Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Palestina Terkini

Sampai Sabtu 73 Anak Gaza Tewas Akibat Gempuran Zionis

AFP
Seorang kerabat membawa bayi yang tewas terkena gempuran Zionis. Tujuh anggota keluarga bayi itu juga ikut tewas. Semua dimakamkan pada Sabtu, 19 Juli.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Afnan Shuheiber (10 tahun) saat bermain di atap rumahnya di Kota Gaza dengan sepupunya, menjadi salah satu dari sedikitnya 73 anak yang tewas akibat tembakan Zionis Israel di Jalur Gaza. Secara spiral, anak-anak yang tewas dalam konflik terbaru antara Zionis Israel dan kelompok Hamas Palestina di Gaza, telah menimbulkan kekhawatiran internasional.

Pada hari Sabtu (19/7/2014), sekelompok organisasi hak asasi internasional dan Palestina, dan badan-badan bantuan mendesak gencatan senjata segera di Gaza, mencatat tingginya jumlah anak-anak terbunuh.

“Sejauh ini, lebih banyak anak telah dibunuh oleh tembakan Israel daripada korban dari para pejuang,” kata pernyataan dari kelompok-kelompok LSM, termasuk War Child and Defence for Children International.

Pada hari Sabtu, badan anak-anak PBB dan UNICEF, mengatakan, sejauh ini anak-anak merupakan sepertiga dari korban sipil dalam konflik ini.

“Dari 8 Juli, sampai pukul 04:00 pada tanggal 19 Juli, setidaknya 73 anak-anak Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara dan penembakan udara, angkatan laut, dan darat Israel,” kata pejabat UNICEF Catherine Weibel kepada AFP.

Dia mengatakan, anak-anak tersebut terdiri dari 53 anak laki-laki dan 20 anak perempuan di bawah usia 18 tahun.

“Yang termuda dilaporkan berusia tiga bulan,” katanya.

Lebih dari setengah dari anak-anak yang tewas berada di bawah usia 12 tahun.

Afnan yang ikut menjadi korban, berada di rumah bersama dengan sepupunya, Jihad dan Wissam, di distrik Sabra Gaza City.

Tetangganya mengatakan, anak-anak itu mengambil kesempatan dari jeda gencatan senjata relatif dan dimulai lagi pertempuran pada sore itu, dengan pergi ke atap untuk bersantai setelah beberapa hari terkurung di rumah.

Weibel mengatakan, jumlah anak yang tewas di Gaza menimbulkan “keprihatinan yang mendalam” dari UNICEF.

“Anak-anak harus dilindungi dari kekerasan, dan mereka tidak harus menjadi korban dari konflik yang mereka tidak ikut terlibat,” katanya.

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang efek jangka panjang dari kekerasan terhadap anak-anak Gaza. Banyak dari mereka telah mengalami hidup dalam peperangan yang ketiga ini selama kurang dari enam tahun.

Zionis Israel dan Hamas sebelumnya telah bertempur pada tahun 2012 dan 2009.

“Akan ada anak-anak yang takut untuk hidup karena apa yang mereka lihat,” kata Weibel.

Sebelum perang, sekitar 60.000 anak-anak di Gaza membutuhkan dukungan psikososial. Jumlah ini diperkirakan akan melambung setelah konflik ini.

Potensi masalah tersebut jelas, katanya. Setiap hari di Gaza anak-anak melihat kerabat dan teman-temannya dimakamkan, setelah menjadi korban penembakan.

Salah satu anak laki-laki yang selamat dari tembakan Israel di pantai, mengalami histeris. “Mereka sudah mati, mereka sudah mati,” teriaknya berulang-ulang.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Haniyah Desak Pemimpin Arab dan Muslim Kunjungi Gaza

Haniyah Desak Pemimpin Arab dan Muslim Kunjungi Gaza

Bus Meledak di Tel Aviv, 17 Terluka, 3 Luka Berat

Bus Meledak di Tel Aviv, 17 Terluka, 3 Luka Berat

Wartawati Al-Jazeera Ditembaki Gas Air Mata oleh Israel

Wartawati Al-Jazeera Ditembaki Gas Air Mata oleh Israel

Hamas dan Fatah Tunjukkan Keharmonisan

Hamas dan Fatah Tunjukkan Keharmonisan

Israel Serang Gaza Tengah

Israel Serang Gaza Tengah

Baca Juga

Berita Lainnya