Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

HAMAS: Kami Tidak Akan Pernah Meninggalkan Senjata Perlawanan

WorldBulletin
Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam/Harakah Muqawamah Al-Islamiyyah (HAMAS), Ismail Haniyah dan gambar Syeikh Ahmad Yasin
Bagikan:

Hidayatullah.com— Gerakan Perlawanan Islam/Harakah Muqawamah Al-Islamiyyah (HAMAS) mengatakan bahwasanya gerakannya tidak akan pernah meninggalkan senjata perlawanan  dalam keadaan apa pun, dan tidak akan pernah berhenti melakukan perlawanan terhadap penjajah  zionis- israel.

Sikap ini disampaikan Hamas  dalam sebuah pernyataannya yang dikuitip PIC,  Sabtu (21/3/2015) malam, guna mengenang sebelas tahun pembunuhan pendiri HAMAS, Syeikh Ahmad Yasin rahimahullah yang bertepatan hari Ahad (22/03/2015).

Menurut Hamas, kelompoknya akan terus melakukan perlawanan sampai  terwujudnya tujuan rakyat Palestina dalam membebaskan negaranya dan meraih kemerdekaannya.

HAMAS juga menegaskan metode Syeikh Yasin rahimahullah dan rancangannya akan tetap seperti itu dan  terus berlanjut. Dan kenangannya di mata dan tangan setiap pejuang Palestina  dalam berjuang menentang penjajah dan melawan kejahatan-kejahatannya.

Pada tanggal 22 Maret 2004 lalu, Syeikh Ahmad Yasin dibunuh oleh penjajah zionis-israel dengan cara dibombardir tiga buah roket yang dijatuhkan oleh pesawat tempur ketika ia sedang keluar usai melaksanakan shalat Subuh di masjid Al Mujamma’ Al Islamiy dekat rumahnya di daerah Shabra sebelah timur Kota Gaza.

Tujuh orang yang menemani Syeikh Ahmad Yasin turut syahid (insyaAllah) bersamanya. Potongan tubuhnya menyebar dan berbaur dengan bagian-bagian kursi roda yang  beliau gunakan saat menuju keluar masjid.

Seperti diketahui, HAMAS didirikan Syeikh Ahmad Yasin di Jalur Gaza tanggal 14 Desember 1987, guna melawan penjajah zionis israel.

Pengaruh gerakan HAMAS telah menyebar secara dramatis, setelah keterlibatannya yang begitu kuat dalam melakukan perlawananterhadap penjajah di Tepi Barat dan Jalur Gaza.*

Rep: Jundi Iskandar
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pasukan Penjajah Gusur 74 Warga Palestina, Termasuk 41 Anak di Bawah Umur setelah Menghancurkan Desa Badui

Pasukan Penjajah Gusur 74 Warga Palestina, Termasuk 41 Anak di Bawah Umur setelah Menghancurkan Desa Badui

Hamas-Fatah Kembali Gelar Dialog Rekonsiliasi di Kairo

Hamas-Fatah Kembali Gelar Dialog Rekonsiliasi di Kairo

Pimpinan Hamas Memuji Dukungan Qatar untuk Palestina

Pimpinan Hamas Memuji Dukungan Qatar untuk Palestina

Pemerintah Inggris Tolak Minta Maaf pada Palestina Terkait Deklarasi Balfour

Pemerintah Inggris Tolak Minta Maaf pada Palestina Terkait Deklarasi Balfour

Intelijen ‘Israel’ Cemas Hamas dan Jihad Islami Miliki 400 Roket Jarak 80 KM

Intelijen ‘Israel’ Cemas Hamas dan Jihad Islami Miliki 400 Roket Jarak 80 KM

Baca Juga

Berita Lainnya