Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Mesir, Kudeta dan 10 Ramalan Amos Yadlin

Amos Yadlin
Bagikan:

Oleh: Dr. Fayez Syamalah

MELIHAT fenomena di Negara-negara Arab saat ini, sebagian orang menyatakan benar kata Amos Yadlin, mantan Direktur Dinas Rahasia Militer Zionis-Israel soal ramalan masa depan.

Sebagian lagi menyatakan, Yahudi ini berbohong dan menyampaikan sesuatu yang berbeda dengan apa yang tersembunyi.

Sebelum berkomentar, penulis sampaikan statemen Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional ‘Israel’ itu di harian Jerusalem Post.

Dalam pernyataannya tahun 2010, saat Amos Yadlin  melepaskan jabatan kepala bagian intelijen militer yang dipimpinnya, saat itu dia mengatakan, “Mesir lapangan bermain terbesar bagi aktivitas intelijen ‘Israel’ sejak tahun 1979. Kami sudah telah berhasil melakukan infiltrasi politik, keamanan, ekonomi dan militer lebih dari satu pos. Dan kami sudah berhasil meningkatkan eskalasi ketegangan antara kelompok dan masyarakat untuk menciptakan miliu saling memusuhi dan bersengketa terus menerus. Hal itu dilakukan untuk memperparah kondisi perpecahan di tengah masyarakat Mesir. Tujuan lain adalah agar sebuah rezim pasca Husni Mubarak tidak mampu mengatasi perpecahan, keterbelakangan, dan kelemahan yang menyebar di Mesir.”

Soal masa depan Mesir, Yadlin pernah membuat 10 ramalan;

1.    Kudeta di Mesir yang dipimpin Al Sisi – disamping keberhasilan rezim Asad untuk bertahan – merupakan titik perubahan bagi mundurnya ancaman-ancaman strategi yang anti klimaks bagi ‘Israel’ pada saat Arab Spring.

2.    Militer Mesir yang menyingkirkan Ikhwanul Muslimin dari pemerintah adalah lembaga paling positif (mau bekerjasama) bagi ‘Israel’ dari sekian lembaga-lembaga eksekutif di Mesir.

3.    Kembalinya militer Mesir bermain peran inti akan membantu kepentingan besar ‘Israel’ karena akan menjaga kesepakatan Cam David yang tiang pengaman nasional ‘Israel’.

4.    Amos Yadlin mengapresiasi militer Mesir karena selama ini merekalah yang mempersempit ruang gerakan Hamas dan langkah ini mengurangi bahaya strategi penjajahan ‘Israel’.

5.    Tahun 2013 terjadi pertemuan kepentingan yang begitu kentara dan belum pernah terjadi sebelumnya antara ‘Israel’ dan Negara-negara Arab poros sunni moderat, terutama Negara-negara teluk.

6.    Gagal dan meruginya gerakan Hamas melanjutkan koalisi dengan poris Suriah Iran tahun 2012, kemudian kerugian mereka membangun hubungan dengan Mesir pasca kudeta atas Mursy telah melemahkan gerakan perlawanan Islam Palestina itu. Ini merupakan titik perubahan yang berpihak kepada kepentingan ‘Israel’.

7.    Pelemahan gerakan Hamas telah mendorong Otoritas Palestina untuk memulai perundingan dengan ‘Israel’ dan berhasil menekan secara diplomasi internasional kepada ‘Israel’ dan menggagalkan usaha mencabut legalitas dari Negara ‘Israel’.

8.    Amos Yadlin menanggap sulit diktator militer berhasil seperti yang diusahakan oleh Menhan Al Sisi di Mesir. Menurutnya, diktator militer tak akan berhasil. Penyebabnya adalah menguatnya kesadaran publik atas hak-hak mereka dan mereka sudah terbebas dari rasa takut dan gentar.

9.    Penolakan publik terhadap pemerintah militer di Mesir akan menjadi ancaman strategis bagi ‘Israel’ di tahun 2014 dan akan mendorong situasi instabilitas. Kemampuan Mesir akan berkurang dalam menguatkan kekuasaan mereka terhadap Sinai dan ini berarti akan menambah peluang ‘Israel’ menjadi target kelompok Jihadis.

10.    Amos Yadlin memperingatkan bahaya melemahnya Amerika di Timur Tengah. Menurutnya, tidak ada Negara di dunia yang siap memanfaatkan sumber dayanya untuk kepentingan ‘Israel’ seperti yang dilakukan Amerika.

Analisis Amos Yadlin ini akan menjadi bahan dialog konferensi besar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan Nasional ‘Israel’ di bulan Maret tahun ini.*

Penulis adalah analis politik masalah Palestina. Tulisan dipublikasikan di laman Informasi Palestina

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Laptop, Kamera, dan Jalur Satelit 24 Jam

Laptop, Kamera, dan Jalur Satelit 24 Jam

‘Israel’ Tak Hentikan Kejahatan di Bulan Ramadhan  

‘Israel’ Tak Hentikan Kejahatan di Bulan Ramadhan  

Hamas: Jangan Mengemis Minta Pengakuan Palestina

Hamas: Jangan Mengemis Minta Pengakuan Palestina

Donatur Tak Penuhi Janji, PBB Tak Mampu Perbaiki Rumah di Gaza

Donatur Tak Penuhi Janji, PBB Tak Mampu Perbaiki Rumah di Gaza

Hamas Gelar Tasyakur Kemenangan di Gaza

Hamas Gelar Tasyakur Kemenangan di Gaza

Baca Juga

Berita Lainnya