Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Elite Militer Israel Mengaku Diperalat untuk Aktivitas Tak Bermoral pada Warga Palestina

cyberdin.com
Salah satu elite militer penjajah Israel bagian cyber
Bagikan:

Hidayatullah.com—Untuk pertama kalinya setelah 65 tahun kehadirannya menjajah dan merampas bangsa dan tanah Palestina, pasukan militer Israel mengaku diperat terhadap tindakan tak manusiawi pada warga Palestina.

Pengakuan ini ini muncul setelah munculnya 43 komandan dari pasukan elit yang disebut Unit 8200 yang buka suara atas semua aktivitas jahatnya selama ini.

“Hal itu setelah 43 komandan dan pasukan dari unit intelijen militer yang paling rahasia di Israel yang dikenal dengan Unit 8200 menandatangani piagam pengakuan resmi yang mereka ajukan kepada Netanyahu dan Ya’alon. Mereka menyatakan resmi menolak menjalankan tugasnya di wilayah Palestina terjajah karena aktivitas spionase amoral terhadap warga Palestina,” demikian salah satu tulisan Mazen Hammad, kolumnis surat kabar berbasis di Qatar Al Watan.

Seperti diketahui, belum lama ini publik dikagetkan dengan pengakuan 43 veteran intelejen militer penjajah Israel yang menolak kembali bertugas di wilayah Palestina, karena merasa berdosa mematai-matai warga tak bersalah.

Penolakan disampaikan dalam surat terbuka yang dipublikan sebuah koran berbahasa Ibrani terbitan Tel Aviv baru-baru ini. Surat ini ditanda-tangani 43 veteran dan reservist. Mereka terdiri dari petugas, mantan instruktur, dan bintara senior, dari unit khusus intelejen militer bernama Unit 8200 — dalam bahasa Ibrani disebut “Yehida Shmoneh-Matayim”.

Menurut Mahen Hammad, agresi penjajah terhadap Gaza rupanya membuka kedok aktivitas jahat Israel selama ini.

“Meski ada 24 personel militer di tahun 2002 menyatakan menolak bergabung dalam operasi pembunuhan terencana di Jalur Gaza setelah terbunuhnya dan terlukanya 100 warga Palestina dalam operasi serangan udara ke rumah tokoh Hamas Syeikh Shalah Syahadah, namun “keluhan (sikap keberatan) bersejarah” saat ini yang dimulai format (pengaduannya) beberapa bulan sebelum agresi ke Jalur Gaza telah membuka kedok sikap dan prilaku sistematis penindasan secara politis Israel terhadap warga Palestina,” tulisnya dikutip PIC.

Umumnya yang  dikeluhkan oleh penandatangan surat itu adalah bahwa sebagian besar dari tugas mereka tidak terkait dengan keamanan Israel dan pembelaan diri. Namun tugas mereka adalah memperpanjang penjajahan dengan cara menguasai semua sendi-sendi kehidupan warga Palestina di Tepi Barat.

Para komandan dari pasukan elit Israel itu menegaskan dengan pernyataan yang pasti menolak diperalat untuk memperdalam kekuasaan militer di tanah terjajah.

Para penandatangan piagam di atas menyimpulkan bahwa intelijen Israel berusaha menciptakan perpecahan di dalam masyarakat Palestina. Bahkan sebagian kalangan militer Israel yang membelot itu mengungkap sebagian detail “mengerikan” terkait aktivitas Unit 8200. Salah satunya terkait memata-matai secara personal warga Palestina, termasuk kehidupan keluarga dan seksualnya, masalah keuangan dan sakit yang diderita. Semua dilakukan dengan tujuan memeras dan memaksa agar bisa bekerjasama dengan Israel untuk tujuan mata-mata.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Lagi, Zionis Umumkan 3 Tentaranya Tewas

Lagi, Zionis Umumkan 3 Tentaranya Tewas

100 Warga Kehilangan Rumah dalam Penghancuran Terbesar Israel dalam Satu Dekade

100 Warga Kehilangan Rumah dalam Penghancuran Terbesar Israel dalam Satu Dekade

Perbatasan Rafah Tutup Selama Idul Adha

Perbatasan Rafah Tutup Selama Idul Adha

[Berita Foto] Ribuan Warga Palestina Serukan Jihad

[Berita Foto] Ribuan Warga Palestina Serukan Jihad

Mesir Hapus “Sistem Pengusiran” Palestina di Bandara Kairo

Mesir Hapus “Sistem Pengusiran” Palestina di Bandara Kairo

Baca Juga

Berita Lainnya