Israel Telah Lakukan 60 Galian di Bawah Masjid al-Aqsha untuk Bangun Sinagog

Penggalian-penggalian ini dilakukan penjajah Zionis sepanjang lebih dari 600 meter di sisi barat Masjid al-Aqsha

Israel Telah Lakukan 60 Galian di Bawah Masjid al-Aqsha untuk Bangun Sinagog
moroccoworldnews

Terkait

Hidayatullah.com—Usaha penjajah Zionis merekayasa masa depan Al-Quds dan Masjid al-Aqsha tercermin upaya mereka mengubah status hukum dan realitas politik serta pendudukan melalui pembuatan undang-undang di Parlemen Zionis Knesset dan penggalian berkelanjutan.

Direktur Media di Yayasan Wakaf al-Aqsha, Mahmud Abu Atha mengatakan penjajah Israel telah menggali sebanyak 40 hingga 60 galian, yang saat ini terfokus di bawah Pintu Silsilah, di bawah pintu al-Muthaharah, dan di bawah jalan Pintu al-Magharibah.

Bisa jadi penggalian sampai pada kedalaman lima meter di bawah pondasi masjid al-Aqsha dan panjang terowongan mencapai 3 ribu meter, demikian pernyataan Mahmud sebagaimana dikutip PIC, Kamis (17/03/2016).

Berdasarkan laporan yang dirilis surat kabar “Yasrael Today” pada Mei 2015 lalu, disebutkan bahwa selama bulan-bulan terakhir telah dilakukan penggalian sepanjang 60 meter di sepanjang tembok barat masjid al-Aqsha. Hal ini menyebabkan tersingkapnya puluhan batu besar yang menjadi pondasi masjid al-Aqsha.

Sejak tahun 1963 Zionisme Internasional telah membuat sebuah rencana untuk melaksanakan sekitar 60 penggalian di daerah al-Aqsha dan sekitarnya, yaitu daerah yang mereka sebut “Galangan Suci” yang meliputi Masjid al-Aqsha seluas 144 hektar, Harah al-Muslimin, Harah Yahudi dan Silwan.

Banyak dokumen dan kajian menunjukkan bahwa tujuan utama dari penggalian-penggalian ini adalah untuk mengikis semua bangunan Islam yang ada di daerah ini dan menggusur sebagiannya, serta menghancurkan sebagiannya lagi sampai tidak tersisa apapun di al-Quds.

Meskipun penggalian-penggalian terus dilakukan, namun mereka sama sekali belum menemukan apapun jejak sinagog. Hak itu didukung oleh sebagian pakar arkeologi Yahudi sendiri, di antaranya adalah Gedeon Afni, Rony Raych, Yaer Zakovits, Tobia Sagir, Israel Fankelstein, Meir Bandov dan yang lainnya.

Pada tahun 1988 penggalian-penggalian bertambah menuju masjid al-Aqsha dari pintu al-Gawaimah. Penjajah Zionis mengklaim mereka menemukan peninggalan era sinagog kedua dan pada bulan Agustus tahun 1988 mereka berusaha memulai penggalian-penggalian di daerah kampung al-Wadi yang melekat dengan masjid al-Aqsha. Tujuannya adalah untuk mengosongkan tanah dan batu dari bawah masjid al-Aqsha guna menciptakan ruang kosong di bawah masjid agar bisa roboh kapanpun saat terjadi gempa. Hanya saya upaya-upaya ini mendapatkan penolakan dari penjaga masjid al-Aqsha dan warga al-Quds.

Rencana Rahasia

Pantauan Yayasan Wakaf al-Aqsha, aktivitas penggalian terfokus di sisi barat masjid al-Aqsha, yang diberinama dengan istilah “terowongan barat”. Di mana otoritas penjajah Zionis melakukan sejumlah penggalian di kedalaman tanah dan dalam beberapa level, digali lantai di bawah lantai, di daerah sekitar yang melekat dengan masjdi al-Aqsha ke arah daerah bawah masjid al-Aqsha. Hal ini yang memperluas jaringan terowongan-terowongan yang digali di bawah masjid al-Aqsha  dan daerah terdekat sekitarnya.

Yayasan Wakaf al-Aqsha menyatakan bahwa penggalian-penggalian ini tidak terjadi pada satu lantai saja, namun berlantai-lantai dan dari semua arah, terutama di arah timur dan di masjid al-Aqsha. Kedalaman setiap lantai dan lantai lain berbeda-beda, namun lebih dari dua meter. Penggalian-penggalian ini sepanjang lebih dari 600 meter di sisi barat Masjid al-Aqsha.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !