Jum'at, 24 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Palestina Terkini

Pejuang Gaza: Jangan Ekspor Masalah, Kami Tidak Mencampuri Urusan Internal Negara Arab

reuters
Anggota pasukan Izzuddin al Qassam dalam perayaan 27 tahun Hamas
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan seorang pria bertopeng, 10 kelompok pejuang Palestina di Gaza hari Kamis (5/2/2015) bersama-sama mengecam Mesir atas keputusannya memasukkan sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, ke dalam daftar kelompok teror.

Keputusan pengadilan Mesir pekan lalu itu, menurut sebuah sumber yang dekat dengan Al-Qassam, menunjukkan bahwa Mesir –yang menjembatani banyak perundingan gencantan senjata antara Palestina dan Israel, termasuk gencatan senjata Agustus 2014– tidak lagi dapat dipercaya sebagai pemain imparsial.

Dalam pernyataannya 10 kelompok pejuang Palestina di Gaza itu menegaskan bahwa mereka hanya memerangi Zionis Israel dan tidak membawa medan pertempuran ke luar  dari batas wilayah Palestina dan Israel.

“Faksi-faksi perlawanan dan Brigade Qassam memusatkan kerja mereka melawan musuh Zionis,” kata pria yang membacakan pernyataan itu dikutip Reuters.

“Kami menegaskan kembali bahwa kami tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara Arab dan kami berharap tidak ada satupun yang akan mengekspor masalah dalam negeri mereka kepada rakyat Palestina dan faksi-faksi perlawanannya,” tegas orang tersebut.

Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh Brigade Al-Qassam, Jihad Islam, Brigade Syuhada Al-Aqsha, Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, Pedang Islam dan lima faksi pejuang Palestina lainnya.

Sejak digulingkannya Muhammad Mursy, yang berasal dari kelompok Al-Ikhwan Al-Muslimun, dari kursi kepresidenan pada 3 Juli 2013, Mesir mengalami banyak gangguan keamanan di berbagai pelosok wilayahnya, terutama di ibukota Kairo dan Sinai, wilayah Mesir yang termarjinalkan dan dikenal sebagai daerah sarang kelompok-kelompok bersenjata.

Mesir mengatakan senjata-senjata diselundupkan dari Gaza ke wilayah Sinai Utara, yang mana senjata itu kemudian dipakai kelompok militan setempat untuk menggulingkan pemerintahan Al-Sisi.

Hamas, yang menguasai pemerintahan Palestina di Gaza sejak 2007, membantah tuduhan yang menuding mereka memberikan bantuan logistik, militer dan lainnya kepada kelompok militan yang memusuhi militer Mesir.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Khaled Misy’al Serukan Bentuk Rancangan Pembebasan Palestina

Khaled Misy’al Serukan Bentuk Rancangan Pembebasan Palestina

Tak Bisa Shalat Jumat, ‘Israel’ Sudah 5 Minggu Larang Warga Palestina Masuk Masjid Al-Aqsha

Tak Bisa Shalat Jumat, ‘Israel’ Sudah 5 Minggu Larang Warga Palestina Masuk Masjid Al-Aqsha

Partai Arab Ra`am Jadi Kunci Bantu Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru ‘Israel’

Partai Arab Ra`am Jadi Kunci Bantu Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru ‘Israel’

Haniyah: Pembebasan Al Quds Harus dengan Persatuan Umat

Haniyah: Pembebasan Al Quds Harus dengan Persatuan Umat

Gerakan Perempuan Hamas: Penindasan Perempuan Palestina Terus Berlanjut, Dunia Membisu

Gerakan Perempuan Hamas: Penindasan Perempuan Palestina Terus Berlanjut, Dunia Membisu

Baca Juga

Berita Lainnya