aksi mogok makan agar mendapat dukungan politik di jalanan Palestina daripada meningkatkan kondisi rekan tahanannya.

Baca:  11 Pelanggaran Israel terhadap Tahanan Palestina

Pelayanan Penjara mengatakan kebanyakan dari tahanan yang ikut serta dalam aksi mogok makan mempunyai hubungan dengan Fatah.

Meskipun mogok makan bukanlah hal yang biasa bagi 6.500 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, banyak dari mereka yang terbukti melakukan atau merencanakan serangan pada Israel, aksi mogok makan ini merupakan salah satu yang terbesar.

Banyak warga Israel yang memandang para tahanan Palestina sebagai teroris dan hanya memiliki sedikit rasa simpati pada permintaan mereka. Tahanan Palestina yang berada di belakang para pemogok makan dianggap sebagai pahlawan nasional, sekilas menutup perpecahan yang dalam antara dua kelompok rival politik, Hamas yang memimpin di Gaza dan Fatah, gerakan dukungan Barat Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang mengelola ekonomi di Tepi Barat. Warga Palestina berharap aksi protes tersebut akan menarik perhatian yang di mana penjajahan Israel akan memasuki tahun ke 50 nya pada awal Juni ini.

Dukungan pada tahanan merupakan sebuah masalah konsesus emosional; ratusan ribu warga Palestina telah dipenjara oleh Israel selama sekali atau lebih sejak 1967.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !