Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Palestina Terkini

Dampak Kalah Perang, Akan Banyak Pejabat Militer Zionis Ikuti Mundurnya Barak

Wajah-wajah tegang saat pengumuman gencatan senjata
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pernyataan pengunduran diri Menteri Pertahanan (Menhan) Zionis-Israel Ehud Barak dari politik dan pengakuan tidak akan lagi mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen Januari mendatang cukup mengagetkan banyak kalangan, terutama di Israel.

Kepastian itu disampaikan Barak dalam konferensi pers yang diadakan mendadak di Tel Aviv pada Senin (26/11/2012).

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kehidupan politik dan tidak akan terjun dalam pemilihan Knesset mendatang,” kata Ehud Barak dikutip BBC.

Dalam pernyataannya, Barak mengatakan ia telah mempertimbangkan keputusannya secara masak-masak selama beberapa pekan terakhir dan memilih fokus pada keluarga.

Mundurnya Ehud Barak ditengarai banyak pengamat Timur Tengah ditengarai karena kegagalan Israel telah gagal dalam operasi militer delapan hari ke Gaza. Padahal Israel selalu dianggap salah satu pasukan terkuat dunia, hanya kalah melawan kelompok perlawanan Hamas di Gaza.

Pengamat politik Wasam Afifah dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) mengatakan, kekalahan Zionis yang selalu didentikkan memiliki pasukan terkuat di dunia sangat menggoncangkan Israel. Diprediksi, ke depan akan makin banyak lagi goncangan internal di negeri penjajah tersebut.

Barak adalah orang pertama dari tripatrit operasi ini, bersama Netanyahu dan Avegdor Libermen, pengunduran diri ini banyak terjadi di Israel, sebab harus ada kembing hitam yang menjadi korban.

Sementara itu dosen ilmu politik di Universitas An-Najah Nasional, Dr. Abdul Sattar Qasim menyatakan, “Sangat jelas adanya kegagalan militer Israel yang sangat besar. Ehud Barak adalah orang yang suka berada di pusat kekuasaan, dan mengubah partai agar bias tetap dalam pusaran kekuasaan, adapun pengunduran dirinya dari jabatannya saat ini dan hengkang dari kehidupan politik, adalah disebabkan kegagalannya di Gaza.

Pengunduran diri Barak ini akan diikuti aksi serupa, seperti Netanyahu dan beberapa petinggi militer, terutama setelah gagalnya teknik dan strategi di Gaza.

“Sejak beberapa tahun lalu saya katakan bahwa Israel hampir mendekati kehancuran. Saat ini Israel berada dalam kondisi yang sulit, dan menghadapi musuh-musuh yang kuat, Israel tidak akan menang, Israel sedang memasuki tahun terakhirnya, dan sebentar lagi akan musnah,” sambung Qasim.

Sementara itu Jubir Hamas, Fauzi Barhum menganggap pengunduran diri Ehud Barak sebagai penegasan kegagalan politik dan militer dalam agresi ke Gaza.

Pengunduran diri Barak sebagai tambahan bagi kemenangan perlawanan Palestina di Gaza, dan bukti krisis nyata yang dihadapi pimpinan Israel akibat keteguhan dan kesuksesan perlawanan, sambung Barhum.

Menurut Salamat Maruf, pengunduran diri Barak, tidak berarti ia bebas dari tuntutan atas kejahatan yang dilakukannya terhadap Palestina. Sebab pihak Palestina akan terus menuntutnya sebagai penjahat perang dan menyeretnya ke pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukannya kepada rakyat Palestina.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

4 Orang Tewas dan Lainnya Luka dalam Penembakan di Pusat Perbelanjaan di Tel Aviv

4 Orang Tewas dan Lainnya Luka dalam Penembakan di Pusat Perbelanjaan di Tel Aviv

Analis Israel: Sulit, Hamas tak akan Menyerah Meski Tersisa 1 Pejuangnya

Analis Israel: Sulit, Hamas tak akan Menyerah Meski Tersisa 1 Pejuangnya

Hamas: Gencatan Senjata Habis, Jumat Pagi Perang Kembali Dimulai

Hamas: Gencatan Senjata Habis, Jumat Pagi Perang Kembali Dimulai

Komandan Batalion Zionis: Kami Gagal di Gaza

Komandan Batalion Zionis: Kami Gagal di Gaza

Warga Palestina Merasa Dikhianati oleh UEA

Warga Palestina Merasa Dikhianati oleh UEA

Baca Juga

Berita Lainnya